Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jangan Salah Pilih: Bata Merah, Batako atau Bata Ringan
Konstruksi Sipil | 19 Jun 2017

Saat ini ada 3 jenis material untuk dinding bangunan yang umum digunakan untuk konstruksi. Material dinding bangunan ini mudah dijumpai di pasaran yaitu Bata Merah, Batako dan Bata Ringan. Karena dinding ini bersifat permanen, maka pemilihan material harus dipertimbangkan dengan tepat, sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Untuk membantu Anda menentukan pilihan material dinding, berikut ini adalah ulasan tentang Bata Merah, Batako dan Bata Ringan, kelebihan dan kekurangan masing-masing.

BATA MERAH

Bata merah terbuat dari bahan tanah liat yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi, sehingga menjadi kering, keras dan berwarna kemerahan. Pembakaran bata merah bisa menggunakan bakaran kayu atau bakaran sekam. Bakaran kayu lebih baik kualitasnya. Ada bata merah pres yang dibakar dengan suhu lebih tinggi, membuat bata merah lebih presisi, lebih keras dan kuat, dan tentunya harga jauh lebih mahal.

Bata merah paling banyak digunakan untuk dinding bangunan karena mudah didapat dan teruji ketahanannya. Bata merah tahan terhadap panas, sehingga membuat dinding bangunan lebih dingin dan nyaman. Kebutuhan bata merah per M2 dinding sekitar ±70 buah bata merah.

Kelebihan Bata Merah :

  1. Mudah pemasangan dan menyusunnya, sehingga tidak perlu keahlian khusus.
  2. Pengangkutan lebih mudah dengan ukuran relatif kecil.
  3. Harga relatif murah dan mudah mendapatkannya.
  4. Tidak perlu perekat khusus, cukup adukan semen dan pasir.
  5. Tahan terhadap panas dan melindungi bangunan tahan dari api.

Kekurangan Bata merah :

  1. Sulit membuat pasangan yang rapi dan membutuhkan plesteran dinding.
  2. Suhu ruangan menjadi tidak stabil, karena bata merah menyerap suhu panas saat musim panas dan menyerap suhu dingin saat musim dingin.
  3. Material perekat cenderung tidak hemat.
  4. Waktu pemasangan lebih lama dibanding material dinding lainnya.
  5. Bata merah lebih berat dan menimbulkan beban lebih pada struktur bangunan.

 

BATAKO

Batako terbuat dari bahan campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau di pres. Ada juga batako yang terbuat dari bahan campuran batu tras, kapur dan air, bahkan ada yang dari bahan campuran semen, pasir kasar dan batu bara.

Kekuatannya batako lebih rendah dari bata merah, mudah retak, terutama jenis batako yang berongga.

Ukuran batako lebih presisi dibanding bata merah dan memiliki tekstur lebih halus. Umumnya ukuran batako adalah tebal 8-10cm, panjang 36-40cm dan tinggi 18-20cm. Kebutuhan per M2 dinding batako sekitar ± 15 - 20 buah batako

Kelebihan Batako :

  1. Secara kuantitatif, lebih hemat material dibanding bata merah.
  2. Ukuran yang sama, lebih rapi dan mudah pemasangannya.
  3. Lebih hemat waktu pemasangan dan biaya kerja tukang.
  4. Untuk batako yang berlubang dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
  5. Lebih kedap air dan mampu mengurangi rembesan air.
  6. Mudah dipotong dan rapi, bahkan bisa tanpa plesteran dinding.

Kekurangan Batako :

  1. Mudah terjadi retak dinding.
  2. Mudah dilubangi dan mudah pecah, karena rongga batako sisi dalam.
  3. Lebih menyerap panas, sehingga suhu ruangan menjadi panas.
  4. Kurang baik untuk insulasi suara.

 

BATA RINGAN

Bata Ringan terbuat dari bahan campuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Bata ringan ini dibuat dengan mesin pabrik, sehingga beratnya ringan, lebih halus dan tingkat kerataan yang baik. Bata ringan lebih meringankan beban struktur bangunan.

Umumnya bata ringan ini disebut sebagai hebel atau celcon. Bata ringan menjadi pilihan pengganti material dinding bangunan permanen dari bata merah maupun batako.

Ukuran bata ringan adalah panjang 60cm, tinggi 20 cm dan tebal 8 -10cm. Kebutuhan per M2 dinding bata ringan ± 8 buah bata ringan.

Pemasangan bata ringan biasanya dengan semen khusus yang dicampur air seperti acian, akan tetapi dapat juga dipasang dengan campuran semen dan pasir biasa seperti pada pemasangan dinding bata merah atau batako.

Kelebihan Bata Ringan :

  1. Kualitas dan ukuran bata ringan seragam, sehingga pasangan lebih rapi.
  2. Material perekat tidak perlu tebal, sehingga lebih hemat.
  3. Beratnya lebih ringan sehingga beban struktur berkurang.
  4. Pengangkutan lebih mudah.
  5. Kedap air dan kedap suara.
  6. Pemasangan lebih cepat
  7. Kekuatan dan ketahanan terhadap api.

Kekurangan Bata Ringan :

  1. Ukuran bata ringan yang besar, untuk dinding ukuran kecil, sisa material lebih banyak.
  2. Harga lebih mahal dan pembelian per M3 (minimal order / paket).
  3. Butuh keahlian dan ketelatenan khusus dalam pemasangan.
  4. Susah mendapatkannya dan hanya dijual di toko bangunan tertentu.
  5. Membutuhkan material perekat khusus seperti semen instan.
  6. Proses kering lebih lama (bila terendam air) dibanding bata merah.

Setiap material dinding memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tentukan pilihan material dinding sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada serta pertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanannya, apalagi untuk dinding permanen rumah tinggal anda.

Semoga dapat membantu pilihan tepat untuk anda (Cahyadi)