Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jenis Air yang Tepat Agar Beton Lebih Kuat
Konstruksi Sipil | 06 Apr 2021

Jenis Air yang Tepat Agar Beton Lebih Kuat 

 

Beton yang berkualitas adalah beton yang tetap kuat dalam jangka waktu panjang. Untuk membuat beton dengan kualitas tinggi, maka air yang digunakan perlu diperhatikan.

Pasalnya, air yang digunakan dapat menentukan kualitas pasta semen yang menjadi bahan dasar beton.
Karakter air yang dipilih harus mendukung proses setting semen , serta tidak menyebabkan korosi pada tulangan. 

Pada prinsipnya,  jika kita menggunakan bahan seperti besi, baja atau logam lainnya, sebaiknya hindari terhadap penggunaan air yang bersifat asin. Karena kadar garam sangat cepat merusak logam.  

 

Nah Sahabat, agar konstruksi dan struktur bangunan lebih kuat, jenis air apa yang sebaiknya kita gunakan untuk campuran beton? Mari simak artikel berikut.

 

Air Tawar Campuran Terbaik 

Untuk beton  yang kuat dan tahan lama, air tawar merupakan pilihan terbaik sebagai campuran beton karena mempunyai pH (tingkat keasaman) yang ideal (pH 5-7). 

 

pH merupakan tingkat keasamanan atau basa yang dapat diukur menggunakan pH meter. Perbedaan sifat asam dan basa dapat dilihat pada skala/nilai yang dimiliki pH yaitu dari 0 – 14, yang mana dikatakan bersifat asam jika nilai pH 1 – 6, normal pada pH 7 dan bersifat basa jika mempunyai nilai 8 – 14.

 

Air laut memiliki kadar pH lebih 8, jadi sifatnya asin. 

Jika menggunakan air laut, campuran beton akan memiliki sifat rekat yang lebih lemah dibandingkan dengan jika menggunakan air tawar. 

Dengan sifat rekat yang lebih lemah ini, beton yang dihasilkan akan memiliki permukaan yang lebih renggang (porositas). Jika permukaan beton renggang, maka beton tidak lagi tahan air. Kualitas beton yang tidak tahan air akan lebih cepat menurun dibandingkan yang tahan air. 

 

Karena permukaannya yang renggang dan tidak lagi tahan air, rangka besi beton juga akan lebih mudah berkarat. Pasalnya, udara dan air yang merupakan dua zat penyebab karat akan dapat menembus permukaan beton. Rangka besi beton yang berkarat akan secara cepat mengurangi kekuatan beton. Jika dibiarkan, bangunan rawan mengalami keretakan. 






Kadar pH terbaik untuk air campuran beton adalah 5.0-7.0








Menurut penelitian, kekuatan beton yang menggunakan air laut dalam campurannya hanya dapat bertahan kurang dari 7 hari.  

Saat beton berusia lebih dari 28 hari, kekuatan beton yang menggunakan campuran air laut mulai menurun drastis.  



Sama halnya dengan air laut yang bersifat asin, air yang bersifat manis (pH kurang dari 4) juga sebaiknya dihindari untuk membuat beton. Air ini dapat membuat pasta semen mengering dan mengeras dalam waktu yang jauh lebih singkat. 

Sekilas beton yang cepat kering dan cepat keras nampak bagus. Pasalnya, hal ini dapat membuat beton lebih cepat untuk dipakai. 

Namun, beton yang pengerasannya terjadi begitu cepat mempunyai struktur yang lebih lemah.

 Tips Pemilihan Air untuk Campuran Beton

Agar beton yang dihasilkan kuat dan tahan lama, pilihlah air dengan kriteria yang tepat, sebagai berikut : 

 

  • Air bersih

 

Pastikan air yang Anda gunakan benar-benar bersih dan bening.  

Jangan sampai air yang Anda gunakan kotor, apalagi bercampur dengan sampah dan lumpur. Sampah berukuran besar maupun kecil dapat mengganggu tingkat kerapatan permukaan beton (menyebabkan porositas). 

Sedangkan lumpur yang terkandung dalam air dapat mengurangi daya lekat semen secara drastis. Campuran lumpur juga membuat beton mengembang, sehingga bentuk dan ukuran akhir beton akan jauh berbeda dari rancangan awal..

 

 

  • Gunakan air tawar

 

Pastikan air yang Anda gunakan berasa tawar, dengan pH tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 7 dan rasanya tidak payau. Air asin dapat menurunkan kekuatan beton dan menyebabkan karat pada rangka beton.
Air laut masih aman digunakan pada besi tanpa tulangan, dan memiliki kandungnan garam tidak lebih dari 35.000 ppm

Air tidak boleh mengandung kadar potassium yang tinggi (umumnya dijumpai pada air tanah) sebab dapat menimbulkan reaksi alkali - agregat. 

Gunakan air tawar pada campuran semen, terutama pada beton dengan besi bertulang.



 

  • Pastikan bersih dari minyak

 

Gunakan air yang bebas dari kontaminasi minyak, terutama dalam jumlah yang banyak. Sifat alami minyak yang tidak dapat menyatu dengan air dapat mengganggu saat air dicampur dengan semen. Pasta semen yang tidak bercampur dengan baik dapat menyebabkan munculnya rongga di permukaan beton (porositas).

 

Air bersih bebas kotoran, minyak dan lumpur




Konsultasi Jago Bangunan

Demikian pembahasan mengenai air tawar untuk campuran beton yang kuat dan tahan lama. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar pembuatan beton atau hal konstruksi lainnya, segera hubungi kami melalui website Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan.