Masuk

Tips

Beranda / Tips
Konstruksi Sarang Laba-Laba Ini Ternyata Bisa Diterapkan pada Bangunan Sederhana
Konstruksi Sipil | 22 Aug 2017

Oleh: Setyo Bekti

Tahukah #SahabatJagoBangunan, daerah yang memiliki daya dukung tanah rendah, membutuhkan pondasi yang tak biasa. Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto menemukan model pondasi yang tepat untuk pembangunan pada daerah tersebut pada 1976. Mereka menyebutnya dengan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL). Pondasi ini biasa dilakukan pada proyek pembangunan gedung berukuran besar, seperti mall, kantor, hotel, hingga bandar udara.

Bagaimana dengan bangunan kecil pada daerah dengan daya dukung tanah rendah dan memerlukan penggunaan pondasi konstruksi sarang laba–laba (KSLL)? Jangan khawatir, #SahabatJagoBangunan. Ternyata penerapan KSLL pada pondasi bangunan bisa lebih sederhana tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

Gambar 1. Pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL). (Sumber: disini)

Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) merupakan pondasi bawah konvensional hasil kombinasi antara sistem pondasi pelat beton pipih menerus dan sistem perbaikan tanah. Konstruksi tersebut dinamakan sarang laba-laba karena memang pembesian pelat pondasi di daerah kolom seperti jaring laba-laba dan di atas pondasi dipasang pelat yang siap dibangun.

 Bagaimana cara menerapkan KSLL ini pada bangunan sederhana? Simak penjelasan #PakJago ini, yuk!

  1. Penerapan Konstruksi Sarang Laba – Laba sederhana

Gambar 2. Tampak Atas Pondasi Konstruksi Sarang Laba–Laba Sederhana (Sumber: Setyo Bekti)

Penerapan pondasi dengan konstruksi sarang laba-laba (KSLL) bisa dikerjakan untuk pembangunan di daerah dengan daya dukung tanah rendah, tanpa memengaruhi kualitas bangunan. Namun, sebelum #SahabatJagoBangunan menerapkan pekerjaan ini, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan berikut ini:

- Penggunaan pondasi konstruksi sarang laba–laba sederhana ini diperuntukan untuk bangunan maksimal dua lantai

- Luas bangunan lantai satu minimal 20 m2

- Ada perbaikan tanah sirtu untuk tanah dasar

- Pasangan rollag diatas sirtu telah dipadatkan

-Ada sloof anak sebagai pengganti rib

- Bangunan yang bisa dibangun diantaranya ruko (rumah toko) dan rumah berlantai dua.

  1. Memulai pekerjaan Konstruksi Sarang Laba – Laba sederhana

Gambar 3. Potongan Melintang Pondasi. (Sumber: Setyo Bekti)

Cara pembuatannya hampir sama dengan pembuatan pondasi sarang laba-laba pada umumnya. Hanya saja, ada beberapa perbedaan karena pondasi yang kita buat jadi lebih sederhana. Berikut tahapan-tahapan yang dilakukan:

- Bersihkanan lahan yang akan dibangun

- Lakukan pekerjaan galian tanah sedalam 20 cm dengan panjang sesuai pondasi yang telah direncanakan

- Timbun galian tanah tersebut menggunakan sirtu, kemudian padatkan

- Setelah benar-benar padat, mulailah pekerjaan pasangan bata rollag sebanyak 2 lapis, tepat diatas tanah sirtu yang telah padat

- Sambil menunggu pekerjaan pasangan rollag keras sempurna, lakukan kegiatan pembesian untuk sloof induk dan sloof anak dengan besi utamanya berukuran 6d - 16mm dan begelnya d10 – 15cm.

- Letakan Pembesian diatas pasangan rollag yang telah mengeras sempurna, Cetak dengan Bekisting ukuran 25 x 40 cm.

- Buatlah adonan beton sloof induk dan sloof anak dengan perbandingan adonan beton 1 (semen) : 1,5 (pasir) : 2,5 (koral - beton K-250). Lalu tuang pada cetakkan bekisting dan tunggu hingga kering dan mengeras.

Konstruksi Sarang Laba-Laba. (Sumber: disini)

SahabatJagoBangunan, itu dia informasi mengenai penerapan proyek pembangunan yang berukuran kecil dengan menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Laba - Laba (KSLL) sederhana. KSLL bisa diterapkan untuk bangunan berukuran kecil dan besar, untuk mengurangi risiko bahaya bangunan yang berada di daerah dengan daya dukung tanah rendah. Selamat mencoba.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak artikel-artikel menarik lainnya dari #PakJago, ya.

 

Editor: Damae Wardani