Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ketahui Alat, Bahan, dan Cara Memasang Plafon Berbahan Tripleks Ini Agar Hasilnya Rapi dan Kokoh
Konstruksi Sipil | 03 Oct 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Tahukah #SahabatJagoBangunan, apa saja material plafon yang bisa kita pilih di pasaran? Pada dasarnya semua material memiliki kekurangan dan kelebihan. Begitu juga cara pemasangan yang paling tepat untuk masing-masing material. Namun ada beberapa material plafon yang relatif populer dan sering digunakan, seperti triplek, gipsum, dan GRC.

Nah, kali ini #PakJago akan berbagi tentang bagaimana proses pemasangan plafon berbahan tripleks agar hasilnya sesuai harapan klien, rapi, dan kokoh.

Baca Juga: Serba-Serbi Material Plafon

Kebutuhan Alat dan Bahan

(Sumber: disini)

Alat dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pemasangan plafon tripleks, antara lain: meteran, penyiku, water pass, benang, pensil tukang, palu (atau nails gun), gergaji kayu (manual atau elektrik), alat serut kayu atau gerinda, alat bor, kape, perlengkapan mengecat, perancah (andang), dan tangga. Peralatan lain yang tidak kalah penting ialah perlengkapan K3. Sementara bahan yang harus disiapkan meliputi:

1. tripleks (pilih ukuran standar 244×122 cm, dengan tebal sesuai keinginan 3, 4, atau 6 mm);
2. lis plafon (profil) kayu siap pakai;
3. kayu ukuran 6/12 dan kaso 5/7 atau 4/6 (ada baiknya kayu diserut agar rata dan memudahkan pemasangan; untuk mengantisipasi rayap aplikasikan pelapis antirayap);
4. papan kayu ukuran 2/20 cm untuk perkuatan sudut-sudut rangka plafon;

(Sumber: disini)

5. paku usuk dan paku tripleks secukupnya;
6. mur-baut, ukuran sesuai ketebalan dinding + kayu bingkai (6/12)
7. compound (semen putih, gipsum, atau dempul);
8. kain kasa atau lakban gipsum, dan ampelas;
9. cat dinding atau bahan finishing lain.

Pemasangan Plafon Tripleks

Plafon dikerjakan setelah dinding rapi (sudah diplester dan diaci, kecuali dinding ekspose). Kondisi atap dipastikan bebas tempias atau bocor. Sebelum pekerjaan dimulai, tentukan ketinggian plafon. Idealnya tinggi plafon sekitar 2,8-3,2 meter. Untuk menghitung rumusnya panjang ditambah lebar dibagi 2. Misal, ruangan berukuran 2×3 meter, maka tinggi plafon ±2,5 meter.

Gunakan tangga atau perancah (andang) untuk memudahkan pekerjaan. Lalu, lakukan proses pemasangan plafon tripleks dengan mengikuti tahapan berikut.

1. Lakukan pengukuran tinggi plafon (sesuai hitungan). Gunakan water pass untuk memeriksa kedataran. Tandai dengan menanam paku pada titik-titik elevasi serta menghubungkannya dengan menarik benang pada keempat sisi ruang.

(Sumber: disini)

2. Potonglah balok 6/12 cm untuk rangka plafon bagian tepi (bingkai plafon) sesuai lebar setiap sisi ruang. Siapkan lubang baut dengan mengebor kayu (jarak lubang 60-70 cm) dan juga pada dinding. Lalu, dengan mengikuti benang penanda elevasi, pasang bingkai plafon tersebut pada setiap sisi ruang.

Pasang dan kencangkan mur-baut untuk mengikat balok kayu ke dinding. Bingkai plafon juga dapat dibuat dengan kaso 5/7 cm, tetapi mungkin kekuatannya akan lebih rendah dibandingkan jika menggunakan kayu 6/12 cm.

3. Buat dudukan rangka plafon dari kaso 5/7 cm dengan panjang ±30 cm dengan bagian tengah yang dicoak membentuk huruf U. Pasang dudukan pada bingkai plafon (jaraknya disesuaikan desain plafon) dan ikat dengan paku usuk. Jika tidak ada desain khusus, pasang dudukan dengan jarak ±60-70 cm.

(Sumber: disini)

4. Pasanglah rangka plafon pada dudukan tersebut. Buat coakan berbentuk U pada kaso 5/7 cm yang dipasang lebih dahulu (pada dudukan) dan kaso 5/7 cm yang akan dipasang kemudian (melintang). Jadi, keduanya dapat disatukan dengan mudah dan juga tercipta permukaan yang rata untuk dipasang lembaran tripleks.

5. Jika rangka sudah terbentuk, berikan perkuatan dengan membuat penggantung rangka plafon. Penggantung dibuat dari kaso 5/7 cm atau bahan metal yang sesuai. Pasang penggantung pada beberapa bagian untuk menghubungkan rangka plafon dengan rangka atap atau plat beton (pada rumah bertingkat).

6. Potong papan kayu 2/20 cm dengan panjang yang sesuai untuk memperkuat sudut-sudut antarkaso pada rangka plafon. Kemudian, pastikan rangka plafon rapi dan kokoh juga periksa kedatarannya dengan water pass.

(Sumber: disini)

7. Pastikan instalasi mekanikal elektrikal pada area plafon terkait sudah terpasang dengan baik.

8. Potong tripleks sesuai ukuran yang direncanakan. Sebenarnya tripleks dapat dipasang dalam bentuk lembaran utuh. Namun, untuk memudahkan serta memberi nilai estetika, triplek dapat dipotong menjadi beberapa bagian. Misalnya, menjadi 2 atau 4 bagian.

9. Pasang lembaran tripleks yang telah dipotong sesuai pola yang diinginkan. Mulailah dari bagian tepi. Gunakan paku tripleks untuk mengikatnya dengan rangka plafon. Penggunaan nails gun (alat penembak paku) dapat membantu mempercepat pekerjaan. Pastikan semua lembaran tripleks terpasang dengan rapi dan kuat.

10. Agar plafon terlihat rapi dan indah, aplikasikan lis plafon (profil). Pasang profil pada sekeliling tepi plafon sehingga membentuk bingkai.

(Sumber: disini)

11. Bersihkan permukaan nat (celah antarlembaran), lalu gunakan kape untuk mengaplikasikan compound untuk menutup celah tersebut. Kemudian tempelkan kasa atau lakban gipsum, dan sekali lagi aplikasikan compound.

Bahan compound juga dapat digunakan untuk menutup permukaan tripleks yang cacat atau tidak rata. Setelah kering, ampelas permukaannya agar rata dan halus sebelum dilakukan finishing. Terakhir, aplikasikan cat (atau bahan finishing lain) sesuai keinginan klien.

Baca Juga: Mau Hasil Cat Tampak Mulus dan Rapi, Praktikan Teknik Ini

Penjelasan yang #PakJago bagikan ini untuk plafon standar. Ada banyak model dengan variasi ketinggian atau pola pemasangan tripleks. Pastikan #SahabatJagoBangunan membuat rangka plafon yang tepat agar kokoh.

Untuk mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani