Masuk

Tips

Beranda / Tips
Hindari Mampet dan Bocor, Begini Cara Pembuatan Septic Tank yang Benar
Konstruksi Sipil | 15 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan tentu sepakat jika tangki septik (septic tank) harus dibuat sebaik mungkin agar terhindar dari masalah seperti mampet dan bocor. Pembuatan bak penampung air limbah serta kotoran dari WC (water closet) ini harus dilakukan secara benar. Bagaimana caranya?

Berikut ini beberapa prosedur yang harus dilakukan menurut #PakJago. Mari disimak, Sahabat.

  1. Kapasitas Sesuai Kebutuhan

Sumber: disini.

Septic tank harus dibuat dengan ukuran tepat sesuai kebutuhan. Ukuran bak harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah. Dengan demikian bak tidak cepat penuh dan tahan lama. Menurut standar SNI 03-2398-2002 untuk keluarga beranggota 5 orang diperlukan septic tank sistem tercampur berukuran minimal 2,048 m3 (1,2 m3 ruang basah, 0,45 m3 ruang lumpur dan 0,4 m3 ambang bebas).

Septic tank dengan standar ukuran tersebut perlu dikuras setiap 3 tahun. Kapasitas memegang peranan penting dalam perencanaan septic tank. Semakin banyak anggota keluarga, mestinya semakin besar ukuran bak yang diperlukan.

  1. Jenis Septic Tank Sesuai Lingkungan

Sumber: disini.

Septic tank menampung kotoran yang berpotensi mencemari area sekitarnya, karena itu harus dibangun sesuai kondisi lingkungan. Untuk lingkungan perkotaan yang cenderung sangat padat, lebih tepat jika dipilih jenis septic tank tertutup, yang kedua bak penampungnya dibuat tertutup rapat.

Desain tersebut untuk mengantisipasi kebocoran yang dapat mencemari sumur air bersih atau lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, septic tank jenis terbuka memiliki bak resapan yang bagian dasarnya dibiarkan tanpa disemen. Namun jenis ini hanya sesuai bila diterapkan di daerah pedesaan di mana lahan rumah penduduk relatif masih luas.

  1. Penempatan Harus Tepat

Sumber: disini.

Untuk mengantisipasi potensi rembes, bocor, atau kemungkinan sejenis, penempatan septic tank tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Rencana lokasi septic tank pada lahan hunian harus dipertimbangkan dengan lokasi bangunan dan sumber air bersih (sumur). Menurut standar SNI letak bangunan septic tank harus berada minimal ±1,5 meter dari bangunan; ±10 meter dari sumur air bersih; dan 5 meter dari sumur resapan.

Terkait ketinggian, posisi septic tank idealnya lebih rendah dari letak kloset. SNI mensyaratkan kemiringan ≥2%. Kemiringan pipa saluran akan melancarkan aliran limbah dari kloset ke tangki septik, sehingga mampat dapat dihindari.

  1. Konstruksi harus Memenuhi Standar

Sumber: disini

Bentuk septic tank dapat disesuaikan (persegi atau bundar), tetapi konstruksinya harus tepat agar rembes atau bocor dapat dihindari. Konstruksi bawah tanah ini harus kokoh dan kedap air. Syarat tersebut adalah salah satu standar SNI yang harus dipenuhi. Berikut beberapa persyaratan lainnya:

- Bak harus terbuat dari bahan bangunan yang kuat dan tahan terhadap asam. Konstruksi dapat dibuat dari cor beton bertulang ataupun beton tidak bertulang. Jika tidak memungkinkan, bisa juga pasangan bata merah atau batako dengan plesteran. Konstruksi harus tahan tekanan air, tanah, dan berbagai gaya lain.

- Septic tank dapat dibuat satu ruang atau dua ruang, ruang lumpur dan ruang basah. Untuk tangki 2 ruang, perbandingan ruang pertama dan ruang kedua idealnya 2:1—2/3 bagian dan 1/3 bagian. Jika mau, bisa ditambah satu ruang lagi untuk filterisasi limbah cair; bak tidak diplester dan diberi lapisan kerikil, pasir, dan sejenisnya yang berfungsi sebagai filter.

Sumber: disini.

- Pipa saluran limbah dari kloset ke septic tank, seperti telah disebut di atas, memiliki syarat kemiringan minimal 2%. Selain itu pipa harus dibuat lurus minim belokan; belokan > 45% perlu dilengkapi pengontrol; dan belokan 90% harus dihindari. Pipa saluran harus dibuat dari material kedap air, seperti pipa PVC, beton, dan keramik. Diameternya minimal 4 inci.  

Pipa aliran masuk dan pipa keluar dipilih bentuk T. Pipa aliran keluar dibuat 5-10 cm lebih rendah dari pipa aliran masuk.

Septic tank harus dilengkapi lubang pengontrol dan pipa udara untuk mengeluarkan gas hasil penguraian. Diameter pipa disyaratkan 2 inci dan tingginya ≥ 25 cm dari permukaan tanah.   

Sumber: disini.

Kini di pasaran sudah banyak beredar inovasi tangki septik siap pasang. Ada yang  terbuat dari material beton pracetak (precast concrete), fiberglass, PVC atau bahan antikorosi lain. Selain praktis dan mudah dipasang, kuat serta tahan lama; beberapa produsen membuatnya berkonsep ramah lingkungan (bio septic tank).

Septic tank ramah lingkungan dilengkapi media pengurai atau penghancur, media desinfektan, dan sistem penyaringan khusus sehingga buangannya tidak mencemari lingkungan.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain. Dua penanya terbaik setiap bulan akan mendapat hadiah menarik dari Semen Gresik.

Editor: Damae Wardani