Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ingin Punya Banyak Ruang Tapi Lahan Terbatas? Coba Desain Rumah Bergaya Klasik Modern 2 Lantai Ini #TanyaPakJago
Desain Bangunan | 03 Sep 2018

Oleh: Luluk Widayanti

Sahabat Jago Bangunan, salah satu kendala membangun rumah terutama di daerah perkotaan adalah terbatasnya lahan yang dimiliki, sedangkan kebutuhan ruang dalam rumah tersebut terbilang cukup banyak. Solusi terbaik tentu menambah jumlah lantai agar ruangan tidak penuh dan sempit di lantai 1 saja. Namun bagi sebagian orang, membangun rumah 2 lantai sekaligus terkesan berat dan memakan banyak dana. Adakah solusinya?

Nah, itu dia pertanyaan salah satu Sahabat yang akan Pak Jago bahas dalam #TanyaPakJago edisi Konsultasi Desain. Mari disimak.

Baca Juga: Antisipasi Musim Hujan, Ini 3 Penyebab Kebocoran Rumah yang Jarang Diketahui #TanyaPakJago

salah satu Sahabat yang meminta desain rumah 1 lantai dengan ukuran tanah 12.00 m x 8.00 m dan ukuran bangunan 8.00 m x 5.00 m. Spesifikasi rumah terdiri dari carport, teras, taman depan, ruang tamu, ruang keluarga, 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, da taman belakang. 

Kondisi tersebut menunjukkan ketidakseimbangan luas bangunan dengan spesifikasi ruangan yang diinginkan. Maka solusi yang bisa diterapkan adalah, sebagaimana sudah disinggung sebelumnya, menambah jumlah lantai, dalam kasus ini cukup tambah 1 lantai saja sehingga rumah akan terdiri dari 2 lantai. Ruang yang bisa dipindah ke lantai dua ialah kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga. Sisa ruang di lantai 2 juga bisa digunakan untuk balkon dan tangga.

Baca Juga: Menyatukan Dua Fungsi, Begini Desain Modern Minimalis 2 Lantai untuk Toko dan Indekos Ukuran 7m x 10m #TanyaPakJago

Bagaimana dengan pembengkakan RAB-nya?

Anggaran dana yang terbatas untuk membangun dua lantai dalam satu waktu bisa diatasi dengan konsep rumah tumbuh. Sahabat bisa membangun lantai 1 dulu, dan lantai 2 dilanjutkan di lain waktu jika dana sudah kembali terkumpul. Hal terpenting, sejak awal memang sudah direncanakan untuk membuat bangunan 2 lantai, sehingga ketika membangun lantai 2 tidak perlu bongkar pasang karena kesalahan pembangunan awal.

Selain konsep rumah tumbuh, Sahabat juga bisa menggunakan desain yang sekiranya tidak memakan biaya terlalu besar. Namun desain tersebut tetap tidak ketinggalan jaman dan tetap indah untuk dilihat. Untuk konsultasi pada bangunan ini, Pak Jago membuatkan desain bergaya klasik modern. Perpaduan gaya klasik dan modern bisa menekan biaya, setidaknya ada yang bisa dihemat ketimbang bergaya klasik saja atau modern saja.

Pada desain bergaya klasik modern untuk rumah ini, Pak Jago pilihkan material dinding yang terbuat dari bata ekspos. Dinding ini tampak cantik saat disandingkan dengan atap berbentuk pelana dan tambahan kanopi di setiap jendela.

Sisa ruang luar di lantai 2 bisa dimanfaatkan untuk balkon, seperti yang terlihat pada sisi kanan dan kiri gambar. Pada sisi kanan balkonnya sengaja tidak dibuat sejajar karena untuk mensiasati lahan yang terbatas, yakni hanya 1 meter persegi saja. Sisi yang tampak miring ini memberi kesan area balkon yang lebih luas dari ukuran sebenarnya.

Di bagian luar rumah, ada taman depan dan belakang yang masih bisa dimanfaatkan. Begitu juga ruang carport, kendaraan bisa masuk dengan leluasa. Untuk pagar rumah, Pak Jago pilihkan desain modern agar menambah kesan kekinian pada bangunan. Warna cat untuk dinding luar berupa warna putih/netral agar rumah terlihat besar dan lega. Pada bata ekspos juga dipasang beberapa lampu yang membuat dinding terlihat lebih manis saat malam hari.

Demikian solusi dan hasil konsultasi desain bangunan untuk desain bergaya klasik modern guna mengatas keterbatasan lahan dan dana pembangunan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berikutnya.

Baca Juga: Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

 

Editor: Damae Wardani