Masuk

Tips

Beranda / Tips
Mau Jadi Tukang Batu Andalan? Kuasai Dulu 8 Keahlian Ini
Konstruksi Sipil | 02 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, proyek konstruksi berskala besar melibatkan banyak tukang dengan berbagai keahlian. Agar pembangunan selesai tepat waktu dengan kualitas bagus, setiap tukang harus ahli dalam bidangnya, termasuk tukang batu (mason). Tukang batu harus terampil melakukan pekerjaannya secara manual maupun dengan alat berat sesuai standar konstruksi.

Nah, bagaimana keahlian yang harus dikuasai tukang batu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bangunan yang dikeluarkan oleh DPU? Berikut ulasan #PakJago.

  1. Menyiapkan pekerjaan batu dan beton

Sumber: disini.

Tukang batu bertanggung jawab atas pekerjaan batu dan beton. Sahabat harus dapat menyiapkan material sesuai kebutuhan, peralatan kerja, dan perlengkapan K3 yang diperlukan untuk pekerjaan batu atau beton. Untuk itu ia harus mampu membaca dan memahami gambar kerja terkait dengan ukuran dan spesifikasi. 

Tukang batu juga harus melakukan berbagai pengukuran serta menentukan peil, serta membuat acuan profil dan patok untuk pekerjaan batu. Selain ukuran standar, tukang batu harus bisa menentukan ketegaklurusan, kedataran, dan kesamaan tinggi. Jadi, selain  meteran, Sahabat juga harus terampil menggunakan penyiku, unting-unting, waterpass, dan peralatan lain sesuai tugas yang hendak dikerjakan.

  1. Mengerjakan pondasi dan konstruksi batu lain

Sumber: disini.

Pada proyek besar, mungkin ada tukang batu khusus untuk pekerjaan pondasi. Tetapi pada proyek kecil, pekerjaan pondasi juga menjadi tanggung jawab tukang batu. Karenanya, tukang batu dituntut memahami spesifikasi dan prinsip-prinsip pembuatan berbagai jenis pondasi, seperti pondasi menerus batu kali, pondasi setempat, dan pondasi cakar ayam.

Tukang batu juga harus tahu bagaimana memecah atau membelah dan menyusun batu kali, batu gunung, dan jenis batu lainnya. Keahlian-keahlian tersebut, tukang batu diharapkan bisa membuat konstruksi batu dengan spesi yang tepat.

  1. Melaksanakan pekerjaan beton

Sumber: disini.

Selain pondasi jenis tertentu, pada bangunan terdapat beragam pekerjaan beton bertulang, seperti sloof, kolom, balok, tangga, dinding, dak beton atau plat lantai, juga sopi-sopi dan rangka atap. Elemen bangunan lain yang juga membutuhkan konstruksi beton, misalnya list plank, konsol, kanopi, meja dapur dan sebagainya.

Beton bertulang juga diperlukan untuk membuat jalan dan jembatan. Berkaitan erat dengan pekerjaan pembetonan, tukang juga harus dapat membuat adukan yang tepat sesuai spesifikasi, melakukan pengecoran serta pemadatan, juga perawatan (proses pengerasan dan pelepasan bekisting beton).

  1. Memasang dinding dan finishing-nya

Sumber: disini.

Tukang batu dituntut mampu memasang dinding dari material batu buatan (bata merah, batako, bata ringan atau hebel, dan bataton) dengan rapi, tegak, rata, dan terjamin kekuatannya. Tukang harus tahu karakteristik material, seperti perlakuan khusus yang diperlukan, tindakan sebelum dan sesudah pemasangan, atau campuran spesi yang diperlukan.

Terkait pasangan dinding, tak hanya selesai saat dinding terpasang, tapi tukang juga harus mampu membuat finishing. Pekerjaan ini diantaranya seperti membuat plesteran, acian, pemasangan keramik dinding, dan berbagai jenis batu alam hias.

  1. Melaksanakan pekerjaan lantai

Sumber: disini.

Pemasangan lantai yang harus dikuasai mencakup lantai ruang dalam dan luar (carport, halaman, dan jalan setapak) pada area kering maupun basah. Material lantai meliputi terazo, keramik, granit, marmer dan berbagai jenis batu alam, bata merah, rabat beton, conblock, atau koral sikat. Tukang batu juga harus bisa mengerjakan screed lantai beton.

  1. Memasang perlengkapan sanitasi dan lingkungan

Sumber: disini.

Tukang batu harus dapat membuat bak konvensional serta memasang perlengkapan saniter, seperti bak mandi, kloset, bathtub, bak cuci, dan wastafel. Ia juga dituntut dapat membuat septic tank dan sumur resapan, juga saluran buangan air kotor (buis beton) di sekeliling bangunan. Ia bisa juga diminta mengerjakan pelengkap bangunan, seperti kolam dan dinding batu hias.    

  1. Melakukan pekerjaan terkait

Sumber: disini.

Beberapa keahlian lain terkait pekerjaan batu dan beton, misalnya memeriksa kualitas material (pasir, batu, split, semen), memperkirakan kebutuhan bahan, membuat perancah sederhana, mengoperasikan alat berat seperti molen, stamper, dan vibrator; juga merawat peralatan kerja batu dan beton.

Tukang juga harus mampu menjaga kebersihan lingkungan kerja. Terutama membersihkan plesteran atau beton yang mengering bukan pada tempatnya, atau membongkar perancah.

  1. Berkoordinasi dengan pihak lain

Sumber: disini.

Tukang batu juga harus bisa berkoordinasi dengan tukang-tukang lain. Seperti berkoordinasi dengan tukang besi terkait perbesian atau penulangan atau dengan tukang kayu terkait pembuatan bekisting. Ia juga harus bisa menugasi dan memeriksa pekerjaan asisten atau keneknya secara benar sehingga mereka membantu secara optimal.

Ia pun harus dapat mengkomunikasikan kemajuan atau kendala pekerjaan, kepada siapa ia harus bertanggung jawab, seperti mandor atau pengawas, arsitek, atau bahkan langsung kepada kliennya.

Dalam proyek berskala besar, spesialisasi tukang batu mungkin semakin mengerucut. Ada tukang pasang pondasi, tukang plester, tukang pasang dinding, tukang keramik, dan jenis tukang lainnya. Namun berbagai keahlian di atas harus dikuasai bila tukang batu menggarap proyek berskala menengah atau kecil seperti rumah tinggal.

Jadi, jika #SahabatJagoBangunan ingin mengkhususkan diri menjadi tukang batu untuk bangunan berskala kecil, pastikan Anda menguasai berbagai keahlian di atas.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya. 

Editor: Damae Wardani