Masuk

Tips

Beranda / Tips
Disiplin dan Jujur, Kunci Sukses Tukang Batu yang Kini Jadi Pemborong Beromzet 20 Juta
Kisah Inspirasi | 30 Oct 2017

Oleh: Khusana Anik

“Saya memang selalu mengutamakan kedisiplinan dan kejujuran kalau bekerja, jadi banyak orang yang percaya dengan saya”, jawab Jani, lelaki asal Ngawi, saat ditanya apa yang membuatnya sukses jadi tukang batu dan pemborong.

Setiap perjuangan memang tak luput dari jatuh bangun. Termasuk kisah kakek satu cucu ini selama menjalani hidupnya sebagai tukang batu. Setelah puluhan tahun, ketekunan dan kedisiplinan membawa bapak dua anak ini jadi pemborong berbagai proyek pembangunan rumah di Ngawi.

Pernah dibayar 1200 rupiah per hari

(Sumber: disini)

Kisah Jani bermula pada 1987, selepas lulus SMP dan ia tak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Keterbatasan biaya membuatnya berkeinginan untuk membantu keluarga di rumah. Tanpa pilah-pilih, ia pun bekerja sebagai kernek bus dengan bayaran 1200 rupiah per hari. Meski sama sekali tak dirasa cukup, pekerjaan itu ia lakoni selama tiga tahun.

Ia lalu memutuskan pindah profesi menjadi tukang batu, dengan kenaikan upah 1000 rupiah dari pendapatan sebelumnya. Menjadi tukang batu ternyata juga tak semulus yang ia harapkan. Berulang ia kali mendapatkan atasan yang super galak dan kejam. “Dulu itu bos saya galak-galak dan kejam-kejam sekali. Dapet yang pelit juga pernah”, kenang Jani.

Meraih Gelar Duta Tukang Semen Gresik

(Sumber: dok. Jani)

Namun, semua kerja keras memang tak pernah menghianati hasil. Pengalaman perih selama jadi tukang batu justru memberinya peluang untuk ikut Lomba Konstruksi yang diadakan oleh Semen Gresik, lewat tawaran seorang teman. Siapa sangka, pada 2006 silam, Joni berhasil menjadi Juara 1 Tingkat Ngawi, dan berhasil lolos ke babak final yang diadakan di kota Malang.

Meski pada tahap akhir ia hanya bertahan di posisi ke-2, lelaki dengan nama lengkap Jani Purwanto ini bersyukur telah menerima banyak ilmu dari pelatihan dan perlombaan yang ia ikuti. Terlebih, ia dinobatkan sebagai Duta Tukang Semen Gresik untuk daerah Ngawi. Ia juga lebih percaya diri bekerja di bidang konstruksi.

Mulai mendesain posisi keramik, memilih warna  keramik yang cocok dengan desain rumah, memilih bahan-bahan bangunan serta menghitung kebutuhan material untuk satu kali proyek, semua sudah ia kuasai dengan baik.

Jadi Pemborong beromzet  hingga 20 juta

(Sumber: disini)

Jani pun merasakan berkah tukang bangunan yang telah mengantongi sertifikasi. Tawaran pekerjaan banyak berdatangan setiap tahun. Orang-orang semakin percaya atas hasil kerjanya. Hal ini cukup menjadi bekal baginya untuk mengembangkan keahlian di bidang konstruksi dengan menjadi pemborong.

Kini ia lebih banyak menerima proyek borongan rumah dibanding bekerja sebagai tukang bangunan. Omzetnya bisa mencapai 5-20 juta per proyek, tergantung ukuran rumah yang dipesan. Keuntungan yang didapat kemudian ia bagikan kembali kepada para pekerjanya yang berjumlah 10-15 orang.

Resep sukses Jani

(Sumber: disini)

Jani mengaku bahwa kedisiplinan dan kejujuran menjadi kunci penting kesuksesannya sekarang. Tak lupa ia menyarankan kepada rekan tukang bangunan lain untuk tidak ceroboh dalam bekerja dan teliti. Serta mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Semen Gresik maupun Dinas PU setempat. Menurutnya, "Dari sanalah banyak sekali ilmu pertukangan yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan tukang bangunan.", pungkas Jani.

Itulah kisah sukses Jani yang kini terus meningkatkan kualitasnya sebagai pemborong terpercaya. Semoga menginspirasi Anda, ya.

#SahabatJagoBanguunan, untuk mendapat informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.

Editor: Damae Wardani