Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ini Cara Memasang Talang Metal yang Benar Agar Air Hujan Tidak Merusak Bangunan
Konstruksi Sipil | 17 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Talang merupakan bagian dari sistem drainase bangunan yang berfungsi sebagai penampung air hujan yang jatuh dari cucuran atap untuk dialirkan ke selokan, bak penampung, atau sumur resapan. Tanpa talang, air hujan bisa jatuh ke tempat yang tidak diinginkan, sehingga berpotensi merembes dan merusak dinding bangunan, pondasi, dan sebagainya.

Pemasangan talang harus dilakukan secara tepat agar bisa berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan talang metal atau talang logam. Lalu bagaimana cara memasang talang metal dengan benar? #PakJago akan membagikan caranya untuk Anda.

Mengenal Talang Metal

(Sumber: disini)

Ada banyak jenis bahan untuk talang air, seperti beton yang dicor, plastik (PVC), fiberglass, dan metal (logam). Talang metal juga banyak jenisnya, diantaranya ada seng, galvalum, baja ringan, tembaga, atau kombinasinya. #PakJago akan membahas talang metal yang diproduksi dengan sistem knock down yang siap diaplikasikan pada bangunan.

Talang metal siap pasang ada yang berbentuk setengah lingkaran ataupun persegi, dan terbuat dari baja ringan lapis galvanis yang kuat dan tahan lama serta antikarat. Biasanya juga dilengkapi cat pelapis powdercoating.

Persiapan Sebelum Pemasangan

(Sumber: disini)

Untuk aplikasi talang metal knock down, lakukan beberapa persiapan berikut.

Pertama, menghitung kebutuhan talang datar (penampung limpahan air). Penghitungan bisa dilakukan dari gambar kerja (denah atap) atau dengan mengukur langsung panjang sisi atap yang hendak dipasangi talang (keliling atap). Berikan toleransi 1-3 meter. Hitung juga kebutuhan aksesoris atau berbagai pelengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum

 Talang sudut, yaitu bagian talang yang dipasang pada sudut-sudut atap. Hitung jumlah sudut di sekeliling atap meliputi sudut luar dan sudut dalam.

 Penahan limpahan, untuk menahan aliran yang terlalu deras agar tidak luber keluar talang (biasanya pada bagian sudut atap).

 Penggantung (dudukan talang) yang idealnya dipasang per jarak 1 meter. Jadi, hitungannya sama dengan panjang total talang + 1.

 Spacer, berfungsi meluruskan posisi penggantung jika lisplank tidak tegak lurus. Sediakan spacer sejumlah penggantung.

 Penyambung talang, berfungsi menyatukan talang sekaligus mengantisipasi kebocoran yang mungkin terjadi pada titik pertemuan talang. Kebutuhan disesuaikan jumlah sambungan.

 Penutup talang, yang berfungsi sebagai penutup setiap ujung talang. Hitung ujung talang untuk mengetahui jumlah yang diperlukan.

 Corong dan pipa tegak. Corong berfungsi menyalurkan air dari talang ke pipa tegak, yang akan mengalirkannya ke buangan. Idealnya jarak antarcorong (juga pipa tegak) ±6-10 meter. Panjang pipa per batang 3 meter.

Panjang per satu pipa tegak dihitung menurut tinggi dinding dan jarak corong ke dinding. Panjang total adalah panjang pipa tegak dikalikan jumlah pipa tegak yang akan dipasang. Sementara kebutuhan corong adalah jumlah pipa tegak dikali 2.


(Sumber: disini)

 Pipa lengkung, untuk menyambung corong dan pipa tegak. Jumlahnya disesuaikan jumlah corong atau pipa tegak dikalikan 2.

 Penahan pipa, digunakan untuk menahan pipa ke dinding agar tidak bergeser atau goyah. Idealnya, penahan pipa dipasang per 2 meter panjang pipa. Atau, disesuaikan dengan kondisi.

 Sepatu pipa, dipasang pada ujung bawah pipa untuk mengarahkan aliran air ke buangan. Jumlahnya sesuai jumlah pipa tegak. Elemen ini bisa digantikan degan pipa lengkung.

 Sekrup dan sealant (perekat khusus). Jumlahnya disesuaikan kebutuhan.

Kedua, menyiapkan berbagai peralatan untuk pengukuran dan pemasangan. Beberapa alat utama adalah meteran, pensil, benang, waterpass atau selang air, gunting seng, gergaji besi, bor listrik yang dilengkapi obeng, tangga, dan perlengkapan K3.

Ketiga, menentukan posisi dan kemiringan talang, lalu menandainya dengan pensil atau benang. Kemiringan talang mempengaruhi kelancaran aliran air dari talang ke pipa tegak di bawahnya. Kemiringan ideal 1% (beda tinggi ±1 cm setiap jarak 1 meter) hingga 3%. Gunakan waterpass atau selang air untuk menentukan kemiringan. Selanjutnya tandai titik-titik di mana penggantung talang harus dipasang.

Cara Memasang Talang Metal

(Sumber: disini)

Secara garis besar pemasangan talang metal meliputi tahap-tahap berikut.

• Pasang penggantung talang. Untuk bangunan tanpa lisplank, pasang penggantung talang di sepanjang dinding di bawah tepi atap. Untuk bangunan dengan lisplank, penggantung talang dipasang pada lisplank dengan bantuan spacer. Mula-mula pasang penggantung talang pada spacer dengan sekrup. Selanjutnya, sekrupkan bagian atas spacer pada lisplank (jika perlu, bengkokkan spacer sesuai kemiringan lisplank).

• Pasang semua penggantung talang pada titik-titik yang telah ditentukan dengan mengikuti kemiringan yang dibuat. Lihat kembali langkah persiapan.

• Pasang penyambung talang, caranya kaitkan ke bagian atas talang dengan titik pertemuan sebagai as. Gunakan sealant untuk menutup celah.

Baca Juga: Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar

• Aplikasikan corong pada titik-titik yang telah ditentukan. Sebelumnya lubangi bagian talang yang hendak dipasangi corong. Gunakan sealant untuk menutup celah.

• Potong pipa vertikal sesuai tinggi dinding; dan pipa penyambung sesuai jarak dinding ke corong. Kemudian, pasang pipa tersebut dan sambungkan ke corong dengan bantuan pipa lengkung. Gunakan sealant untuk menutup celah.

• Pasang semua aksesoris, seperti penahan pipa, sepatu pipa, penutup talang, dan sebagainya. Periksa lagi setiap celah dan rapatkan dengan sealant.

Sekian, dan semoga ulasan ini bermanfaat. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani