Masuk

Tips

Beranda / Tips
Green Bulding, Konsep Rumah Asri yang Bikin Anda Selalu Ingin Segera Pulang
Desain Bangunan | 06 Sep 2017

Oleh: Dwi Klarasari 

Pernahkah #SahabatJagoBangunan mendengar Konsep Bangunan Hijau (Green Building)? Konsep ini berupaya menghadirkan bangunan ramah lingkungan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan tidak berdampak buruk pada lingkungan.

Penggunaan energi dan sumber daya alam dilakukan secara efisien dengan memperhatikan kelestariannya. Jadi, bangunan berkonsep “green building” biasanya nyaman karena memiliki lingkungan asri, bersih dan sehat. #PakJago yakin rumah berkonsep “green building” akan menjadi rumah impian Anda. Rumah demikian tentu membuat penghuninya betah, bahkan saat pergi selalu ingin segera pulang.

Nah, untuk mewujudkan green building, rumah harus menerapkan konsep-konsep berikut ini.

Hemat Energi dan Sumber Daya Alam Lain

Sumber: Majalah Rumahku

Bangunan hijau menuntut penghematan energi dan Sumber Daya Alam (SDA) lain. Desain rumah dibuat sedemikian rupa agar hemat listrik. Seperti membuat banyak bukaan berkonsep ventilasi silang, sehingga tercipta ruangan sejuk alami tanpa penghawaan buatan (kipas angin, exhaust fan, ataupun AC). Bukaan dibuat transparan agar dapat memasukkan cahaya siang hari untuk penerangan alami. Sementara untuk penerangan buatan dan peralatan rumah lainnya, pilih jenis yang hemat energi.    

 Sumber: Majalah Rumahku

Sumber daya alam lain yang perlu dihemat adalah air. Lakukan penghematan air bersih dengan memilih produk saniter hemat air (water sense faucet). Manfaatkan air hujan untuk menyiram tanaman, bisa juga sebagai air penyiram kloset. Untuk itu perlu dibuat bak penampungan air hujan dari talang. Di sekeliling rumah juga perlu dibuat sumur resapan atau biopori untuk mempercepat peresapan air hujan ke tanah.

Usaha lain untuk menghemat air, diantaranya: mencegah pemborosan air pada tahap konstruksi; mengantisipasi kebocoran kran atau pipa saluran air bersih, bila ada kebocoran harus segera diperbaiki; juga pilih material lantai dan dinding yang mudah dibersihkan agar hemat pembersih dan air.    

Sumber: disini.

SDA untuk bahan bangunan, seperti kayu, batu, split dan pasir, juga harus dihemat. Mengurangi penggunaan material akan memperkecil kerusakan lingkungan. Antisipasi pemakaian material berlebih dengan desain yang efisien. Misalnya, hindari bentuk yang menciptakan ruang sisa (tidak fungsional); membuat ruang multifungsi; menerapkan konsep terbuka yang menyatukan beberapa ruang untuk mengurangi partisi dan menghemat penerangan buatan. Konsep terbuka juga mendukung sirkulasi udara alami yang membuat ruangan lebih sejuk dan nyaman.

Beberapa cara lain untuk berhemat material, misalnya: menyewa perancah besi sebagai ganti perancah kayu yang hanya sekali pakai; menghitung keperluan bahan secara tepat agar tidak tersisa; menerapkan desain dinding atau lantai ekspose; dan sebagainya. Jika mungkin, hindari penggunaan material impor dan beli dari lokasi terdekat untuk hemat energi.

Melindungi Kesehatan Penghuni Rumah

Sumber: Majalah Rumahku.

Rumah berkonsep “green building” melindungi kesehatan penghuni sekaligus meningkatkan produktivitasnya. Banyak cara dapat dilakukan, seperti desain dan pemilihan material yang tepat. Ini bisa diterapkan dengan cara memanfaatkan sinar matahari secara optimal tanpa harus terkena dampak buruknya (silau, sengat dan suhu tinggi yang mengganggu kenyamanan ruang).

Bisa juga dipasang pelindung seperti kerai atau dipakai material kaca film untuk menghalau silau. Berbagai material yang dipakai juga harus aman bagi kesehatan (tidak beracun). Kurangi atau hindari penggunaan material yang mengandung bahan beracun atau berbahaya bagi kesehatan, seperti: serat asbes; aspal, lem kayu yang mengandung fenol; atau meni besi yang mengandung plumbum oksida.    

Ramah Lingkungan

Sumber: disini.

Rumah berkonsep “green building” harus ramah lingkungan, artinya tidak merusak atau berdampak buruk bagi lingkungan alami. Pembangunan rumah tidak menghabiskan seluruh lahan, sebaliknya menyisakan ruang hijau. Ruang hijau dengan pepohonan rimbun juga membantu menyediakan udara segar dan iklim yang meningkatkan kesejukan rumah. Ramah lingkungan juga diterapkan dengan menghindari pemakaian bahan yang tidak ramah lingkungan (tidak beracun atau menimbulkan polusi pada air, tanah, maupun udara).

Sumber: disini.

Ramah lingkungan juga dilakukan untuk pengelolaan limbah dengan prinsip reduse, reuse, dan recycle. Reduse  atau pengurangan, misalnya dengan menghitung kebutuhan bahan secara tepat untuk meminimalkan limbah. Reuse atau penggunaan kembali, caranya memanfaatkan bahan yang masih dapat digunakan kembali, seperti kayu, kardus, atau wadah plastik. Recycle (pendauran ulang), yakni mengumpulkan bahan-bahan untuk didaur ulang, seperti kertas, metal dan plastik.  

Itulah 3 konsep bangunan hijau yang bakal bikin Anda nyaman dan selalu ingin cepat pulang. Dengan menerapkan konsep itu, Anda juga turut melestarikan lingkungan dan menjaga alam sekitar. Yuk, beralih ke green building.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani