Masuk

Tips

Beranda / Tips
Hati-Hati, Tak Teliti Pasang Rangka Baja Ringan Bisa Bikin Atap Roboh (2)
Konstruksi Sipil | 03 Aug 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, pada pembahasan sebelumnya, #PakJago sudah menjelaskan tentang prinsip pemasangan, proses perakitan, dan proses pemasangan rangka atap baja ringan. Jika Anda belum sempat menyimak, silakan klik artikel di bawah ini.

Baca: Hati-Hati, Tak Teliti Pasang Rangka Baja Ringan Bisa Bikin Atap Roboh (1) 

Nah, berikut ini #PakJago akan melanjutkan uraian terkait pemeriksaan tumpuan, pemasangan rangka pada tumpuan, hingga pemeriksaan akhir atau finishing. Mari disimak, Sahabat.

  1. Pemeriksaan kerataan tumpuan dan pemberian tanda


Sebelum pemasangan, rangka atap yang telah dirakit perlu diperiksa lagi - pakah bidang tumpuan (ring balk)sudah rata dan siku. Harus dipastikan pula ikatan antara ring balk dan kolom di bawahnya sudah seberapa kuat.  Kemudian lakukan pengukuran untuk menentukan titik peletakan kuda-kuda sesuai gambar rencana, dan menandainya. Idealnya jarak maksimum antar kuda-kuda (as-as) adalah 1,2 meter.

  1. Pemasangan rangka atap pada tumpuan

Setelah tumpuan siap, kuda-kuda yang telah dirakit dapat diangkat dan didudukkan pada tumpuan. Pengangkatan harus dilakukan secara hati-hati agar rakitan tidak rusak, dan dengan arah hadap serta posisi kanan-kiri yang tepat. Kuda-kuda didudukkan pada ring balk, tepatnya pada titik tumpuan (pitching point) sesuai tanda.

Harus dipastikan kuda-kuda telah berada pada posisi yang tepat dan tegak lurus terhadap ring balk. Selanjutnya kuda-kuda dan tumpuan disatukan dengan plat L (L bracket). Untuk sambungan kuda-kuda dan plat L digunakan sekrup. Sedangkan untuk penyatuan plat L dan ring balk digunakan baut angkur (dynabolt). L bracket dapat digunakan produk pabrik atau dibuat sendiri dari profil C.

Setelah kuda-kuda pertama terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan kuda-kuda berikutnya, sesuai gambar rencana dan pada tumpuan yang telah ditandai. Selanjutnya harus diperiksa semua puncak kuda-kuda (apex) telah sama tinggi agar nantinya balok nok terpasang rata.

  1. Pemasangan balok nok, pengaku, dan kelengkapan lain

Setelah dipastikan tinggi puncak kuda-kuda sama dan kemiringan rata, dipasang kelengkapan rangka atap, dimulai dari balok nok yang menghubungkan puncak kuda-kuda. Untuk menjamin kekuatan struktur harus dipasang batang pengaku (bracing) sebagai pengikat antar kuda-kuda (pada bagian bawah, tengah, diagonal, dan dekat dinding).

Selanjutnya dipasang kelengkapan lain berupa kasau atau usuk (rafter), reng (roof batten), dan talang jurai. Aluminium foil, jika ada, dipasang di antara kuda-kuda atau kasau dan reng dengan cara dijepit, dipaku atau disekrup.Jarak reng disesuaikan dengan jenis penutup atap yang hendak digunakan. 

Pemeriksaan akhir

Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan rangka atap baja ringan telah terpasang dengan benar. Kesamaan kemiringan atap, kelurusan reng, ketepatan jurai, dan sebagainya. Jika sudah penutup atap yang dipilih (genting keramik, genting beton, genting metal, dan sebagainya) dapat dipasang sesuai prosedur. Lalu dilanjutkan dengan penutupan nok, pembuatan list plank, dan pekerjaan akhir lain.

Demikian ulasan tentang pemasangan rangka atap baja ringan dengan teliti agar atap kuat dan tidak berpotensi roboh. rangka atap baja ringan memang lebih mudah dan cepat dipasang. Namun butuh ketelitian dan kehati-hatian agar tidak berakibat fatal. Selamat mencoba.

#SahabatJagoBangunan, untuk mendapat informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.

 

Editor: Damae Wardani