Masuk

Tips

Beranda / Tips
Daerah Anda Rawan Bencana? Pilih Material Ini Agar Bangunan Tahan Gempa
Konstruksi Sipil | 29 Jul 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengalami bencana gempa bumi karena memang dasar bumi Indonesia merupakan lempengan-lempengan yang aktif bergerak. Seringkali gempa memakan korban lantaran tertimpa reruntuhan material bangunan. Untuk itu, perlu diperhatikan bagaimana konstruksi yang tepat dan pemilihan material yang tahan gempa.

Material yang terbukti tepat yakni ringan, fleksibel, dan memiliki ketahanan terhadap getaran. Dengan menggunakan material seperti ini maka risiko bahaya akan berkurang jika bobot struktur yang runtuh lebih ringan. Dampak bahaya yang ditimbulkan oleh material yang berjatuhan juga diharapkan jauh lebih kecil.

Berikut ini material yang dapat memenuhi kriteria sebagai material tahan gempa, baik material alami maupun hasil industri.

Material alami

Selain menerapkan struktur tahan gempa, rumah tradisional yang dibangun nenek moyang kita jugamenggunakan material alami yang ringan, fleksibel, dankokoh. Berikut di antaranya.

Gambar 1. Aplikasi material alami tahan gempa pada bangunan tradisional(Sumber foto: Dwi Klarasari).

  • Kayu

Selain elastis dan ulet, kayu mampu menahan beban, baik yang sejajar ataupun tegak lurus seratnya. Selain log, kayu dijumpai dalam bentuk papan, balok, galar. Pada bangunan, kayu dapat di aplikasi hampir pada seluruh bagian, struktural, dan non-struktural dari lantai hingga atap termasuk penutup atap—misalnya atap sirap alami.

  • Bambu

Bambu relatif ringan, juga kuat ditarik dan kelenturan lebih tinggi dari baja. Bambu tua dan kering sangat ideal untuk struktur bangunan. Bambu diaplikasikan sebagai tiang, balok, penyangga atap, lantai, juga dinding (potongan atau anyaman).

  • Rotan

Rotan memiliki kelenturan, kekuatan, dan daya tahan lebih tinggi dibandingkan bambu. Pada bangunan rotan diaplikasikan sebagai elemen dinding—utuh ataupun bagian kulitnya saja, dianyam ataupun disusun utuh.

  • Rumbia dan sejenisnya

Rumbia adalah nama lain pohon sagu. Daun rumbia yang dianyam dan dikeringkan dapat diaplikasikan sebagai penutup atap. Sejenis dengan atap rumbia adalah atap ijuk (dari serabut pohon enau), atap daun kelapa, dan atap ilalang. Penerapan berbagai penutup atap dari daun atau serabut yang relatif ringan ini sangat mendukung bangunan tahan gempa.

Gambar 2. Aplikasi material bambu pada elemen struktural maupun nonstructural(Sumber foto:  www.simplelifeprattle.com).

Material artifisial

Seiring kemajuan teknologi, para ahli juga berinovasi menciptakan beragam bahan bangunan yang memenuhi kriteria tahan gempa. Berikut ini beberapa material artifisial yang tahan gempa.

  • Baja ringan

Dibandingkan beton, konstruksi baja ringan jauh lebih ringan dan fleksibel. Material ini juga memiliki sifat daktail (kembali ke bentuk semula) yang tinggi serta tidak mudah patah. Konstruksi baja ringan lebih mudah dan cepat diperbaiki atau dibangun ulang.

  • Material dinding berbobot ringan

Beragam inovasi dinding ringan, ialah bata ringan atau beton ringan aerasi (hebel) dan teknologi b-panel. Panel baja ringan termasuk penutup dinding eksterior (metal cladding), juga papan semen atau GRC/GlassfibreReinforcedCement, yaitu kombinasi semen, gipsum, pasir, dan serat kaca fibercement. Untuk dinding interior ada material gipsum.

  • Kaca tempered dan kaca berpelapis khusus

Dibandingkan kaca biasa, kaca tempered relatif lebih kuat, juga tahan tekanan dan benturan. Lebih aman karena pecahannya berbentuk butiran. Pelapis kaca berfungsi menahan pecahnya kaca.

Temuan pelapis berteknologi tinggi adalah kaca film yang dinamai armorcoat mampu menahan getaran cukup tinggi. Saat kaca biasa sudah berkeping-keping, kaca berlapis armorcoat tetap utuh, karena pelapisnya menahan serpihan kaca sehingga tidak berhamburan.

  • Penutup atap

Material penutup atap teknologi baru yang relatif ringan antara lain baja ringan, spandek atau zincalume (campuran seng dan aluminium), dan polikarbonat yaitu lembaran plastik atau fiber transparan yang berongga. Ada juga atap sirap buatan dari fibercement.

Gambar 3. Aplikasi baja ringan pada konstruksi rumah tahan gempa .(Sumber foto: kiri-rangkaatapbajaringanbogor.com dan kanan-votrongnghia.com).

Perpaduan material alami dan buatan

Kini para peneliti juga telah mengembangkan perpaduan material alami dan buatan. Di antaranya perpaduan material bambu dan semen untuk elemen dinding bangunan. Anyaman bambu diplester seperti dinding bata, namun dengan total ketebalan kurang dari ½ bata.

#SahabatJagoBangunan, Anda bisa memilih dan menggunakan material tahan gempa seperti penjelasan di atas agar bangunan aman dan kuat. untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.

Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya.