Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jangan Panik, Lakukan Ini Untuk Pertolongan Pertama Pada Rekan Kerja yang Patah Tulang
Kesehatan | 22 Sep 2017

Oleh: Dhafintya Noorca

#SahabatJagoBangunan, salah satu aturan terpenting pada pertolongan pertama ialah mengetahui pertolongan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ada kecelakaan kerja yang lebih baik tidak ditolong, daripada sakit yang diderita justru semakin parah, seperti patah tulang akibat terjatuh dari ketinggian.

Bila kejadian ini menimpa rekan kerja #SahabatJagoBangunan, jangan memindahkannya kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman. Terlebih bila bagian yang terluka adalah kepala, leher, atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Misalnya ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru dipindahkan.

(Sumber: disini)

Patah tulang umumnya disebut fraktur, dan digolongkan menjadi 2 macam: fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang dapat dikenali melalui cara berikut:

(Sumber: disini)

- Apabila korban atau #SahabatJagoBangunan merasa atau mendengar bunyi patahan tulang

- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan, dan korban mengalami kesulitan menggerakkan bagian yang terluka

- Bagian tubuh yang bertindak sebagai tumpuan ketika terjatuh terlihat bengkak. Bagian tubuh yang luka terlihat membiru. Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya.

- Ada rasa tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka. Bahkan terlihat ada perubahan bentuk, seperti ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya 

Apabila menemui gejala-gejala di atas, #SahabatJagoBangunan harus menghubungi paramedis setempat.  #PakJago juga akan memberikan tips penanganan darurat yang dapat dilakukan oleh #SahabatJagoBangunan sebagai berikut :

(Sumber: disini)

  1. Buka jalan napas dengan melonggarkan pakaian korban. Lakukan napas buatan jika diperlukan.
  2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
  3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
  4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
  5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
  6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
  7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
  8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
  9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
  10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

(Sumber: disini)

Itu dia cara menolong rekan yang mengalami kecelakaan dan berakitab patah tulang. Untuk mengetahui cara menolong rekan yang mengalami kecelakan kerja lainnya seperti tersengat listrik, pendarahan, dan lain-lain, #SahabatJagoBangunan bisa terus menyimak artikel kesehatan dari #PakJago selanjutnya.

Sahabat juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.

Editor: Damae Wardani