Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ini Cara Efektif Agar Material Kayu Lebih Awet
Konstruksi Sipil | 06 May 2017

Harapan dari setiap penggunaan kayu untuk konstruksi bangunan adalah tetap kuat dan awet. Berikut 4 teknik cara mengawetkan kayu secara tradisional yang alami dan sederhana :

Perendaman kayu di sungai

Umumnya perendaman kayu di sungai atau air yang mengalir dapat memperbaiki kualitas kayu. Proses perendaman akan melarutkan “zat pati” kayu yang biasa menjadi tempat tumbuhnya mikroba dan jamur perusak kayu.

 content image
Foto: zible

Perendaman kayu di kolam

Proses perendaman kayu di kolam dapat dilakukan dengan menambahkan bahan bahan alami ke dalam air kolam, seperti pelepah pisang, daun tembakau, merang padi atau bunga cengkeh secukupnya. Perendaman kayu di kolam dilakukan selama 2 – 3 bulan. Berikut Caranya :

- Kayu dicuci dengan cairan alami selama 7 hari berturut-turut. (Cairan alami ini terbuat dari 1 liter air, 10 gram tembakau, 10 gram cengkih, dan 10 gram pelepah pisang yang dicampur merata)- Cairan digosokkan ke seluruh permukaan kayu dan dikeringkan dengan kain lap.
- Kayu direndam di kolam dan kembali diberi cairan alami tadi pada air kolam. (Semakin lama perendaman, kualitas kayu akan semakin baik)- Setelah proses perendaman kayu selesai, keringkan kayu dengan diangin-anginkan di bawah sinar matahari.

 

Perendaman kayu di oli bekas

Perendaman kayu dengan oli bekas dapat dilakukan dan lebih hemat biaya. Caranya sebagai berikut :
- mencampurkan oli bekas dan solar dengan perbandingan 1 : 1. Cairan ini dioleskan ke seluruh permukaan kayu dan didiamkan sampai kering sempurna dalam beberapa hari.
- Pengolesan ulang dilakukan sebelum kayu diserut atau dipasang, campuran oli bekas dan solar dengan perbandingan 1 : 2. Usia kayu akan lebih panjang dan lebih awet.

 

Pengasapan kayu

Metode pengasapan kayu ini belum banyak diaplikasikan untuk pengawetan kayu. Asap dapat mengandung bahan kimia seperti fenol, keton, alkohol, asam organik, aldehid, hidro karbon, serta bahan heterosiklis lainnya. Bahkan zat fenol dan turunannya dapat bersifat racun bagi bakteri, rayap dan jamur. Dengan proses pengasapan selama 3 hari akan meningkatkan kualitas kayu, sehingga kayu lebih awet dari serangan rayap.

 (Cahyadi).