Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jangan Keliru, Begini Tahapan Pemasangan Daun Pintu dan Jendela yang Benar
Konstruksi Sipil | 13 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Meskipun terdapat beragam jenis dan bentuk, pada prinsipnya pintu dan jendela memiliki dua bagian utama, yaitu kusen dan daun pintu atau jendela. Setelah kusen yang berfungsi sebagai rangka terpasang dengan baik, #SahabatJagoBangunan harus memasang daun pintu atau jendela pada rangka tersebut.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu model dan bahan pintu atau jendela dan teknik pemasangannya. #SahabatJagoBangunan perlu mengetahui model dan bahan daun pintu atau jendela. Model dan bahan daun pintu atau jendela akan memengaruhi teknik pemasangan, juga alat dan material pendukung yang diperlukan.

(Sumber: disini)

Baca Juga: Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum

Terkait bahan, ada daun pintu atau jendela berbahan kayu, baik kayu solid maupun olahan (tripleks/multipleks, teakwood, dan MDF). Ada juga daun pintu/jendela dari material non kayu, seperti kaca, aluminium, PVC atau U-PVC, aluminium, dan plat besi, termasuk kombinasi material tertentu.

Ada juga daun jendela yang dipasang mati pada kusen (jendela kaca mati) yang hanya difungsikan untuk memasukkan terang alami. Namun kebanyakan daun pintu/jendela dipasang dengan engsel atau rel (sistem geser).

Pada sistem engsel, daun pintu/jendela digantung pada kusen menggunakan engsel, yang memungkinkan pintu/jendela dibuka-tutup (secara horizontal atau vertikal). Di pasaran tersedia engsel dengan beragam model, ukuran dan bahan. Pilihlah yang paling sesuai. Engsel harus kuat menahan berat daun pintu/jendela dan ukurannya sesuai dengan ukuran daun pintu/jendela.

(Sumber: disini)

Misalnya, untuk daun pintu ukuran standar (tinggi 210 dengan lebar 80-90 cm), bisa digunakan engsel ukuran 4 inci atau 5 inci. Jumlahnya cukup dua, dipasang di atas dan di bawah, masing-masing dengan jarak dari tepi sekitar 25 cm (untuk bagian atas) dan 30 cm (bagian bawah).

Namun, jika ukuran pintu lebih dari tinggi standar, bisa juga dipasang 3 engsel. Jika menggunakan 3 engsel, sebaiknya engsel tengah dipasang lebih rapat dengan engsel atas.

Tahap Pemasangan dan Penyetelan

Siapkan bahan pendukung dan alat yang diperlukan untuk pemasangan dan penyetelan daun pintu/jendela, seperti: engsel (misalnya dipilih engsel kupu-kupu atau engsel H), sekrup, paku, pensil, meteran, penyiku, palu, bor listrik yang dilengkapi obeng (+/-), dan ketam/alat serut. Jangan lupa kenakan perlengkapan K3.

Selanjutnya, ikuti tahap-tahap pemasangan berikut.

(Sumber: disini)

1. Pertama-tama, sesuaikan ukuran antara daun pintu atau jendela dengan lubang kusen. Karena ada kemungkinan daun pintu terlalu lebar/tinggi. Jika terjadi demikian, lakukan pemotongan atau pengetaman untuk menyesuaikan ukurannya.

2. Lakukan pengepasan dengan memasukkan daun pintu/jendela ke lubang kusen sesuai rencana arah bukaan (untuk jendela bisa horizontal atau vertikal). Hati-hati, jangan sampai terbalik. Setel pada arah lebar maupun tinggi.

Bila sudah pas, posisikan engsel dan lakukan pengemalan engsel baik pada tebal daun pintu/jendela maupun sponeng kusen. Kemudian, lepaskan daun pintu/jendela dan letakkan pada tempat yang rata.

3. Pahatlah sponeng kusen dan daun pintu/jendela yang telah ditandai untuk penempatan engsel. Kedalaman pahatan sesuai tebal engsel, dengan sedikit kelebihan (±1 mm).

4. Lakukan pemasangan engsel pada sisi tebal pintu/jendela. Pertama tandai posisi sekrup dengan paku, lakukan pengeboran, lalu tanam engsel dengan sekrup yang sesuai. Untuk memudahkan, gunakan bor elektrik yang dilengkapi obeng.

5. Pemasangan engsel pada sponeng kusen dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama dengan memasang daun pintu/jendela yang telah dipasangi engsel pada lubang kusen. Jika sudah pas, tandai posisi sekrup pada sponeng dengan paku, lakukan pengeboran, lalu tanam engsel dengan sekrup yang sesuai.

(Sumber: disini)

Cara kedua adalah dengan melepaskan bagian engsel yang akan dipasang pada sponeng (lepaskan pen), dan memasangnya tersendiri. Setelah itu barulah daun pintu dipasang untuk menyatukannya (pen dipasang kembali).

Baca Juga: Ketahui Alat, Bahan, dan Cara Memasang Plafon Berbahan Tripleks Ini Agar Hasilnya Rapi dan Kokoh

Catatan: Pada langkah 4 dan 5, engsel juga bisa dipasang pada sisi sponeng lebih dulu.

6. Setelah semua sekrup terpasang kuat dan rapi, cobalah membuka-tutup daun pintu/jendela sesuai arah pemasangan. Jika belum pas bisa lakukan perbaikan. Gunakan ketam untuk melonggarkan bagian yang terlalu rapat. Toleransi kelonggaran bisa berkisar antara 3-5 mm.

Demikian teknik pemasangan daun pintu dan jendela yang bisa Anda praktikkan. Semoga bermanfaat.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani