Masuk

Tips

Beranda / Tips
Material, Alat, dan Teknik Pengecoran Balok yang Wajib Diketahui Tukang Bangunan
Konstruksi Sipil | 21 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Balok adalah bagian struktur bangunan yang mengikat kolom-kolom sekaligus menjadi dudukan plat lantai (pada bangunan bertingkat). Balok berfungsi sebagai rangka penguat horizontal yang menahan tegangan tarik dan tekan, serta bertugas mentransfer beban bangunan menuju kolom.

Satu di antara beragam material balok adalah beton bertulang, di mana pengecoran menjadi tahap penting karena mempengaruhi kekuatan dan kestabilan struktur. Kali ini #PakJago akan mengulas tentang pengecoran balok yang diikat dengan kolom struktur. Simak, yuk!

Material dan Peralatan yang Diperlukan

Material utama yang dibutuhkan ialah besi baja dan kawat bendrat untuk pembesian serta adukan beton (campuran air, semen, dan agregat—pasir, kerikil, batu pecah) dengan konsistensi tertentu. Jika perlu, bisa disiapkan bahan aditif untuk mengubah sifat atau karakteristik beton.

(Sumber: disini)

Baca Juga: Begini Cara Gampang untuk Menghitung dan Membuat Galian Tanah Pondasi

Selain itu juga diperlukan bahan untuk pembuatan bekisting, seperti balok kayu 8/12 untuk gelagar; balok kayu 6/12 untuk suri-suri; kayu usuk dan papan atau multipleks untuk membuat cetakan balok; sejumlah balok kayu sebagai penahan (skur) untuk menjaga kestabilan bekisting; paku dan kertas semen; dan bahan tambahan lain.

Sementara itu, alat kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut.

• Perancah atau steger sesuai kebutuhan, bisa dibuat sendiri (dari bambu, balok kayu, dll.) atau disewa berupa set scaffolding berupa pipa-pipa besi yang bisa dirakit (kockdown). Perancah berfungsi menopang bekisting agar kokoh saat diisi adukan beton.

(Sumber: disini)

• Peralatan lain yang diperlukan, meliputi alat ukur (meteran, pensil, penyiku, teodolith, waterpass, dll.); alat untuk membuat bekisting (gergaji, palu, dll.); alat untuk pembesian (bar cutter, bar bender, alat pengikat bendrat bisa catut atau kateha); peralatan untuk pengecoran (molen kecil, jika tidak memakai beton ready mix; vibrator atau batang besi/kayu; wadah untuk menuang beton berupa ember, pompa, pipa, dll.); dan peralatan pendukung lain, seperti kompresor, tangga, dsb.; juga perlengkapan K3.

Tahap-Tahap Pengecoran Balok

Seperti dijelaskan di atas, balok beton yang akan dicor tidak monolit dengan pelat lantai, jadi hanya terikat dengan kolom. Jadi, kolom-kolom (struktur) yang akan disatukan dengan balok sudah harus dicor lebih dahulu. Berikut tahap-tahap pengecoran balok.

• Pertama-tama, pastikan kolom-kolom telah dicor sampai ketinggian di mana akan disatukan dengan balok. Semestinya pada bagian atas kolom telah disisakan tulangan yang akan disatukan dengan tulangan balok.

• Lakukan pengukuran untuk menentukan as balok. Kemudian pasang perancah (scaffolding). Perancah disusun di antara setiap dua kolom struktur di bawah posisi balok akan dicor. Untuk perancah kockdown pemasangan dimulai dari jack base, main frame, dan ladder frame, yang disambung dengan joint pin; lalu diperkuat dengan cross brace.

Baca Juga: Jangan Keliru, Begini Tahapan Pemasangan Daun Pintu dan Jendela yang Benar

• Sementara di area lain bisa dilakukan pembuatan papan bekisting sesuai ukuran balok, terdiri dari papan alas dan 2 papan untuk kedua sisi balok. Berikan penguatan pada papan bekisting agar tidak melengkung. Selain bekisting, bisa juga dikerjakan pembesian untuk balok, kecuali jika pembesian akan dilakukan di tempat.

• Setelah perancah siap, pasang dua balok gelagar pada kedua sisi memanjang (searah panjang balok), jaraknya bisa disesuaikan. Melintang di atas gelagar, susunlah suri-suri dari tepi satu ke tepi lain dengan jarak ±40-60 cm.

(Sumber: disini)

• Pasang papan bekisting bagian dasar. Lalu, kerjakan pembesian balok di atasnya. Atau, jika pembesian telah dikerjakan di bawah (fabrikasi), bisa langsung dipasang di atas bekisting tersebut. Atur posisinya secara tepat dan satukan dengan tulangan kolom yang tersisa.

• Setelah penulangan selesai, pasanglah papan bekisting bagian samping. Sebagai perkuatan, pasang beberapa kayu penahan (skur) pada kedua sisi bekisting, jika perlu juga di atasnya.

• Sebelum pengecoran, perlu diperiksa kelurusan dan kedataran serta kekuatan bekisting.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Membangun Rumah Hemat Energi

• Setelah siap bisa dilakukan pengecoran dengan adukan beton buatan sendiri atau dari “ready mix”. Agar dihasilkan beton yang padat, selama pengecoran ratakan dan padatkan adukan dengan bantuan vibrator atau batang kayu/besi.

• Untuk proses perawatan bisa dilakukan penyiraman air, setelah beberapa hari. Pembongkaran papan bekisting bisa dilakukan setelah 7-21 hari, sesuai proses pengeringan beton sehingga didapat beton yang kokoh.

Demikian ulasan tentang pengecoran balok, semoga bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani