Masuk

Tips

Beranda / Tips
Dibuang Sayang, Begini Cara Memanfaatkan Kusen Bekas untuk Bangunan Rumah Baru
Konstruksi Sipil | 30 Dec 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Sebagian orang saat merenovasi rumah enggan menggunakan kusen bekas rumah lama, karena khawatir kondisinya sudah tidak baik —selain mungkin modelnya tidak pas. Padahal, mungkin masih merasa sayang karena memiliki histori. Sebaliknya, ada orang yang demi menghemat biaya pembangunan ingin membeli kusen bekas tetapi ragu karena tidak paham. Jika klien mengalami hal ini, #SahabatJagoBangunan dapat menyarankan tips cara pemanfaatan kusen bekas seperti yang #PakJago bagikan berikut ini.

Periksa Kondisi Kusen

Pertama-tama yang harus dilakukan ketika hendak memanfaatkan material bekas, termasuk kusen, adalah memeriksa kondisi fisiknya. Untuk kusen kayu, terutama periksa 2 hal berikut.

(Sumber: disini)

Baca Juga: Meski Bukan Material Utama, 5 Fungsi Wire Mesh Ini Bisa Mempermudah Pekerjaan Konstruksi

• Keutuhan kusen

Perhatikan keutuhan kusen sedara detail. Pastikan pada permukaan kusen tidak terdapat lubang atau keropos yang mengindikasikan kusen sudah dimakan rayap. Jika kusen sudah keropos pasti kekuatannya pun sudah menurun. Periksa juga kemungkinan adanya cacat kayu yang cukup besar dan berisiko.

• Kelurusan kusen

(Sumber: disini)

Kusen yang terbuat dari bahan kayu yang relatif jelek, boleh jadi kondisinya melengkung atau bengkok. Jika secara kasat mata tidak tampak, bisa digunakan alat pemeriksa kelurusan, seperti waterpass.

Perbarui Tampilan Kusen

Jika kondisi kusen dipastikan masih bagus (kuat dan kokoh) serta memiliki ukuran dan model yang sesuai, langkah selanjutnya adalah memperbarui tampilannya (refinish). Untuk memperoleh kusen dengan tampilan baru setidaknya lakukan tiga tahap berikut.

(Sumber: disini)

• Pertama, bersihkan permukaan kusen dengan lap dan air bersih, jika perlu bisa digunakan detergen lembut. Gosok perlahan dengan air secukupnya, lalu keringkan dengan lap bersih.

• Setelah kusen kering, bersihkan cat lama. Untuk mengelupas cat gunakan perontok cat (paint stripper atau remover), yang dijual di toko bangunan juga toko kimia. Aplikasikan stripper pada permukaan kusen dengan kuas atau sikat lembut. Hati-hati dalam penggunaan stripper karena bahan kimia ini relatif keras. Kenakan pelindung seperti sarung tangan, dan masker.

• Tunggu beberapa saat (sekitar 3 menit) hingga cat datau coating menggumpal dan terkelupas. Kikis cat dengan kape atau alat lain yang sesuai. Gunakan sikat baja dan lap bersih untuk membersihkan sisa-sisa cat.


(Sumber: disini)

• Haluskan permukaan kusen dengan ampelas. Lakukan pengampelasan secara bertahap, mulai dengan yang kasar dan sempurnakan dengan yang lebih halus. Lalu, bersihkan sisa-sisa debu dan kotoran yang masih menempel.

• Selanjutnya #SahabatJagoBangunan dapat melakukan refinish kusen dengan jenis pelapis yang diinginkan —cat melamine, cat duco, pelitur, dan sebagainya. Pilih warna yang selaras dengan tampilan fasade atau interior bangunan.

Pertimbangan Lain

Jika kondisi kusen masih utuh dan kuat tetapi modelnya tidak sesuai, pertimbangkan untuk memanfaatkannya dalam beberapa hal berikut.

• Dengan cara memotongnya, sesuaikan dengan ukuran lubang angin pada beberapa bagian rumah, seperti kamar mandi, dapur, gudang, dan sebagainya.

Baca Juga: Jangan Asal Beli, Begini Cara Memilih Pasir yang Baik untuk Material Konstruksi

• Bongkar kusen dan manfaatkan kayu yang masih bagus dan kuat sebagai rangka perabot, rangka plafon, atau konstruksi lain.

• Manfaatkan sebagai elemen dekoratif untuk interior maupun eksterior.

Semoga tips yang #PakJago berikan ini dapat berguna dalam memberikan layanan terbaik pada klien. Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani