Masuk

Tips

Beranda / Tips
Hemat Biaya dan Estetik, Bata Ekspos Bisa Jadi Pilihan Interior Rumah!

Sahabat Jago suka dengan hunian berkonsep industrial atau skandinavian? Tandanya, penggunaan bata ekspos bisa menjadi pilihan buat Sahabat Jago, nih! Pada desain rumah modern, bata ekspos bisa diaplikasikan di ruang tamu, dapur, kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang kerja pribadi. Bahkan ada juga yang menggunakan batu bata ekspos untuk lantai.

Nah, supaya makin yakin dengan pilihan Sahabat Jago, simak dulu yuk serba-serbi bata ekspos berikut ini.

Apa itu bata ekspos?

Bata ekspos adalah material bangunan yang umumnya terbuat dari tanah liat dan digunakan untuk membuat sekat dinding pada rumah. Selain tanah liat, saat ini sudah ada beberapa jenis bata ekspos yang terbuat dari material gipsum. 

Saat diaplikasikan ke dinding, batu bata disusun secara rapi dan tanpa plester. Biasanya dibiarkan dengan warna asli atau memberikan warna lain dengan mengecat dinding bata. Tujuannya agar karakter, tesktur, warna, dan bentuk dari batu bata akan terekspos dan terlihat menonjol dalam ruangan. 

Ukuran umum bata ekspos yang dijual di pasaran antara lain:

  • Bata kecil (4x10x20 cm)
  • Bata sedang (5x11x22 cm)
  • Bata besar (6x12x24 cm)

Tak hanya ukuran yang beragam, warna dan tekstur bata ekspos juga banyak pilihan. Bahkan tingkat kekerasannya juga berbeda-beda, tergantung dari daerah asal yang membuatnya.

 

Jenis-jenis bata ekspos

Pada dasarnya bata ekspos menggunakan jenis bata hias yang dibuat dengan mesin pres sehingga menghasilkan ukuran seragam dan presisi. Teksturnya jauh lebih halus jika dibandingkan dengan bata biasa, serta memiliki pori-pori yang relatif kecil namun kuat dan padat. Berikut ini beberapa jenis bata ekspos yang bisa Sahabat Jago pilih:

 

  • Bata Terakota

 

Salah satu bata ekspos dengan desain yang sangat klasik, tekstur sangat halus, dan bentuk yang amat presisi. Bata ekspos terakota memiliki tingkat warna merah yang lebih terang serta elegan. Bata tipe ini juga mudah dalam finishing dan cenderung lebih awet. Dengan sederet keunggulannya, bata terakota menjadi tipe bata ekspos paling mahal di antara yang lain. 

 

  • Bata Tanah Liat Belang

 

Bata ekspos tipe ini dibuat menggunakan tanah liat dan memiliki tekstur halus. Uniknya, bata ini mempunyai tingkat warna yang tidak sama sehingga disebut dengan bata tanah liat belang. Saat disusun, bata tanah liat belang akan memberikan kesan klasik yang sangat kental. Salah satu cirinya adalah warna kehitaman yang berasal dari proses pembakaran. 

 

  • Bata KWD

 

Butuh bata ekspos yang ekonomis tanpa mengurangi kesan elegan? Sahabat Jago bisa menggunakan bata ekspos tipe KWD. Bata ini terbuat dari tanah liat semi padat, yang pori-porinya tidak sehalus terakota atau tanah liat belang. Namun hal ini justru menjadi nilai tambah karena serat-serat bata jadi terlihat jelas, sehingga menonjolkan tekstur bata yang memberi kesan unik dan elegan. Sahabat Jago juga bisa menggantinya dengan warna putih, lho! 

 

  • Batu Bata Pasir Kapur

 

Bata ekspos satu ini terbuat dari pasir dan campuran kapur, sehingga tekstur jadi lebih halus. Bata ekspos pasir kapur juga memiliki beragam variasi warna yang bisa Sahabat Jago pilih. Salah satu kelebihannya adalah ketahanan air yang cukup baik jika dibandingkan dengan bata lain. Sahabat Jago juga tidak perlu menggunakan banyak mortar atau bahan perekat bata dalam proses pemasangannya. 

 

Kelebihan dan Kekurangan Bata Ekspos

Sama halnya seperti material bangunan lain, bata ekspos tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan oleh Sahabat Jago. Dari segi biaya, penggunaan bata ekspos juga lebih murah karena tidak perlu melakukan finishing. Perawatannya pun cukup mudah, cukup melakukan coating di awal dan re-coating untuk melindungi bata ekspos dari jamur.

Sementara dari sisi desain, bata ekspos termasuk mudah dikombinasikan dengan material finishing lainnya seperti beton, besi, kayu, dan kaca. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan konsep interior yang diinginkan oleh Sahabat Jago saja. Pada dasarnya konsep bata ekspos dapat diaplikasikan pada desain interior apapun, tak terbatas pada konsep industrial atau skandinavian.

Sedangkan untuk kekurangannya, bata ekspos membutuhkan waktu pemasangan yang tidak sebentar serta keahlian tukang, apabila menginginkan tampilan bata ekspos yang presisi. Untuk lokasi tempat tinggal di iklim tropis yang lembap, bata ekspos juga rentan ditumbuhi oleh jamur. Lalu dari sisi pemasangan, kekuatan dinding dengan bata ekspos bisa saja berkurang dikarenakan tidak adanya plesteran dan acian sehingga daya rekat antar material ikut menurun.

 

Bagaimana Sahabat Jago, sudah tahu mau pakai bata ekspos tipe apa? Jika masih ada pertanyaan atau ingin konsultasi perihal material bangunan atau konstruksi bangunan, Sahabat Jago dapat berinteraksi dengan Tim Jago Bangunan melalui Facebook, ya!