Masuk

Tips

Beranda / Tips
Membangun Rumah Anti Lembeb
Konstruksi Sipil | 26 Jun 2017

Rumah lembap tidak nyaman untuk ditinggali. Selain memicu bau tak sedap, lembap berdampak buruk bagi kesehatan serta mempercepat kerusakan bangunan—cat mengelupas, kayu lapuk, tumbuh jamur/lumut, dll. Beberapa faktor penyumbang kelembapan (konsentrasi uap air di udara), a.l: rembesan air tanah, masuknya air hujan (karena tampias/bocor), terjadi penguapan di dalam ruang, dsb. Tingkat kelembapan dapat diturunkan dengan meningkatkan kelancaran sirkulasi udara dengan merancang cukup bukaan berkonsep ventilasi silang. Selain aspek perancangan, beberapa langkah teknis berikut perlu diperhatikan jika hendak membangun rumah antilembap.

 

  1. Buat konstruksi kedap air

Untuk mengantisipasi naiknya air tanah, pondasi dan sloof harus dipasang dengan adukan kedap air, yaitu campuran semen dan pasir dengan rasio 1:2 atau 1:3. Campuran yang sama digunakan untuk pemasangan dinding trasram (kedap air) setinggi ±40 cm di atas sloof. Untuk mengantisipasi rembesan air di area basah (tempat cuci, KM, dll.) dinding trasram dapat dibuat hingga ±1-2 meter. Terapkan juga campuran kedap air untuk plesteran juga pasangan lantai. Jika perlu, sempurnakan dengan penggunaan acian/nat waterproofing yang tersedia di pasaran.  

 

  1. Gunakan material tahan air/lembap

Untuk elemen nonstruktural dan/atau pelapis akhir (finishing), gunakan material yang memiliki ketahanan terhadap air/lembap. Misalnya, untuk dinding pengisi ada pilihan gipsum antiair; untuk pelapis akhir dinding dapat digunakan cat jenis waterproofing, wallpaper berbahan vynil yang tahan air, dll.; untuk pelapis lantai ada bahan vynil, waterproofing coating untuk pelapis akhir;  dan sebagainya. Khusus untuk dinding eksterior harus di-finishing dengan cat jenis waterproofing atau bahan perlindungan antilembap. Untuk menangkal rembesan air, dinding pada area basah juga harus di-finishing dengan cat waterproof atau dilapis bahan kedap air seperti keramik, dll.

content image

Mengaplikasian pelapis antiair/lembap, seperti keramik, pada lantai dan dinding di area basah.
(Sumber: www.ideas4homes.com).

 

  1. Antisipasi tampias dan bocor

Kelembapan di dalam rumah dapat meningkat karena masuknya air hujan akibat tampias atau kebocoran atap. Perlebar lidah atap dan teritisan untuk menghindari tampias yang membasahi dinding eksterior. Pastikan kemiringan atap sesuai jenis material. Misalnya atap genteng dan sejenisnya ±30-40˚, jika terlalu landai air hujan mengalir lambat dan berpotensi masuk ke sela-sela atap. Untuk kemiringan landai bisa gunakan atap lembaran, seperti fiber semen, zincalume, polikarbonat, dll. Pastikan penutup atap terpasang dengan baik, tanpa ada celah/lubang yang memungkinkan air masuk. Kebocoran juga dapat diantisipasi dengan memasang plastik atau lembaran waterproof lain untuk mengalasi atap; dan menerapkan cat/bahan waterproofing pada permukaan atap. Untuk dak beton, pastikan dibuat dengan komposisi tepat, dicor sekali jadi dan proses pengeringan dilakukan tanpa tergesa-gesa. Permukaan atap beton juga harus dilapisi bahan waterproofing, bisa dengan pengecatan atau lembaran/membran waterproof

Air hujan penyebab lembap juga berpotensi masuk dari talang yang bocor. Perlebar talang serta overlap antara talang dan ujung/pinggir atap agar air hujan sepenuhnya jatuh ke dalam talang dan bukan menetes ke dalam bangunan. Gunakan talang berbahan antikarat atau lapisi dengan cat galvanis yang bersifat non-korosif, agar terhindar dari kebocoran. 

content image

Atisipasi kebocoran talang: aplikasikan talang tahan karat dengan ukuran sesuai debit air.
(Sumber www.mediashower.com)

Untuk menyediakan kondisi tertentu terutama menurunkan tingkat kelembapan di dalam rumah dapat disarankan pemasangan perangkat tambahan seperti exhaust fan atau dehumidifier.

(Dwi Klarasari)