Masuk

Tips

Beranda / Tips
Lakukan 3 Cara Ini Untuk Mengatasi Plat Beton yang Keropos
Konstruksi Sipil | 03 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Meskipun sudah terbukti kuat, kokoh, dan tahan lama, ternyata konstruksi beton —termasuk plat lantai beton— juga berpotensi mengalami keropos. Bagaimana kerusakan tersebut bisa terjadi, dan apa yang menjadi penyebabnya? Lalu, tindakan apa saja yang dapat #SahabatJagoBangunan lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Silakan menyimak artikel #PakJago berikut ini.

Penyebab Plat Beton Keropos

Plat lantai beton baru ataupun lama berisiko mengalami keropos. Untuk mengatasinya, lebih dahulu kenali sebab-sebab terjadinya keropos. Berikut beberapa diantaranya.

(Sumber: disini)

• Penggunaan material (semen, pasir, split atau kerikil) yang berkualitas rendah. Misalnya, pasir mengandung lumpur, semen bermutu rendah, gradasi agregat kasar (split) jelek.

• Komposisi material kurang tepat. Misalnya jumlah semen kurang. Atau, air terlalu banyak sehingga campuran terlalu encer. Campuran yang terlalu encer memicu terjadinya segregasi saat pengecoran, di mana air semen terpisah dan keluar dari lubang-lubang kecil cetakan.

Baca Juga: Jangan Salah Hitung, Begini Cara Menentukan Siku-siku pada Bouwplank

• Pengadukan dilakukan kurang merata sehingga campuran yang dihasilkan kurang homogen. Sebelum ditambah air, sebaiknya semen dan pasir tercampur sempurna.

• Posisi pemasangan tulangan kurang tepat sehingga selimut beton terlalu tipis.

• Proses pengecoran kurang tepat. Misalnya, tidak dilakukan pemadatan atau sebaliknya penggunaan vibrator terlalu lama, pipa penyalur adukan diposisikan terlalu tinggi.

• Berbagai penyebab terkait bekisting. Misalnya, penggunaan bekisting bekas yang tidak dibersihkan lebih dahulu, sehingga mungkin terdapat sisa-sisa beton yang mengering pada permukaannya. Bisa juga karena pemasangan bekisting kurang tepat, atau pelepasan bekisting dilakukan terlalu cepat (kemungkinan beton belum benar-benar matang/kering).

Mengatasi Plat Beton yang Keropos

(Sumber: disini)

Keropos plat beton semakin lama akan semakin parah dan berpotensi mengekspose tulangan, dan tulangan yang terpapar udara akan berkarat. Bila sudah demikian, plat beton berisiko mengalami penurunan kemampuan mendukung beban. Oleh karena itu harus segera diatasi. Berikut ini #PakJago bagikan cara mengatasi beton yang terlanjur keropos.

• Sealing atau Patching (Penambalan)

(Sumber: disini)

Pada kondisi keropos yang belum parah, di mana tulangan belum terekspose, dapat dilakukan perbaikan dengan cara penambalan (patching). Berikut tahap-tahap pengerjaannya.

- Temukan bagian plat yang keropos atau berpotensi keropos.

- Kupas dan lepaskan bagian beton yang keropos, kemudian bersihkan serpihan dan kotoran lain yang masih menempel. Gunakan sikat baja atau alat bantu lain.

- Lapisi permukaan yang telah bersih dengan perekat atau lem beton—beberapa merek di pasaran berbahan dasar emulsi polyvinil asetat—yang berguna untuk menambah daya rekat antara beton lama dan baru. Diamkan selama beberapa menit (sesuai petunjuk produk). Sementara itu, siapkan adonan mortar siap pakai untuk perbaikan beton.

- Aplikasikan mortar siap pakai dengan metode plester atau dempul. Lakukan penambalan secara merata dan rapi. Selanjutnya lakukan perawatan beton baru tersebut hingga kering dengan sempurna. Terakhir, lakukan pelapisan akhir (finishing).

• Chipping dan Concreting

 (Sumber: disini)

Metode chipping & concreting diterapkan untuk mengatasi plat beton keropos dengan tulangan mulai terkespose dan mengalami korosi. Berikut tahap-tahap pengerjaannya.

- Temukan bagian plat beton keropos dengan tulangan terekspose dan mengalami korosi.

- Kupas dan lepaskan bagian-bagian yang keropos (chipping) sampai ditemukan beton yang keras. Jika perlu gunakan alat bantu, seperti palu dan baji, gerinda, demolition drill, dsb.. Bersihkan karat, serpihan beton, dan kotoran lain. Gunakan sikat baja dan alat lain yang sesuai, seperti kompresor atau water jet.

- Jika ada tulangan rusak atau berkarat, potong dan ganti dengan yang baru. Berikan kelebihan panjang, ikat dengan kawat baja atau dilas. Aplikasikan bahan antikarat.

- Lapisi permukaan yang telah bersih dengan perekat atau lem beton. Diamkan selama beberapa menit sesuai petunjuk produk.

- Pasang cetakan beton atau bekisting. Setelah siap, lakukan pengecoran. Gunakan bahan beton dengan kualitas sama atau lebih baik. Pukul-pukul sisi luar bekisting dengan palu karet untuk memadatkan.

- Setelah bekisting dibongkar lakukan perawatan (curing) permukaan beton seperti biasa untuk menghindari retak.

• Grouting atau Injeksi 

 (Sumber: disini)

Pada prinsipnya grouting adalah pengaplikasian bahan cair ke dalam celah atau rongga yang sulit dijangkau dengan alat injeksi bertekanan tinggi. Metode grouting dapat diterapkan untuk perbaikan plat beton keropos dengan tulangan rusak atau berkarat, terutama pada area yang sempit dan sulit. Bahan cair berupa material grouting berbahan dasar semen, epoxy, atau yang sesuai yang berkualitas bagus. Tahap pengerjaannya sebagai berikut.

Baca Juga: Plesteran Tetap Harus Dipasang Meski Musim Hujan? Tenang, Begini Caranya

- Lakukan tindakan chipping (seperti pada metode chipping & concreting di atas) hingga tahap pemasangan bekisting. Pastikan bekisting mampu menahan tekanan material yang akan diinjeksikan.

- Tanam pipa inlet dan pipa outlet lubang kontrol pada bekisting. Tutup setiap celah pada bekisting dengan bahan sealant untuk mengantisipasi kebocoran.

- Tunggu selama 24 jam untuk curing. Kemudian lakukan injeksi dengan bahan grouting berkualitas dengan tekanan yang sesuai.

- Setelah injeksi selesai, potonglah pita inlet dan outlet.

- Setelah cetakan dibuka lakukan perawatan (curing) permukaan beton seperti biasa untuk menghindari retak.

Lakukan pemeriksaan sebelum menentukan tindakan perbaikan, dan jangan lupa mengenakan perlengkapan keselamatan kerja. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani