Masuk

Tips

Beranda / Tips
Membangun Rumah Saat Musim Hujan
Konstruksi Sipil | 08 Apr 2017

Umumnya proses pembangunan rumah dilakukan saat musim kemarau, sehingga pekerjaan tukang lebih lancar, bangunan lebih kokoh dan hasil pekerjaan lebih bagus, karena tidak terkena air hujan, lembab dan perubahan suhu, serta waktu kerja tukang penuh.

content image
Foto: designwud
 

Bagaimana melakukan proses pembangunan rumah saat musim hujan? Apa saja yang harus diperhatikan agar pembangunan tetap berlanjut? Kali ini kita akan memberikan ulasannya:

  1. Pekerjaan tidak tergesa-gesa

Lakukan pekerjaan tukang sesuai dengan prosesnya dan tidak tergesa-gesa, karena akan berpengaruh terhadap hasil pekerjaan. Contoh : pekerjaan pondasi yang terburu-buru membuat pondasi tidak kokoh dan mudah retak, pekerjaan dinding yang tergesa-gesa akan roboh apalagi melebihi ketinggian pasangan dinding dan mudah retak, dan lain sebagainya

  1. Penempatan material

Penting diperhatikan penempatan material bangunan, karena bila tidak, material akan rusak dan menimbulkan kerugian biaya material. Kenali sifat material dan ketahanan terhadap air hujan. Contoh: penempatan pasir yang terkena air hujan langsung tanpa bak pengaman akan mudah hanyut terkena aliran air hujan, sak semen yang terkena air dan lembab juga akan mengeras sehingga tidak bisa dipakai, kayu yang terkena air hujan membuat kadar air  dalam kayu meningkat sehingga kualitas kayu menurun (keawetan & kekuatan nya menurun), batu bata yang sering terkena air hujan akan terlalu basah, berlumut, mudah hancur dan lama kering saat pemasangan, dan lain sebagainya

  1. Pasang atap sementara

Sebaiknya pasang atap sementara seperti terpal yang mudah untuk dibongkar-pasang. Atap sementara berfungsi untuk melindungi bangunan dari air hujan, melindungi material, keamanan serta memperlancar pekerjaan tukang bangunan.

  1. Perhatikan Cuaca & Waktu Kerja

Bila dapat mengetahui prakiraan cuaca pada setiap hari kerja, dapat mengoptimalkan waktu kerja tukang, mengatur jenis pekerjaan dan waktu mendatangkan material. Dengan mengatur waktu kerja saat musim hujan, waktu kerja tetap efektif dan efisien, sehingga proses pembangunan tetap lancar. Contoh : beli semen atau pasir secara bertahap, mendatangkan material bangunan sesuai pekerjaan yang dilakukan, buatlah campuran material tidak berlebihan seperti adukan semen atau adukan cor beton, mengalihkan / mendahulukan jenis pekerjaan yang lebih penting, menghentikan pekerjaan saat hujan lebat dan angin kencang, dsb.

  1. Gunakan material berkualitas

Penggunaan material berkualitas akan berpengaruh pada pekerjaan tukang dan hasil pekerjaan. Apalagi ketahanan material bangunan yang banyak terkena air hujan. Pertimbangkan kualitas dan standar material yang akan dipakai pada bangunan rumah anda.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, semoga proses pembangunan rumah anda saat musim hujan dapat berjalan lancar, berdiri kokoh dan hasilnya bagus sesuai perencanaan dan kebutuhan anda (Cahyadi)