Masuk

Tips

Beranda / Tips
Ingin Bebas Bising Selama Istirahat? Lakukan 6 Cara Ini Untuk Membuat Kamar Anda Kedap Suara
Konstruksi Sipil | 04 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Untuk membuat istirahat #SahabatJagoBangunan nyaman, suasana kamar tidur harus tenang. Namun ketenangan kamar di dalam rumah, terlebih jika letaknya berdekatan dengan ruangan lain, tentu sulit terjaga. Kebisingan bisa muncul dari  ruang TV, ruang bermain, atau pun rumah tetangga, jalan dan lingkungan sekitar. Lalu, bagaimana mengatasinya?

Banyak cara untuk mengantisipasi bising atau membuat ruang lain tidak menyebarkan bising ke kamar tidur. Solusi terbaik yang dapat #SahabatJagoBangunan sarankan pada pengguna jasa Anda ialah membuat kamar kedap suara.

Berikut beberapa cara untuk membuat kamar kedap suara yang bisa #PakJago bagikan untuk Anda.

  1. Menambahkan elemen nonpermanen

Berikut elemen nonpermanen (dapat diganti kapan saja) yang dapat Anda gunakan untuk membantu meredam bunyi.

Tirai ganda atau tebal. (Sumber: disini.)

Tirai atau gorden. Selain mencegah silau, gorden dapat mengurangi bising dari luar. Gantungkan tirai berlapis atau sehelai tirai tebal di sepanjang jendela kamar. Tirai juga dapat dipasang pada sisi-sisi dinding yang lain.

 

Tanaman dapat mencegah masuknya bising dari rumah tetangga, jalan, dan lingkungan. Tanam rumput, semak, atau rumpun bambu di luar kamar (lebih baik lagi di sepanjang batas lahan), atau letakkan beberapa pot tanaman di ambang atau sisi jendela kamar.

 

Rak buku berpotensi mengurangi bising di kamar tidur. (Sumber: disini)

Letakkan rak buku untuk menutup dinding kamar yang menyatu dengan dinding ruang sumber bising. Penuhi rak dengan buku sehingga efektif mengurangi bising yang menembus dinding.

  1. Mengganti daun pintu dan jendela yang tipis

(Sumber: disini)

Daun pintu yang tipis dan berpori cenderung meneruskan bunyi. Seperti pintu multipleks dengan rangka ringan atau pintu PVC. Karena itu, gantilah dengan pintu kayu solid. Jika terlalu mahal, pilihan lain bisa berupa panel sintetis atau HDF solid-core (rangka mendekati solid). Untuk jendela bisa diganti dengan jenis daun jendela kaca rangkap.

  1. Menutup celah dan menahan sumber getaran

Menutup celah pintu dan jendela dengan bantalan karet untuk mengurangi masuknya bising ke kamar. (Sumber: disini)

Suara dapat masuk melalui celah atau lubang pada pintu, jendela, maupun plafon. Perbaiki pintu dan jendela agar dapat ditutup rapat tanpa celah. Tutuplah celah yang tersisa dengan bahan peredam berupa bantalan karet ataupun sealant. Karet peredam juga dapat dipasang untuk mengurangi getaran alat elektronik atau peralatan rumah tangga yang tidak stabil. 

  1. Mengaplikasikan karpet

Pemasangan karpet tebal atau karpet khusus peredam bunyi dapat meredam bising. (Sumber: disini)

Karpet memiliki sifat meredam bunyi atau menyerap suara. Lapisi seluruh lantai kamar tidur dengan karpet untuk meredam langkah kaki, pergeseran perabot, bahkan meredam bising yang masuk. Sesuaikan bahan dan ketebalan karpet dengan tingkat kebisingan. Di pasaran juga tersedia jenis karpet khusus peredam suara (glass wool) yang berbahan padat dengan tebal hingga 8 mm.

Selain di kamar tidur, karpet peredam suara dapat diaplikasikan di ruang sumber bising (ruang TV, ruang bermain atauruang musik) yang bersebelahan atau dekat kamar tidur.Jika diperlukan, karpet dapat juga diaplikasikan pada permukaan dinding kamar tidur dan/atau ruang sumber bising.

 

  1. Memasang panel akustik

Panel akustik yang dibungkus dengan bahan suede yang lembut. (Sumber: disini)

Jika kamar tidur telah memiliki dinding permanen cukup tebal, cukup menambahkan bahan peredam yang lebih simpel untuk mengantisipasi pantulan bunyi atau rambatan bising. Selain karpet, bisa juga dipasang panel akustik (acoustic panel).

Untuk kamar tidur, pilih jenis panel akustik yang bersifat menyerap bunyi. Panel akustik ini dapat dipasang semipermanen atau permanen pada lantai, dinding, atau plafon sesuai kebutuhan. Selain panel peredam suara, kini tersedia produk cat yang diformulasikan untuk mengurangi bising.

  1. Mengaplikasikan gipsum

Celah antara dinding lama dan gipsum dapat diisi material peredam bunyi. (Sumber: disini).

Kini tersedia jenis gipsum yang diformulasi kedap suara dengan beragam ketebalan. Semakin tebal tentu semakin efektif meredam bising. Papan gipsum dapat langsung diaplikasikan pada dinding atau plafon. Namun manfaat peredaman akan lebih baik jika papan dipasang pada rangka (kayu atau hollow), sehingga tercipta jarak tertentu.

Lebih baik lagi jika celah diisi dengan material peredam, seperti glasswool atau rockwool. Dinding dan plafon gipsum berperedam dapat diterapkan juga pada ruang sumber bising (ruang TV, ruang bermain, atau ruang musik). Lengkapi informasi dengan membaca artikel #PakJago berjudul “Konstruksi Dinding Gipsum”.  

Itulah 6 cara yang bisa diterapkan untuk membuat kamar kedap suara, Sahabat. Diskusikan dengan klien, cara mana yang hendak dipilih. Setiap cara dapat diterapkan sendiri atau dikombinasikan tergantung tingkat kebisingan yang hendak diatasi.

Bahkan menurut #PakJago, sebaiknya direncanakan sejak awal pembangunan,  seperti konstruksi dinding ganda (tembok dan gipsum atau gipsum-gipsum), agar kelak tidak perlu dilakukan renovasi.

Jika #SahabatJagoBangunan membutuhkan informasi lebih lanjut atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil, dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak artikel #PakJago yang lainnya, ya.

Editor: Damae Wardani