Masuk

Tips

Beranda / Tips
Inilah 11 Tahap yang Harus Dilakukan Untuk Mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) #TanyaPakJago
Konstruksi Sipil | 12 Sep 2018

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, jika kita akan membangun rumah terutama di perkotaan, maka sangat dianjurkan bahkan diwajibkan mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) agar kita tidak melanggar aturan Tata Kota. Apabila rumah yang kita dirikan memiliki IMB dan Sertifikat Hak Milik (SHM), maka harga jual rumah tersebut akan lebih tinggi dibanding rumah tanpa IMB. Lalu, bagaimana cara mengurus IMB?

Pertanyaan inilah yang akan kita bahas dalam edisi #TanyaPakJago kali ini, kategori Konsultasi Konstruksi. Simak sampai selesai ya, Sahabat.

Tren yang berkembang saat ini, kebanyakan orang membeli rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik melalui Bank Tabungan Negara (BTN) maupun bank lainnya. Namun bank tidak akan memberikan KPR jika surat-suratnya tidak lengkap. Surat-surat yang penting dalam suatu bangunan, diantaranya:

Sumber gambar: di sini.

1. Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau dahulu disebut kantor Agraria.

2. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh Dinas Perijinan dari Dinas Kabupaten maupun Kota.

3. Surat Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Hadir di Ponorogo, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Benahi Selokan Untuk Cegah Banjir dan Genangan Air

Jika ketiga surat syarat tersebut lengkap, maka status rumah menjadi legal secara adminstratif. Sebagai contoh kasus, jika rumah yang akan dijual seharga 800 juta dan kebetulan pembeli hanya memiliki uang sebesar 300 juta, maka kekurangan 500 juta akan dibayarkan oleh pihak bank dengan jaminan sertifikat dan IMB. Pembeli akan mencicil setiap bulannnya tergantung kesepakatan berapa tahun akan dicicil. Proses inilah yang disebut membeli rumah dengan fasilitas KPR.

Sumber gambar: di sini.

Mengurus IMB memang perlu kesabaran karena harus melalui birokrasi yang berjenjang. Adapun tahapan pengurusan IMB ialah sebagai berikut:

1. Fotocopy sertifikat sekitar 4 rangkap, kemudian dilegalisir oleh Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) bisa Camat atau Notaris.

2. Fotocopy pembayaran PBB setidaknya catatan pembayara 3 tahun terakhir, caranya minta kepada Kantor Pajak dengan membawa bukti pelunasan pajak, kemudian mintakan print out pembayaran tahun-tahun sebelumnya.

3. Fotocopy KTP atas nama pemilik, harus sama dengan nama yang tertera pada sertifikat.

4. Mengajukan Advice Planing (AP) ke Dinas Pekerjaan Umum setempat, mintalah formulir kemudian diisi dan ditanda tangani di atas meterai. Yang menanda tangani boleh pemilik langsung atau orang yang diberi kuasa untuk mengurus Advice Planing.

Advice Planing berguna untuk mendapatkan kepastian apakah daerah yang akan dibangun benar-benar bisa didirikan bangunan ataukah merupakan jalur hijau yang tidak boleh didirikan bangunan. Bisa jadi daerah tersebut masuk dalam rencana pembuatan jalan pada masa mendatang. Di dalam Advice Planing juga mencantumkan berapa lantai yang diijinkan untuk dibangun, karena ada daerah tertentu yang tidak boleh membangun tinggi-tinggi seperti daerah dekat lapangan udara.

Sumber gambar: di sini.

Ada daerah tertentu yang ketika megajukan AP maka sudah minta gambar bangunan dulu sebagai bahan pertimbangan, minimal denah dan tampak depan/samping, bukan gambar lengkap. Proses pembuatan AP agak memakan waktu karena petugas Dinas PU/Tata Kota akan meninjau dan mengukur batas tanah sesuai sertifikat. Petugas juga akan meminta tanda tangan kepada tetangga kanan-kiri rumah yang berbatasn langsung dengan tanah yang akan kita bangun.

Jika AP keluar maka di situ akan tertera berapa jarak tembok bangunan terdepan dengan pagar depan, karena membangun rumah ada syarat tidak boleh berimpit dengan batas tanah paling depan, harus mundur beberapa meter yang disebut Garis Sempadan Bangunan (GSB). Dahulu disebut Rooi Line/Garis Rooi. Pembatasan ini diamaksudkan untuk kenyamanan dan keindahan kota serta untuk jaga-jaga jika suatu saat ada pelebaran jalan karena pertumbuha alat transportasi.

Desain Modern Tropis Minimalis, Ciptakan Suasana Rumah yang Sejuk dan Kekinian #TanyaPakJago

5. Jika sudah mendapatkan AP, maka kita mulai menggambar Denah dengan mengacu pada petunjuk AP. Disamping mundur sekian meter maka di bagian dalam harus ada ruang terbuka untuk perputaran udara agar rumah tidak pengap.

Gambar ini meliputi Denah, Tampak Muka, Tampak Samping, Potongan Melintang dan Potongan Memanjang. Pada potongan harus disebutkan ukuran pondasi, tinggi plafon, tinggi atap dan jenis kuda-kuda yang digunakan. Jika rumahnya bertingkat, maka harus dilengkapi dengan hitungan struktur yang dibuat oleh ahli struktur misalnya Sarjana Teknik Sipil atau Lulusan D-3 Teknik yang memiliki kemampuan menghitung kekuatan bangunan. Struktur yanag digunakan umumnya struktur beton bertulang, atau kombinasi dengan struktur baja.

Sumber gambar: di sini.

6. Gambar tersebut dibuat ragkap 3 kemudian dilengkapi dengan persyaratan fotofopy sertifikat, PBB, KTP dan formulir pengajuan yang ditanda tangani oleh pemilik, tetangga kanan/kiri, RT, RW, Lurah serta Camat setempat.

7. Semua berkas diajukan ke Dinas Perijinan kemudian akan diberi tanda terima pengajuan dan akan diberi tahu kapan bisa diambil jika permohonan disetujui.

8. Jika disetujui maka pemohon harus membayar biaya retribusi sebesar tarif yang ditentukan meliputi tarif luas bangunan, pagar, carport dan taman.

9. Jika sudah dibayar lunas maka keluarlah IMB yang kita ajukan. Proses cepat/lambatnya tidak sama untuk masing-masing daerah. Jika dikerjakan oleh orang yang berpengalaman umumnya akan lebih cepat karena lebih menguasai aturan-aturan tentang pengajuan IMB.

Sumber gambar: di sini.

10. Jika IMB sudah keluar maka kita bisa memasang plank bahwa rumah yang sedang dibangun memiliki IMB no sekian, dikeluarkan tanggal sekian oleh Bupati/Walikota setempat sehingga ketika kita membangun tidak akan dihentikan oleh Satpol PP karena secara hukum sudah sah dan diperbolehkan membangun.

11. Jika setelah selesai dibangun rumah tersebut akan dijual maka lebih cepat laku dibanding rumah yang tak memiliki IMB. Banyak juga para tukang yang merintis usaha bangun jual rumah meskipun hanya 1 unit. Jika ditekuni dan pandai mengatur anggaran maka keuntungan lumayan bisa untuk profesi yang menjanjikan.

Begini Cara Mudah Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Untuk Bangunan Rumah Sederhana (Bagian 1) #TanyaPakJago

Demikian tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Semoga menambah wawasan Anda, dan sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berikutnya.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

 

Editor: Damae Wardani