Masuk

Tips

Beranda / Tips
Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan? Ini Kata Pak Jago
Konstruksi Sipil | 24 Dec 2021

Fondasi memiliki fungsi sebagai dasar sebuah bangunan yang dibangun di atasnya. Keberadaannya menjadi faktor yang sangat penting karena menentukan seberapa kokoh bangunan yang didirikan. Pengerjaannya tidak boleh sembarangan, karena bisa-bisa bangunan justru roboh lebih dulu sebelum selesai dibangun.

Salah satu jenis fondasi yang mungkin sudah sering Sahabat Jago dengar adalah fondasi cakar ayam. Kehadiran fondasi cakar ayam menjadi salah satu inovasi penting di dunia konstruksi dan bangunan. Sebagai informasi, fondasi cakar ayam ini menjadi salah satu karya kebanggaan Indonesia. Kenapa bisa begitu? Yuk, simak lebih dalam tentang fondasi cakar ayam bersama Pak Jago.

Apa Itu Fondasi Cakar Ayam?

 

Fondasi cakar ayam adalah salah satu metode dalam pembuatan fondasi bangunan. Disebut begitu karena bentuknya yang mirip dengan kaki ayam saat mencengkeram tanah dengan kuat. Fondasi ini terdiri dari plat beton bertulang yang memiliki ketebalan kurang-lebih 25 cm. Tapi ketebalan ini bisa berbeda tergantung pada kondisi tanah dan jenis konstruksinya.

Inovasi fondasi cakar ayam muncul dari pemikiran Prof. Dr. Ir. Sedyatmo pada tahun 1961. Saat itu beliau adalah pejabat PLN dan ditugaskan untuk membangun menara listrik tegangan tinggi di daerah Ancol, Jakarta. Tanah yang berawa-rawa membuat proyek ini terhambat.

Akhirnya, beliau memiliki ide untuk menggunakan fondasi cakar ayam yang terdiri dari plat beton dengan pipa-pipa beton sebagai pendukung di bawahnya. Fondasi ini mencengkeram tanah berawa yang lembek dengan kuat. Hingga sekarang, fondasi cakar ayam sudah digunakan untuk berbagai bangunan, mulai dari bangunan bertingkat, jalan layang, hingga jembatan di berbagai negara.

 

Manfaat Fondasi Cakar Ayam

Seperti di awal kemunculannya, fondasi ini berfungsi untuk menopang bangunan yang berada pada kondisi tanah lunak, lembek, atau berair. Penggunaan fondasi cakar ayam juga membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan aman dari risiko tanah bergeser. 

Kondisi tanah Indonesia yang beragam, mulai dari daerah rawa, pegunungan, hingga dataran rendah, sangat cocok dengan fondasi cakar ayam. Hal itu juga yang membuat fondasi ini sangat banyak digunakan di perumahan dan bangunan-bangunan tinggi.

Kapan Fondasi Cakar Ayam Perlu Diterapkan pada Rumah?

Jika Sahabat Jago akan membangun rumah 2 lantai atau lebih, tidak ada salahnya menggunakan fondasi cakar ayam. Selain untuk menopang beban dan struktur bangunan di atasnya, fondasi ini juga cukup kuat sehingga tanah di bawahnya bisa terhindar dari kemungkinan amblas. Untuk bangunan sederhana 2 lantai, Sahabat Jago bisa menggunakan fondasi berukuran 80x80x25 cm dengan kedalaman tanah 80-100 cm.

Di sisi lain, fondasi cakar ayam juga memiliki kekurangan. Pembuatan fondasi ini cukup rumit dan membutuhkan peralatan serta bahan material yang cukup banyak, sehingga waktu pengerjaannya menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada biaya pembuatannya yang menjadi cukup mahal.

Jika Sahabat Jago hanya membangun rumah 1 lantai di tanah yang stabil, penggunaan fondasi cakar ayam tidak diperlukan. Rumah kecil yang biasanya memiliki dana terbatas dalam pembangunannya, tidak cocok jika menggunakan fondasi ini, mengingat biaya pembuatan fondasi cakar ayam yang cukup mahal.

Tapi jika lokasi pembangunan rumah berada pada kondisi tanah lunak, Sahabat Jago perlu untuk menerapkan fondasi cakar ayam. Ukuran fondasi rumah sederhana 1 lantai yang digunakan adalah 60x60x25 cm dengan kedalaman tanah 50-70 cm.

Demikian seluk-beluk dan manfaat fondasi cakar ayam dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan