Masuk

Tips

Beranda / Tips
Menawan, Perpaduan Batu Alam dan Bata Merah Ini Bisa Diterapkan Dimana Saja
Desain Bangunan | 16 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Kini semakin banyak orang yang tertarik untuk menghadirkan keindahan alami pada huniannya. Salah satu cara yang paling simpel ialah dengan membalutkan material alami, seperti batu alam dan bata merah ekspose (tanpa finishing) pada elemen eksterior maupun interior.

Kedua material tersebut kebanyakan diaplikasikan pada dinding, lantai, pagar, atau kolom, baik secara terpisah maupun bersama. Pada artikel ini #PakJago akan berbagi tentang keindahan batu alam dan bata merah dan tips memadukan kedua material ini.

Batu Alam vs Bata Merah

(Sumber: disini)

Banyak jenis batu alam yang dapat diaplikasikan pada rancangan arsitektur. Di antaranya granit, marmer, batu andesit, batu kali, koral, batu templek, batu paras, dan batu candi. Setiap jenis batu alam berbeda teksturnya, ada yang kasar ada pula yang halus. Warnanya juga relatif beragam—abu-abu, hitam, merah, hijau, cokelat, krem, atau putih.

Baca Juga: Khas Indonesia, Arsitektur Bangunan Ini Cocok untuk Negara Dua Musim

Di pasaran, batu alam dijual dalam bentuk dan ukuran yang bervariasi, seperti persegi, persegi panjang, dan potongan alami (tak beraturan). Batu alam menghadirkan kesan elegan dan keindahan alami serta cocok untuk gaya modern ataupun tradisional.

Keindahan alami juga dihadirkan oleh material bata merah. Dalam hal ini yang dimaksud ialah bata merah ekspose (tanpa plesteran maupun acian). Idealnya dipilih bata merah khusus untuk tampilan ekspose yang biasa disebut bata muka.

Bata muka relatif lebih presisi dan lebih halus. Karakter asli bata merah ekspose yaitu warna cokelat kemerahan yang khas, menghadirkan suasana hangat. Keseragaman bentuk dan ukurannya menampilkan kesan rapi. Bata merah ekspose cocok untuk gaya hunian apa pun, dari etnik atau klasik hingga kontemporer.

Tips Memadukan Batu Alam dan Bata Merah

(Sumber: disini)

Batu alam dan bata merah sama-sama menampilkan keindahan natural. Keduanya memiliki tampilan yang cenderung unik dan artistik serta tak lekang oleh waktu. Seperti keserasian unsur-unsur alam, kedua material alami ini juga cocok disandingkan di area mana pun pada bangunan, termasuk rumah tinggal.

Tidak ada aturan khusus yang mengikat. Keduanya dapat dipadukan pada area lansekap (pagar, pilar, kolam), pada dinding dan lantai eksterior, juga pada lantai dan dinding interior (dari ruang tamu hingga kamar mandi).

Dalam memadukan batu alam dan bata merah (ekspose) atau bata muka, ada beberapa tips dan trik yang dapat diterapkan agar tercapai kesan yang diharapkan.

• Ketepatan aplikasi

Paduan batu alam dan bata merah juga harus mempertimbangkan kekuatan material. Bata merah bisa diaplikasikan, baik sebagai konstruksi pilar, dinding maupun lantai penahan beban. Sebaliknya, tidak semua jenis batu alam dapat diterapkan sebagai pilar, dinding ataupun lantai yang menopang beban.

(Sumber: Majalah Rumahku)

Beberapa jenis batu alam hanya dapat diaplikasikan sebagai pelapis akhir (finishing) bersifat dekoratif—ditempel pada konstruksi dinding dengan spesi. Contohnya batu sedimen, seperti batu palimanan yang berpori dan cenderung rapuh.

Selain kekuatan juga perlu dipertimbangkan ketahanan terhadap cuaca. Meskipun semua jenis batu bisa ditempatkan di mana pun, namun batu berpori besar yang rawan ditumbuhi lumut dan jamur lebih ideal dipasang di area ruang dalam.

Paduan batu alam dan bata merah juga perlu mempertimbangkan gaya bangunan. Tidak selamanya material alami ini harus menonjolkan kesan natural dan warna bawaan. Boleh jadi untuk menampilkan gaya Skandinavia bata merah ekspose bisa di-finishing dengan warna putih, lalu dipilih batu alam sandstone bernuansa putih, dan sebagainya.

• Menjadikan aksen

Pengaplikasian kombinasi batu alam dan bata merah di area ruang luar maupun ruang dalam, tidak harus menutup seluruh bidang dinding atau lantai. Kedua material ini bisa dipadukan menjadi aksen untuk menarik perhatian.

Misalnya, aplikasikan batu alam pada ceruk di area foyer yang berdinding bata merah ekspose. Atau bata merah atau batu alam jenis tertentu ditampilkan sebagai aksentuasi di antara tembok bercat.

Baca Juga: Dapur Multifungsi untuk Rumah Mungil, Lebih Hemat Ruang dan Efisien

• Selaraskan dengan warna bangunan

(Sumber: disini)

Batu alam dan bata merah bisa mewakili warna bangunan dengan warna alaminya. Jadi, pada bagian, di mana batu alam dan bata merah tidak diaplikasikan, sebaiknya diterapkan nuansa warna netral yang selaras dengan kedua material alami ini. Alhasil akan tercipta keselarasan warna serta kesan natural yang padu. Misalnya warna gading, krem, beige, cokelat, dan sebagainya.

Pengaplikasian material alami, termasuk batu alam dan bata merah, perlu menerapkan pelapisan (coating) dengan bahan antijamur atau lumut, terutama yang dipasang pada area eksterior. Selain itu, juga harus dilakukan perawatan secara berkala.

Itulah tips memadukan batu alam dengan bata merah yang bisa Anda aplikasikan pada berbagai titik dalam sebuah bangunan. Selamat mencoba.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Silakan menyimak artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani