Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jangan Tunggu Parah, Segera Perbaiki Rangka Atap Kayu Anda Sekecil Apa pun Kerusakannya
Konstruksi Sipil | 23 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Rangka atap merupakan salah satu bagian terpenting dari bangunan. Kerusakan rangka atap sangat berbahaya karena berisiko membuat jatuh penutup atap (genteng) yang ada di atasnya; menimbulkan kebocoran jika turun hujan; dan yang terparah ialah runtuhnya atap secara keseluruhan. Karenanya, sekecil apa pun kerusakan rangka atap harus harus segera diperbaiki.

Kerusakan rangka atap kayu biasanya disebabkan oleh kayu yang sudah aus atau keropos, lantaran sering terkena tetesan air hujan atau terserang rayap. Seperti #SahabatJagoBangunan ketahui, material kayu tidak tahan lembap, air, maupun rayap. Satu-satunya cara perbaikannya ialah dengan mengganti kayu yang keropos atau patah tersebut dengan kayu baru.

Menurut #PakJago, perbaikan rangka atap kayu tidak selalu dilakukan dengan membongkar secara menyeluruh, tetapi bisa secara parsial. Berikut pertimbangan untuk menentukannya.

  • Perbaikan rangka atap secara menyeluruh

(Sumber: disini)

Perbaikan demikian diperlukan jika kerusakan rangka atap sudah tergolong parah. Misalnya, jika sebagian besar reng dan usuk mengalami kerusakan (keropos, patah, atau terserang rayap).

Ini juga disarankan bila kerusakan terjadi pula pada gording atau bagian rangka kuda-kuda. Perbaikan secara menyeluruh akan memerlukan biaya relatif besar. Waktu yang dibutuhkan juga cukup lama, karena jika perlu semua genting harus diangkat lebih dahulu.

  • Perbaikan sebagian rangka atap

(Sumber: disini)

Perbaikan ini untuk kerusakan rangka atap yang tergolong relatif kecil dan ringan, misalnya keropos hanya terjadi pada sebagian kecil reng atau kaso. Jika demikian, perbaikan rangka atap dapat dilakukan bagian per bagian. Selain menghemat biaya, perbaikan secara parsial relatif lebih efisien.

Untuk perbaikan rangka atap secara parsial, #SahabatJagoBangunan tidak perlu membongkar seluruh bagian atap. Proses perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan beberapa tahap berikut.

- Siapkan perkakas dan perlengkapan yang diperlukan, seperti meteran, penyiku, pensil, senter, gergaji dan palu (lebih efektif gergaji elektrik portabel dan nail gun), paku, leveling, tangga, dan juga perlengkapan K3.

(Sumber: disini)

Lakukan pemeriksaan untuk menemukan kerusakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dari arah luar. Permukaan atap yang tidak rata atau melengkung dapat menjadi indikasi adanya reng, usuk (kaso), atau gording yang patah maupun keropos.

Namun, untuk pemeriksaan dari dalam, ialah dengan masuk ke dalam loteng (lubang atap). Ini akan lebih efektif. Lakukan penyenteran untuk mengetahui adanya bagian rangka atap yang keropos atau patah. Gunakan palu atau alat lain untuk mengetuk kayu dan meneliti tingkat kekeroposan. Tandai bagian tersebut.

(Sumber: disini)

- Pastikan bagian yang diduga keropos atau patah. Lalu, lakukan pembongkaran penutup atap. Angkat semua genting yang terdapat di atas rangka atap yang rusak atau pada area terdekat. Lakukan secara hati-hati.

- Ukurlah panjang reng atau usuk yang keropos atau patah dan catat dengan benar. Jika sudah diukur, potong dan buanglah bagian yang keropos atau patah tersebut. Lakukan pemotongan sedikit demi sedikit secara hati-hati agar tidak menganggu batang yang lain.

- Siapkan kayu baru sebagai pengganti sesuai ukuran reng, usuk, ataupun gording. Potonglah kayu sesuai panjang yang telah dicatat. Lalu, lapisi lebih dahulu permukaan kayu dengan bahan antirayap.

- Pasanglah kayu pengganti tersebut. Penggantian usuk atau gording dapat dilakukan dari arah dalam. Pastikan kedua ujungnya mendapat tumpuan. Untuk penggantian reng lebih mudah jika dilakukan dari luar.

(Sumber: disini)

Satukan kayu pengganti dan kayu lama dengan sistem sambungan lalu satukan dengan paku, jika perlu perkuat dengan pelat logam atau kayu tambahan pada kedua sisinya. Pastikan posisinya tepat dan kokoh.

- Jika perbaikan rangka telah selesai, letakkan kembali genting pada posisi semula. Pastikan genting ditumpu dengan baik serta tersambung rapat (tidak bercelah) agar tidak jatuh atau berpotensi menimbulkan kebocoran.

(Sumber: disini)

Dalam proses perbaikan rangka atap, #SahabatJagoBangunan dapat sekaligus melakukan upaya  perkuatan pada bagian sambungan antarkayu yang lain, meskipun tidak patah. Gunakan pelat logam sebagai perkuatan antar sambungan tersebut. 

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani