Masuk

Tips

Beranda / Tips
Kunci Utama Konstruksi Indonesia, Jangan Remehkan Rantai Pasok
Konstruksi Sipil | 03 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Pernahkah #SahabatJagoBangunan diminta menghentikan pekerjaan di proyek konstruksi karena material yang dibutuhkan tidak tersedia atau alat berat yang disewa belum dikirim? Selain tenaga kerja, ketersediaan peralatan dan material merupakan aspek yang berperan dalam kelancaran pekerjaan di proyek konstruksi. Keterlambatan pengadaan peralatan dan material berkaitan dengan rantai pasok. Apakah itu rantai pasok? Pada artikel ini #PakJago ingin mengupas sekilas tentang seluk-beluk rantai pasok untuk memahami peran pentingnya.

Apa itu Rantai Pasok?

 (Sumber: disini)

Secara singkat, rantai pasok atau rantai suplai (supplay chain) didefinisikan sebagai sistem yang terkoordinasi—terdiri dari organisasi, sumber daya manusia, aktivitas, informasi, dan sumber-sumber lain—yang menyalurkan barang produksi atau jasa kepada pelanggan. Rantai pasok satu akan berkaitan dengan rantai pasok lain membentuk suatu sistem rangkaian yang kompleks.

Baca Juga: Lakukan 3 Cara Ini Untuk Mengatasi Plat Beton yang Keropos

Rantai pasok konstruksi merupakan koordinasi dari berbagai pihak —owner, arsitek atau konsultan, kontraktor, subkontraktor, pemasok berbagai jenis material, penyedia jasa dan alat—secara langsung maupun tidak langsung mencapai tujuan proyek yaitu menghasilkan produk konstruksi —bangunan atau gedung (hunian, fasilitas sosial, komersial), jalan, atau pun jembatan.

Pentingnya Rantai Pasok dalam Konstruksi

 (Sumber: disini)

Mengapa rantai pasok dikatakan sebagai kunci utama dalam konstruksi? Pada dasarnya kelangsungan sebuah proyek konstruksi tergantung pada banyak pihak. Tidak hanya semata-mata pada owner atau penyandang dana, arsitek, manajer proyek, dan para tukang; melainkan juga pada perusahaan suplier material, penyedia jasa penyewaan mesin dan alat berat, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut secara langsung maupun tidak akan membentuk rantai pasok konstruksi. Rantai pasok konstruksi mempengaruhi kinerja kontraktor dan menjadi kunci utama apakah proyek konstruksi dapat selesai (siap digunakan atau dihuni) tepat waktu atau tidak.

Jika diamati, tidak jarang keterlambatan proyek terjadi karena gangguan pada rantai pasok. Keterlambatan pengadaan material di lapangan disebabkan beberapa hal, seperti: stok material kosong karena terhentinya produksi; spesifikasi material tidak sesuai kebutuhan di lapangan; terhambatnya proses pengiriman; dan sebagainya.

 (Sumber: disini)

Keterlambatan proyek memiliki efek domino atau berdampak luas. Misalnya, produk konstruksi terlambat dipasarkan atau owner tidak bisa menempati tepat waktu; kontraktor mendapat denda keterlambatan sehingga mengalami kerugian sekaligus penurunan reputasi; dan sebagainya.

Mengingat sedemikian pentingnyaperan rantai pasok dalam proses konstruksi maka harus dikelola dengan baik. Untuk itu diperlukan manajemen rantai pasok yang andal dan terpercaya. Keandalannya diupayakan dengan terbentuknya sistem dan terjalinnya kerja sama yang baik semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok di bawah kontraktor utama. Sebagai koordinator, kontraktor utama harus memastikan pihak-pihak yang terkait dalam pengadaan material, alat, dan sumber daya lain mampu memproduksi dan/atau menyediakan/mengirim tepat waktu. Koordinator harus melakukan pengaturan untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan. Alhasil proses kontruksi tidak terganggu dan dapat selesai tepat waktu.

Keberhasilan Konstruksi Indonesia

(Sumber: disini)

Industri konstruksi menjadi salah satu penggerak perekonomian Indonesia, karena kebutuhan barang dan jasa dalam industri konstruksi berpotensi memicu pertumbuhan berbagai sektor industri lain. Misalnya saja industri bahan bangunan, seperti batu bata, batako, genting, ubin keramik; industri semen; industri besi dan baja; industri bahan pelapis dan finishing, seperti wallpaper, veneer, cat, politur, industri mesin dan perkakas kerja; dan sebagainya.

Baca Juga: Punya Sisa Semen? Jangan Khawatir, Cara Ini Bisa Membuat Sisa Semen Bertahan Hingga 6 Bulan, Lho..

Selain itu juga memicu pertumbuhan industri jasa dan transportasi. Dengan adanya industri konstruksi, industri bahan bangunan, industri mesin, juga industri jasa dan transportasi menjadi bisnis yang menjanjikan. Jadi, keberhasilan konstruksi juga memberikan pengaruh yang signifikan pada laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Demikian informasi #PakJago tentang rantai pasok, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Terus simak artikel #PakJago yang lain ya.

Editor: Damae Wardani