Masuk

Tips

Beranda / Tips
Mau Hasil Cat Dinding yang Mulus dan Rapi? Praktikkan 6 Teknik Ini
Konstruksi Sipil | 06 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, untuk menghasilkan dinding mulus dan rapi, diperlukan keterampilan dan pengetahuan tentang tahapan mengecat yang benar. Anda juga harus memahami beragam jenis cat dan peralatan mengecat yang berkualitas. Lebih dari itu, teknik pengecatan sangat memengaruhi hasil akhir.

Bagaimana tahapan dan teknik yang benar untuk mengecat dinding? Coba praktikkan resep dari #PakJago berikut ini. 

  1. Periksa Kondisi Dinding

Sumber: disini.

Sebelum mengecat, periksalah kondisi dinding. Periksa apakah plesteran dan acian sudah tegak lurus, rata dan halus. Jika dinding bergelombang, hasil pengecatan tidak akan terlihat mulus dan rapi.

Pastikan juga dinding sudah kering sempurna (masa pengeringan plesteran ±28 hari, sedangkan acian ±14 hari). Pengaplikasian pada permukaan basah membuat cat tidak dapat menempel dengan sempurna (cat akan menggelembung atau muncul bercak basah). 

  1. Siapkan Permukaan Dinding

Sumber: disini.

Siapkan dinding yang telah kering sempurna, bersihkan dari minyak, debu dan segala kotoran. Untuk dinding baru, ratakan dan haluskan bagian bergelombang dan kasar dengan ampelas; lalu bersihkan dengan lap lembap; dan biarkan kering sempurna.

Untuk dinding lama yang terkelupas; lebih dahulu kerok cat lama dengan kape; lalu ampelas dan bersihkan dengan lap. Pastikan kerusakan (retak, pecah atau rembes) sudah diperbaiki dengan benar. Gunakan wall sealer untuk menutup lubang atau retak rambut.       

  1. Siapkan Peralatan Berkualitas

Sumber: disini.

Untuk menghasilkan pengecatan yang halus dan rapi, gunakan alat mengecat (kuas dan roller) berkualitas tinggi. Cat berkualitas dan teknik tepat tidak akan memberi hasil bagus jika alatnya tidak berkualitas. Berikut ciri-ciri kuas dan roller yang berkualitas:

- Kuas memiliki bulu yang panjang dan tebal sehingga dapat menyerap banyak cat. Selain itu, bulunya juga meruncing pada bagian ujung sehingga kuas dapat digunakan dengan fleksibel.

- Roller untuk hasil pengecatan yang halus harus memiliki bulu yang pendek. Kerangka roller yang padat harus mampu menahan tekanan; dan kawat rangka roller tidak mudah slip. Tangkai roller juga harus kuat dan tidak mudah melengkung, pegangannya juga nyaman di tangan.

Gunakan ukuran kuas dan roller yang sesuai untuk bidang pengecatan. Untuk mengecat bidang dinding yang luas, idealnya digunakan kuas ukuran 3-5 inci. Kuas kecil untuk bidang kecil, seperti list atau profil. Sementara itu, roller yang pas untuk dinding biasanya berukuran ¼ inci.

  • Tutup Bagian yang Tidak Dicat

Sumber: disini.

Agar hasil pengecatan lurus dan rapi, tutup dahulu bagian yang tidak akan dicat. Gunakan plester kertas (paper tape) atau masking tape. Misalnya sebelum mengecat dinding dekat jendela, tutup dahulu bagian kusen yang berbatasan dengan dinding. Demikian juga jika ada list atau profil, atau bila ada dua bidang (antar dinding atau dinding-plafon) akan dicat dengan warna berbeda. Lepaskan plester setelah cat yang diaplikasikan benar-benar kering.  

  1. Lapisi Dinding dengan Cat Dasar

Sumber: disini.

Awali pengecatan dengan mengaplikasikan cat dasar (primer coat). Cat dasar berguna untuk meratakan dinding sekaligus menutup retak-retak kecil, jika ada. Pelapisan cat dasar juga membantu cat akhir menempel lebih kuat dan tampil lebih cerah. Aplikasikan cat dasar dengan kuas atau roller bersih. Sapukan dengan gerakan vertikal secara konstan hingga seluruh bidang tertutup rata. Biarkan cat dasar kering sempurna.   

  1. Aplikasikan Cat Akhir dengan Benar

Sumber: disini.

Aplikasikan cat akhir (finish coat) setelah cat dasar kering sempurna. Encerkan cat hingga warnanya merata; jangan terlalu kental atau encer. Ikuti petunjuk produsen agar dihasilkan kekentalan yang tepat. Untuk efisiensi dan mendapat warna sama, encerkan cat dalam jumlah banyak sesuai kebutuhan. Hindari penambahan air di tengah proses pengecatan.

Aplikasikan cat dengan kuas atau roller. Untuk efisiensi dan hasil yang rapi, gunakan roller untuk mengecat bidang luas; sedangkan kuas untuk mengecat bagian tepi atau sudut, dan bidang sempit yang perlu ketelitian atau tidak terjangkau roller.

Perhatikan beberapa teknik dan tips berikut agar hasil pengecatan halus, rapi dan warna merata.

Sumber: disini.

- Pastikan kuas atau roller benar-benar bersih.

- Celupkan kuas atau roller ke dalam cat lalu tekan pada tepi ember. Ulangi beberapa kali hingga cat terserap merata. Setelah itu baru sapukan pada bidang kerja.

- Mulailah mengecat dari bagian tepi dan sudut, dari atas ke bawah. Sapukan kuas atau roller dengan gerakan vertikal secara konstan. Hindari gerakan tidak beraturan.

Saat mengecat, tekan kuas atau roller dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas.

Sumber: disini.

- Lakukan pengecatan tumpang tindih dan hindari sapuan yang terputus-putus. Saat mengecat dengan roller, lakukan sapuan tanpa mengangkat roller dari dinding.

- Selesaikan pengecatan untuk satu bidang sebelum berpindah ke bidang lain.

- Lakukan pengecatan ulang (untuk menebalkan) setelah lapisan pertama mengering (±2-4 jam, semakin baik jika lebih dari 8 jam).

- Untuk pengecatan seluruh rumah, idealnya lakukan dengan urutan: plafon – dinding –list atau profil - pintu dan jendela - lantai. Cara ini mengantisipasi dampak tetesan cat yang tidak diinginkan.

Ternyata cukup panjang tahapannya ya, Sahabat. Tapi kesabaran dan ketelitian melewati setiap proses itu akan menghasilkan pengecatan yang sempurna, mulus, dan rapi. Selamat mencoba.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Terus simak artikel #PakJago yang lain ya.

Editor: Damae Wardani