Masuk

Tips

Beranda / Tips
Jangan Biarkan Limbah Konstruksi Merusak Lingkungan, Lakukan Cara Ini Untuk Menanganinya
Konstruksi Sipil | 25 Sep 2017

Oleh: Riyaz Riyadi

#SahabatJagoBangunan, selama proses pembangunan, terutama untuk renovasi atau pembongkaran dan pembangunan kembali, banyak limbah kontruksi yang berceceran dan berantakan dimana-mana. Seperti pecahan genteng, bongkahan tembok, kayu bekas kusen, sisa material, debu, dan berbagai sampah yang harus segera dibersihkan.

Lalu bagaimana menangani dan mengurangi limbah konstruksi agar tidak terlalu ribet saat dibersihkan, bahkan bisa tetap menjaga kelestarian lingkungan? Simak tips dari #PakJago berikut ini.

  1. Rencanakan ruang penyimpanan material

(Sumber: disini)

Perencanaan ruang penyimpanan ini sangat penting dan harus dipikirkan sejak awal. Selain untuk menampung material dan melindunginya dari perubahan cuaca (seperti tiba-tiba hujan), ruang penyimpanan juga mengamankan material bangunan dari bahaya yang tidak diinginkan. Terlebih jika material dibeli dalam jumlah banyak dan bernilai tinggi.

Adanya ruang penyimpanan yang ditata dengan baik juga mempermudah pengambilan material yang lebih dulu digunakan. Ini bisa mencegah material yang berceceran atau penumpukan material yang belum akan digunakan di lokasi pembangunan agar area konstruksi lebih bersih dan rapi.

  1. Gunakan kembali limbah materialnya

(Sumber: disini)

Pada proyek renovasi atau membangun kembali, #SahabatJagoBangunan bisa memilah mana limbah material yang masih layak pakai. Jadi saat pembongkaran tidak serta merta langsung membuang limbah atau menyatukan semua jenis limbah dalam satu area.

Pisahkan lebih dulu limbah material yang masih bisa digunakan agar tidak perlu keja dua kali untuk mengurainya. Limbah kini banyak didaur ulang ialah beton. Selain menghemat material baru, dengan memakai beton daur ulang juga berarti Anda mengurangi penambangan batu, pasir, dan semen sebagai bahan beton. 

  1. Pertimbangkan aliran limbah

(Sumber: disini)

Jika material memang sudah tidak layak digunakan, maka harus dilakukan pembongkaran. Namun, perlu diperhatikan bagaimana aliran limbah yang akan dilakukan selama proses pembongkaran. Terlebih limbah pembongkaran seringkali lebih banyak ketimbang limbah konstruksi.

Jangan sampai limbah menumpuk di satu tempat dan tidak ada rencana pengelolaan atau pembuangan yang baik. Penumpukan ini bisa menjadi sampah yang memakan banyak tempat, sulit dibersihkan, dan tidak enak dipandang. Apalagi jika hujan, limbah akan basah dan berat untuk diangkat saat dibersihkan. 

  1. Pilih material ramah lingkungan

(Sumber: disini)

Pilihlah material ramah lingkungan. Tak hanya untuk turut menjaga kelestarian bumi, material ramah lingkungan juga akan mengurangi jumlah limbah jika suatu saat nanti perlu dilakukan renovasi. Material bangunan dengan konten daur ulang juga bisa dipertimbangkan, seperti beton agredat, ubin, atau kayu. Anda juga bisa memilih produk lokal agar meminimalisir biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar untuk mengangkut material.

Itulah cara mengetahui penanganan limbah konstruksi agar tidak berserakan di lokasi pembangunan, terutama untuk renovasi atau pembongkaran dan pembangunan kembali. Mari kita kelola limbah itu dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Dua penanya terbaik setiap bulan akan mendapat hadiah menarik dari Semen Gresik. Sampai bertemu di artikel #PakJago yang lain ya, Sahabat.

Editor: Damae Wardani