Masuk

Tips

Beranda / Tips
Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik

Oleh: Redaksi

Wilayah tropis di Indonesia, di mana mataharinya bersinar terang sepanjang tahun harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terang alami adalah aspek penting dalam arsitektur, termasuk dalam perencanaan rumah tinggal. Dengan memasukkan cahaya alami, interior rumah akan tampak lebih terang dan lapang, juga higienis. Pemanfaatan terang alami (daylighting) secara maksimal dari pagi hingga sore hari juga akan menghemat penggunaan energi listrik.

Agar dapat memaksimalkan masuknya cahaya alami, sebaiknya buatlah desain bangunan dan tata ruang dalam yang mendukung. Dilansir dari rumahko.com, berikut adalah hal-hal yang harus Anda pertimbangkan:

Orientasi dan desain bangunan.

pexels.com

Terkait upaya memasukkan cahaya alami, orientasi bangunan yang relatif ideal adalah yang tidak langsung menghadap arah pergerakan matahari (timur-barat). Misalnya, utara-selatan, tenggara-barat laut, dan sebagainya. Alasannya, pada orientasi tersebut intensitas matahari jauh lebih rendah, sehingga Anda lebih bebas membuat bukaan (pintu dan jendela) dan dinding transparan untuk memasukkan cahaya alami, tanpa khawatir terlalu panas atau silau. Bila tidak mungkin untuk memilih orientasi bangunan, pertimbangkan desain bangunan dan penataan ruang. Fasad yang menghadap ke timur bisa dibuat lebih ringan dan transparan, sementara sisi bangunan yang menghadap barat bisa dibuat lebih solid dan masif. Jika panas atau silau masih mengganggu, rancang elemen arsitektur untuk memberikan pembayangan parsial seperti dinding pelapis kedua (secondary skin), overstek, kisi-kisi, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kontur Lahan Bangunan Tidak Rata? Desain Jenis Ini Jadi Solusinya

Maksimalkan elemen penangkap cahaya alami.

pexels.com

Cara termudah membebaskan masuknya cahaya alami ke dalam bangunan, adalah dengan membuat bukaan seperti pintu atau jendela dan juga dinding transparan, dinding kaca atau material transparan lain, seperti akrilik, fiberglass, polikarbonat, dan sebagainya. Selain bukaan pada sisi dinding bangunan berupa pintu dan jendela, elemen arsitektur yang dapat diaplikasikan untuk memasukkan cahaya alami adalah skylight—bukaan/ventilasi pada atap bangunan yang ditutup dengan material transparan. Selain memasukkan cahaya, skylight juga berpotensi menambah nilai estetika bangunan. Juga pertimbangkan cara paling tepat untuk membuat hunian Anda berlimpah cahaya alami dari pagi hingga sore hari, namun kenyamanan termal dan visual tetap terjaga.

Baca Juga: Mengenal Teralis, Memperkuat Keamanan Bangunan Anda dari Masa ke Masa