Masuk

Tips

Beranda / Tips
Lebaran 2017, Menjadi Suci untuk Sukses di Masa Depan
Konstruksi Sipil | 27 Jun 2017

Bagi umat muslim khususnya di Indonesia, tradisi mudik atau pulang kampung saat lebaran menjadi momen besar yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Mudik memang bisa dilakukan kapan saja, namun mudik lebaran berbeda rasanya karena dilakukan secara bersamaan oleh jutaan umat muslim. Selain itu di momen ini banyak hal penting terjadi, yaitu merayakan lebaran bersama sanak saudara di kampung halaman,  sehingga kegiatan mudik ini selalu diupayakan untuk bisa melaksanakan

Apa saja hal penting dan manfaat untuk kehidupan pemudik dalam merayakan lebaran di kampung halamannya? mari kita simak ulasan berikut ini.

PERJUANGAN PERJALANAN

Setelah hampir sebulan para umat muslim menjalankan Ibadah puasa, berjuang melawan hawa nafsu, menjalankan perintah Tuhan, perjalanan mudik merupakan perjuangan tersendiri. Bagi yang mudik menggunakan kendaraan umum, mereka berjuang mendapatkan tiket, pada saat perjalananpun harus berjuang menempuh perjalanan puluhan jam untuk sampai kampung halaman.

Banyak cerita bagi mengendara kendaraan pribadi saat mudik, pada kondisi normal mungkin perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 12 jam, namun dalam kondisi arus mudik bisa membutuhkan waktu 2 kali lipatnya, karena ratusan ribu mobil bergerak dalam waktu bersamaan.

Perjuangan dalam perjalanan ini harus disikapi dengan cara positif, justru perjalanan panjang, kemacetan, berdesak-desakan, berebut tempat di rest area, merupakan kenikmatan tersendiri yang perlu disyukuri.

BERBAGI CERITA

Bertemu saudara, bertemu teman alumni sekolah yang sudah setahun atau lebih tidak bertemu, menjadi kesempatan berharga. Kesempatan berbagi cerita, mendengar kisah sukses, mendengar cerita inspirasi sehingga memperkaya wawasan dari pengalaman  orang lain. Momen mudik lebaran, selain dimanfaatkan bertemu dengan keluarga biasanya juga dimanfaatkan untuk kegiatan reuni sekaligus halal bi halal alumni sekolah.

SALING MEMAAFKAN

Hidup manusia akan lebih tenteram ketika saling menghargai satu dengan yang lain, saling memaafkan ketika ada salah. Momen lebaran identik dengan saling memaafkan, baik kesalahan yang disadari maupun tidak, pokoknya di hari lebaran kesalahan tersebut saling dimaafkan. Tradisi meminta maaf dimulai dengan meminta maaf kepada kedua orang tua, dan dilanjutkan kepada saudara dimulai dari yang paling tua. Setiap usai saling memaafkan rasanya menjadi Plong dan lega.

MINTA DO’A RESTU

Momen yang sangat penting saat mudik lebaran adalah meminta do’a restu dari orang tua, dan dari yang dituakan di kampung halaman. Do’a dari orang tua sangat dibutuhkan sebagai sebuah semangat untuk mencapai kesuksesan seseorang. Mendapatkan do’a restu juga akan membuat hati kita tenang dan tentram dalam menjalani hidup ke depan.

BERTEMU TEMAN LAMA

Teman yang sudah bertahun-tahun terpisah, seringkali dipertemukan melalui momen lebaran. Setelah lulus sekolah, merantau ke kota, masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri menyebabkan teman terpisah jarak dan waktu, setelah sekian tahun tidak bertemu, kegiatan mudik lebaran menjadi kesempatan untuk bertemu teman lama. Bertemu dengan teman lama tidak sekedar kangen-kangenan, tapi dari mereka kita bisa mendapatkan inspirasi, mendapatkan informasi, mendapatkan solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Tentu saja pertemuan semacam ini akan memberikan semangat tersendiri yang penting untuk bekal perjuangan selanjutnya

FOTO BERSAMA

Momen lebaran bisa dimanfaatkan untuk membuat foto keluarga besar dalam satu “trah” keturunan, dengan demikian minimal kita bisa membuat foto keluarga besar setahun sekali di momen lebaran. Foto keluarga ini bisa juga sebagai obat rindu sekaligus sebagai penyemangat.

Semoga lebaran tahun ini bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan semangat, ibarat sebuah baterei handphone yang di-charge sampai penuh, diri kita siap dan semangat untuk menyongong kesuksesan (Joko Ristono)