Masuk

Tips

Beranda / Tips
Inovasi Material, Inilah Konstruksi Pelat Lantai Komposit dengan Floordeck yang Menyatukan Baja dan Beton
Konstruksi Sipil | 25 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan pernah mendengar istilah pelat lantai komposit? Komposit merujuk pada jenis bahan hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan berbeda sifatnya (fisika maupun kimia). Bahan-bahan tersebut tidak melebur, melainkan tetap dalam bentuk masing-masing namun saling mengikat dan bersinergi.

Material komposit dapat bersinergi karena memiliki sistem yang mempersatukan sehingga menghasilkan sifat baru. Pelat lantai komposit adalah salah satu inovasi material komposit yang menyatukan material baja dan beton. Pada artikel ini #PakJago akan mengulas tentang seluk beluk pelat lantai komposit.

Kekurangan dan Kelebihan Pelat Lantai Komposit


(Sumber: Majalah Rumahku)

Baca Juga: 5 Cara Mudah Memasang Kanopi Kantilever dan Ragam Pilihan Kombinasi Materialnya

Pada prinsipnya pelat lantai komposit adalah ngedak dengan floordeck atau steeldeck —wujudnya berupa pelat baja atau pelat baja galvanis bergelombang dengan tinggi sekitar 65 mm sampai 1 cm. Floordeck atau steeldeck berfungsi sebagai bekisting sekaligus menggantikan tulangan bawah pada beton konvensional.

Setelah ditambah tulangan atas dan dicor, pelat baja dan beton akan menghasilkan satu pelat lantai monolit. Selain antikarat dan tahan api hingga 2 jam, pelat baja ini juga memiliki daya tarik dan kekerasan yang relatif baik sehingga mampu menahan beban. Bentuknya yang bergelombang dan desain permukaannya memberikan efek penguatan.

Penerapan pelat lantai komposit pada bangunan memiliki beberapa keuntungan terutama terkait dengan penghematan material.

(Sumber: disini)

• Menghemat penggunaan material untuk pembesian, karena tulangan pelat bagian bawah tidak diperlukan lagi (fungsinya sudah digantikan pelat baja).

• Menghemat material papan/plywood untuk bekisting, karena pelat lantai baja atau pelat lantai baja galvanis sekaligus berfungsi sebagai bekisting.

• Mengurangi penggunaan perancah (scaffolding) dan tiang-tiang penyangga hingga 25%.

• Mengurangi jumlah atau volume beton yang dicor.

• Pemasangannya lebih efisien dan cepat—material floor deck yang dibuat di pabrik telah siap pasang— dan juga relatif mudah.

• Tampilan bagian bawah rapi, sehingga dapat sekaligus dimanfaatkan sebagai plafon.

Namun, aplikasi pelat lantai komposit perlu juga memiliki kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan. Berikut beberapa kelebihannya.

(Sumber: disini)

• Harganya relatif dipengaruhi oleh harga baja.
• Tidak dapat diaplikasikan pada balok kantilever dan sisi tepi bangunan.
• Pengukuran panjang lebar area pemasangan harus teliti, demikian juga saat pengaturan dan pemotongan. Jika pemotongan tidak dilakukan dengan efisien maka berpotensi menyisakan material yang tidak dapat digunakan lagi.

Penerapan di Lapangan

Ada beberapa merek dagang untuk pelat baja atau pelat baja galvanized ini. Di antaranya yang relatif populer adalah bondek, sehingga berbagi merek floordeck yang ada sering kali disebut bondek. Ada juga yang menyebutnya bondek steeldeck atau bondek pelat lantai.

Pelat lantai komposit dapat diaplikasikan pada bangunan umum juga rumah tinggal, baik pada bangunan baru ataupun renovasi. Pada bangunan renovasi, steeldeck bisa dipasang di atas balok (beton, kayu, ataupun baja) yang ada, dan sudah dipastikan kekuatannya.

(Sumber: disini)

Untuk bangunan baru, pemasangan diawali dengan pengecoran kolom struktur. Selanjutnya dilakukan pemasangan bekisting balok serta pemasangan perancah (scaffolding) pada bagian yang diperlukan saja. Tahap berikut adalah pemasangan lembaran floordeck atau steeldeck dan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan bagian atas.

Baca Juga: Ternyata Arsitektur Tak Hanya Soal Desain, Tapi Juga Makna Spiritual dan Identitas Bangunan

Untuk efisiensi bisa digunakan wiremesh dengan ukuran yang sesuai. Sebelum dicor, sebaiknya dilakukan pengecekan ulang, meliputi elevasi, kelurusan, kerapatan sambungan juga bekisting, jumlah tulangan, kekuatan bendrat, dan sebagainya.

Jika telah siap, barulah dilakukan pengecoran, sebaiknya tidak berjeda —penggunaan ready mix atau pompa beton akan sangat membantu— dan sambil dipadatkan dengan mesin vibrator dan dilakukan perataan. Pembongkaran bekisting dan perancah sebaiknya dilakukan seturut tingkat kekeringan beton yang disarankan.

Semoga informasi tentang pelat lantai komposit ini bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani