Masuk

Tips

Beranda / Tips
Konstruksi Sambungan Cor Balok Ada yang Retak? Atasi Dengan Teknik Grouting Ini
Konstruksi Sipil | 11 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Konstruksi balok beton, berpotensi mengalami retak kapan pun. Bisa karena dimakan usia, setelah pengerasan, saat proses pengerasan, bahkan sesaat setelah beton dicor. Retak bisa tidak berlanjut, namun bisa juga bersifat aktif atau terus berlanjut sehingga melebar atau memanjang.

Posisi retak bisa di mana saja, terlebih lagi pada sambungan cor balok. Salah satu cara mengatasi retak tersebut adalah grouting. Nah, kali ini #PakJago hendak membahas teknik grouting untuk mengatasi retak pada sambungan cor balok.

Retak pada Balok

 (Sumber: disini)

Retak pada balok beton bisa berupa retak nonstruktural maupun struktural. Retak nonstruktural misalnya retak-retak rambut yang relatif kecil disebabkan pengaruh lingkungan dan perubahan cuaca. Retak struktural bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut.

Baca Juga: Lakukan 6 Cara Ini Untuk Membuat Bekisting Kokoh dan Anti Ambrol

 Penggunaan material yang kurang berkualitas yang berakibat ikatan antarbahan tidak solid. Misalnya, pasir dan split mengandung lumpur, kotoran, atau bahan organik.

 Proses pengerjaan tidak tepat atau kurang sempurna, dari pembuatan bekisting, penulangan, pengecoran hingga perawatan (curing). Misalnya, penulangan pada area tumpuan tidak sesuai standar; selimut beton terlalu tebal; selama proses curing sudah diberi beban berlebih; dan sebagainya.

 Pembebanan melebihi kemampuan balok.

 Pengaruh dari luar, seperti getaran gempa.

 (Sumber: disini)

Retak pada sambungan cor balok termasuk kerusakan bersifat struktural. Selain sebagai dampak pembebanan berlebih, penyebab retak pada area sambungan bisa dipengaruhi oleh beberapa hal terkait pengerjaan sambungan seperti berikut.

 Penghentian pengecoran sementara memakan waktu terlalu lama sehingga coran balok tahap sebelumnya terlanjur mengeras. Akibatnya, coran lanjutan tidak dapat melekat sempurna. Mungkin juga karena penghentian pengecoran tidak pada titik yang tepat.

 Konstruksi atau sistem sambungan antara coran lama dan baru kurang tepat.

 Tidak terjadi pelekatan yang sempurna antara beton lama dan beton baru. Penyebabnya beragam, seperti permukaan balok lama tidak bertekstur, tidak dibersihkan dari kotoran, tidak diaplikasikan perekat beton; dan sebagainya.

Atasi Retak Sambungan dengan Grouting

 (Sumber: disini)

Sambungan cor balok yang terlanjur retak harus segera diatasi, karena retak perlahan akan memisahkan balok dan memicu kerusakan tulangan. Telusuri retak dan identifikasikan. Jika hanya berupa retak-retak rambut, cukup dilakukan pelapisan (coating) dengan bahan epoxy, setelah sebelumnya jalur retakan dibersihkan dan dilapis perekat beton atau bonding agent.

Sementara itu, untuk retak struktural dapat dipilih teknik grouting sebagai solusi. Grouting adalah sementasi untuk mengisi celah, rongga, retakan, dan sejenisnya. Untuk retak sambungan cor balok bisa diterapkan pressure grouting yaitu menginjeksikan bahan grout cair ke dalam retakan dengan diberi tekanan (dipompa). Material grouting, seperti epoxy resin atau bahan sejenis akan mengikat kembali kedua bagian balok yang terpisah. Berikut tahap-tahap pelaksanaannya.

 Siapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti sikat kawat, kompresor, gerinda, kape, satu set alat preassure grouting, material grouting serta perekat yang sesuai, dan sebagainya.

 Pertama-tama tandai jalur retakan. Kemudian bersihkan jalur retakan dari debu, serpihan, dan kotoran lain. Gunakan sikat kawat dan vacuum cleaner atau kompresor.

 (Sumber: disini)

 Pasang nipple injeksi beton dengan perekat berbahan dasar epoxy pada jalur retakan. Beri jarak antar-nipple kira-kira 15-20 cm. Lalu, aplikasikan sealant atau bahan sejenis di sekeliling nipple dan jalur retakan untuk mengantisipasi bocor. Biarkan hingga mengering.

 Siapkan material grouting yang akan diinjeksikan. Buat campuran grouting sesuai petunjuk produsen. Lalu, masukkan bahan cair tersebut ke dalam tabung injeksi grouting sesuai dosis.

 Injeksikan bahan grout melalui nipple. Gunakan tekanan rendah pada kompresor agar bahan grout dapat mengisi celah atau retakan dengan sempurna. Bisa dipasang selang penghubung antar-nipple atau diterapkan injeksi nipple satu per satu dari titik terendah (untuk posisi vertikal).

 Hentikan proses injeksi jika seluruh nippel telah terisi penuh lalu tutup. Diamkan hingga mengering sekitar 24 jam, lalu gunakan gerinda untuk melepas nipple.

Baca Juga: Yakin Konstruksi Balok Beton Anda Kuat? Cek Dulu 3 Ciri-Ciri Ini

 Lakukan finishing.

Jangan lupa kenakan perlengkapan K3, terutama pelindung mata dan sarung tangan. Demikian informasi #PakJago tentang pressure grouting untuk retak pada sambungan cor balok. Semoga bermanfaat.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani