Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ini Panduan Lengkap Bikin Denah Rumah Sederhana yang Hemat Biaya dan Tenaga Kerja
Konstruksi Sipil | 12 Aug 2017

Oleh: Amin Zainullah

#SahabatJagoBanagunan, perencanaan denah merupakan tahap awal dalam pembangunan rumah. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan tanah, kebutuhan ruangan, dan ketersediaan biaya.

Selain itu, jumlah biaya yang dibutuhkan juga menjadi pertimbangan yang tak talah penting. Biaya pembangunan ini akan bergantung pada perhitungan kualitas material, teknik pengerjaan, lokasi rumah, juga kualitas pekerja bangunannya.

Bagaimana merencanakan denah rumah agar hasil bangunan sesuai harapan pemilik rumah, namun hemat biaya dan hemat tenaga kerja? Berikut ulasan #PakJago.

  1. Peruntukan Lahan

Anda perlu memastikan peruntukan lahan yang akan dibangun rumah itu ke pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota setempat. Selain agar bangunan yang akan digarap itu sudah tepat lahan, juga untuk memudahkan perencanaan denah sesuai lokasi dan kondisi sekitar.

Lantaran kini memang sudah ada ketentuan peruntukan lahan dari pemerintah yang terbagi menjadi 3 zona: perumahan, perindustrian, dan ruang terbuka hijau.

  1. Memperhatikan Advice Planning

Advice planning berisi informasi tentang berapa meter jarak tembok rumah paling depan dari batas tepi jalan atau pagar. Jarak tembok tersebut lebih dikenal dengan istilah Garis Sempadan Bangunan (GSB). Advice Planning juga mengatur tentang berapa lantai yang boleh dibangun dan berapa meter persegi luas tanah terbuka untuk penghijauan, dan sebagainya.

Perhitungan ini jadi bekal untuk membuat gambar denah tampak depan, tampak samping, potongan, serta gambar 3 dimensi untuk memudahkan pelaksaanaannya.

Contoh hasil Advice Planning:

Lahan yang akan dibangun berupa tanah kapling berukuran 7m x 10m = 70m2. Rencana akan dibangun rumah sederhana. Setelah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum, Anda mendapatkan keterangan dari Advice Planning bahwa  GSB-nya 2 meter. Maka panjang tanah yang akan kita bangun tinggal 10m - 2m = 8m.

Sementara pada bagian belakang disarankan untuk dibuat ruang terbuka seluas 3m x 2m = 6m2. Ruang terbuka ini diperlukan untuk sirkulasi udara agar kebutuhan oksigen di dalam rumah terpenuhi.

  1. Perencanaan Denah

Sesuai contoh hasil advice planning di atas, panjang tanah yang bisa dibangun tinggal 8m, maka luas bangunan yang bisa dibangun adalah lebar 7m x panjang 8m = 56m2. Jika dikurangi ruang terbuka 3m x 2m = 6m2, maka maksimal luasnya 57m - 6m = 50m2.

Luas tanah 50 m ini bisa dibuat denah dengan contoh perhitungan sebagai berikut:

Dua kamar tidur ukuran 3m x 3m pada bagian kiri, maka panjang tanah 8 meter – 3m – 3m = 2m. Sisa 2m ini untuk kamar mandi, dibuat ukuran 2m x 1,5m = 3m2.

Sedangkan lebar tanah 7 meter - lebar kamar 3 meter, tersisa 4 meter untuk ruang keluarga atau ruang tamu. Namun untuk kepantasan letak ruangan, tembok depan sebelah kanan dimundurkan 0,5 meter, sehingga luas bangunan berkurang lagi 4m x 0,5m = 2m2.

Perhitungan luas bangunan menjadi 50m - 2m = 48m2. Ini berarti luas bangunan yang tertutup sebesar 48m2 atau dinamakan Type 48.

Untuk dapur di bagian pojok belakang dibuat 2,5m x 2,5m = 6,25m2. Sementara ruang keluarga dan ruang ruang tamu luasnya 4m x 5m = 20m2. Ruang terbuka di belakang sangat cocok untuk pergantian udara di kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur. Sirkulasi udara akan selalu segar karena semua ruangan bisa berhubungan dengan udara luar.

  1. Perencanaan Tampak Depan

Setelah denah rampung dan sesuai keinginan, kita bisa melanjutkan dengan membuat perencanaan tampak depan. Untuk bangunan sederhana, bentuk jendela dapat dibuat model persegi dengan bahan dari aluminium. Mengingat kusen dari kayu yang bagus harganya lebih mahal.

Keuntungan kusen aluminum ini hampir tak memerlukan perawatan ulang seperti mengecat atau memolitur, disamping tahan terhadap cuaca dan lebih awet. Pemilihan konstruksi atap kini juga cenderung menggunakan baja ringan ketimbang kayu. Sementara pemilihan genteng masih bisa menggunakan genteng tanah liat, genteng beton, atau genteng galvalum.

  1. Gambar Potongan

Untuk menjelaskan konstruksi bagian dalam diperlukan gambar potongan agar dalam pelaksanaan lebih mudah dipahami. Misal, gambar untuk kemiringan atap dan ketinggian plafon. Penggunaan besi kotak atau hollow sebagai pengganti usuk pada pemasangan plafon juga semakin populer karena pengerjaan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih ekonomis.

Bahan plafonnya pun sekarang cenderung menggunakan kalsiboard atau gypsum, dengan ukuran 2,40m x 1,20m. Plafon ini dilengkapi dengan hiasan ornamen lis serta variasi pada titik-titik lampunya. 

  1. Gambar 3 Dimensi

Gambar 3 Dimensi ( 3-D) berfungsi untuk memudahkkan pelaksanaan pembangunan. Juga untuk mengecek kembali apakah denah sudah sesuai keinginan atau ada perubahan bentuk lain. Hal ini dimaksudkan setelah rumah dibangun tidak lagi harus membongkar pasang.

Dalam gambar ini juga bisa ditambahkan pemanis seperti tanaman, batu hias, serta pelindung kaca depan yang dibuat dari pasangan batu alam. Ini akan memberikan kesan rumah natural.

Itulah cara membuat perencanaan denah dan bentuk untuk membangun rumah sederhana. Selamat mencoba, #SahabatJagoBangunan.

Untuk mendapat informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.

 

Editor: Damae Wardani