Masuk

Tips

Beranda / Tips
Membangun Tembok Tak Boleh Asal, Terapkan Langkah Ini Lebih Dulu

Oleh: Redaksi

Sebagai pekerja konstruksi, kemampuan untuk mengerjakan dan membangun tembok menjadi skill utama yang wajib dimiliki. Membangun tembok tak hanya soal menjadikan batu bata dan semen berdiri tegak saja. Lebih dari itu, membangun tembok berarti juga menghitung perbandingan bahan dan campuran, mempertimbangkan daya tahan, dan mengutamakan kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, simak hal-hal yang harus disiapkan sebelum memulai proses pengerjaan tembok berikut ini:

Persiapan sebelum memulai proses pengerjaan

youtube.com

Bahan yang digunakan untuk pekerjaan tembok adalah batu bata, beton ringan dan batako. Tiga hal terpenting yang harus diperhatikan pada saat pemasangan tembok adalah sebagai berikut:

- Nat/siar adukan tidak segaris
- Pasangan tegak lurus dan rapi
- Siar tegak, bergeser antara ½ - ¼ batu

Luas pasangan tembok ½ bata maksimal 12m² , apabila lebih besar maka harus dipasang rangkaian pengaku beton (sloof, kolom, dan ring balok), karena bila pasangan terlalu luas tanpa pengaku akan rawan terhadap gaya horisontal seperti gempa atau angin kencang. Ketinggian pemasangan setiap hari untuk campuran menggunakan campuran kapur maksimum 1 m, jika campuran menggunakan semen maksimum 1,50 m besar siar horisontal adalah 1-2 cm, sedangkan untuk siar tegak ± 1 cm.

Baca Juga: Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Merancang Loteng, Bebas Pengap dan Gelap

Langkah kerja pemasangan tembok batu bata

youtube.com

• Pasang profil/usuk untuk menentukan kelurusan dan ketegakan pasangan. Profil dipasang pada ujung tembok dan diusahakan tegak lurus dan diskur yang kuat. Buatlah garis ketinggian untuk tarikan per lapisnya

• Buat campuran/ spesi dengan komposisi sebagai berikut:
    1 semen : 3 pasir untuk lapisan trassram
    1 semen : 5-7 pasir untuk pasangan biasa.
Pasir diayak halus dengan ayakan ± 4 mm. Pembuatan adukan dapat dilakukan secara manual atau dengan molen. Adukan harus plastis atau pulen.

• Sebelum dipasang, batu bata disiram air, sehingga air yang terkandung dalam spesi tidak diserap oleh batu bata

• Tarik panduan pasangan dari benang pada setiap lapis atau kalau sudah ahli maka tarikan dapat dibuat per 3 lapis

• Begitu pasangan mencapai ketinggian 1,50 m maka segera kolom praktis di cor agar ikatan bata terkunci/tidak bergerak. Berikutnya pemasangan yang lebih dari 1,50 m digunakan perancah atau andang.

• Pasangan batu bata akan lebih sempurna bila selesai dipasang kemudian ditutup dengan plastik. Setelah plastik dibuka sebaiknya dinding bata dibasahi sebagai proses perawatan (curing) terutama pada saat akan diplester sebaiknya dinding bata dibasahi agar tidak menyerap air plesteran

Setelah diplester sebaiknya plesteran dinding dirawat dengan membasahi agar plesteran tidak retak-retak.

Baca Juga: 3 Fakta Desain Void, Solusi Cantik untuk Sirkulasi Udara dalam Rumah