Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cinta Produk Lokal, Percantik Rumah Anda Dengan Pasangan Batu Koral Asli Indonesia
Konstruksi Sipil | 26 Dec 2017

Oleh: Hildatun Najah

#SahabatJagoBangunan, batu koral yang biasa dijumpai di sungai, pegunungan, maupun laut dapat membuat bangunan terkesan lebih natural. Variasi warna alami batu koral juga akan membuat rumah Anda terlihat lebih indah. Kabar baiknya, batu koral ini asli produk lokal yang dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia.

Pada artikel kali ini, #PakJago akan menunjukkan jenis batu koral yang unik, manfaat batu koral, cara memasang hingga perawatan batu koral yang sudah terpasang untuk mempercantik tampilan rumah Anda.

Jenis Batu Koral

(Sumber: disini)

Umumnya, batu koral terdiri dari dua jenis, yakni batu koral alami dan batu koral yang telah mengalami proses penggilingan. Batu koral alami adalah batu koral yang bisa #SahabatJagoBangunan lihat sehari hari. Batu koral ini terbentuk dari alam dengan bentuk yang tidak beraturan.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab Permukaan Keramik Menggembung dan Pecah, Serta Cara Mencegahnya

Sedangkan batu koral yang sudah mengalami proses penggilingan dari batu besar disebut dengan batu koral hias. Di Indonesia, terdapat jenis batu koral hias, misalnya batu alor yang berwarna hitam gelap, batu balian yang berwarna kuning atau oranye, batu itali yang berwarna putih, batu merah ati, dan batu flores hijau.

Batu koral biasa dijual di pasaran dengan satuan kilogram maupun karung. Harga batu koral pun beragam antara Rp. 25 ribu hingga Rp. 75 ribu sesuai dengan jenis dan warna batu. Semakin indah dan unik warna batu, maka harganya akan semakin mahal.

Manfaat Batu Koral

Keunikan bentuk dan warna batu koral yang beragam, membuat banyak masyarakat yang menggunakan batu koral sebagai penghias rumah. Tidak hanya sebagai penghias taman agar lebih indah, batu koral juga dapat dipasang di lantai, dinding, maupun garasi. Hal ini dapat meningkatkan kesan yang lebih natural dan segar.

Dengan menggabungkan warna batu koral yang beragam, #SahabatJagoBangunan dapat menyusun batu koral hingga membuat pola tertentu, misalnya catur, bunga, binatang, bahkan karya seni tertentu. Bentuk batu koral yang beragam juga dapat memberi kesan abstrak.

Batu koral yang diletakkan di lantai juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana pijat refleksi. Pijat reflekasi ini dapat melacarkan peredaran darah, pemijatan syaraf, membuang racun, serta mencegah penyakit. Batu koral hias juga dapat dimanfaatkan untuk menghiasi dasar akuarium atau kolam ikan.

Batu koral juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya resapan air ke tanah. Biasanya daya resap air ke tanah yang dilapisi paving blok hanya 15-20 persen saja. Berbeda jauh dengan penggunaan koral dapat meningkatkan daya resapan hingga 95 persen.

Pemasangan Batu Koral

(Sumber: Dok. Pelatihan Jago Bangunan)

Cara pemasangan batu koral pada dinding, garasi maupun lantai tergolong sama. Awalnya, dinding ataupun lantai yang ingin dihiasi batu koral dilapisi terlebih dahulu dengan adonan semen dan pasir dengan ketebalan 3-5 cm. Setelah itu, #SahabatJagoBangunan bisa langsung memasang batu koral, baik secara acak maupun dengan pola tertentu.

Jika memasangan dilakukan tanpa dasar (dinding atau lantai), maka siapkan adonan beton yang terdiri dari semen, pasir, dan kerikil. Hati-hati menggunakan air saat mencampur adonan agar hasilnya tidak terlalu encer atau terlalu kental. Setelah adonan sudah dituang ke atas lantai atau lokasi pemasangan koral, barulah mulai dipasang batu koralnya satu per satu.

Pastikan batu koral tersebut sudah bersih atau dicuci terlebih dahulu sebelum dipasang, sehingga warna alami batu bisa terlihat lebih jelas dan batu bisa merekat sempurna. Setelah batu koral terpasang, tambahkan adukan semen untuk menutupi dan memperkuat penempelan batu koral, juga tekan dan ratakan adonan menggunakan sebilah papan. Bersihkan sisa-sisa adonan yang menutupi batu menggunakan spon, pelan-pelan hingga batu tampak di permukaan.

Tapi, jika #SahabatJagoBangunan ingin memanfaatkan batu koral sebagai tempat refleksi atau menginginkan permukaan yang tidak rata, maka batu koral bisa diletakkan secara horizontal atau disebar secara acak tanpa ditutup dengan semen kembali.

Perawatan Batu Koral

(Sumber: disini)

Cara merawat batu koral juga cenderung mudah. Jika batu koral yang akan dibersihkan tidak terpasang menyatu dengan semen atau disebar dengan bebas, maka #SahabatJagoBangunan hanya perlu merendamnya dalam air yang sudah dicampur dengan porselein untuk membersikan kotoran pada batu. Batu koral kemudian direndam selama kurang lebih satu jam.

Sebaliknya, jika batu koral dipasang menyatu dengan semen, maka #SahabatJagoBangunan perlu menyiapkan alat tambahan yaitu sikat. Setelah siramkan air yang telah dicampur dengan porselein secara merata. Kemudian sikat untuk melepaskan kotoran yang menempel dan basuh dengan air sebagai langkah terakhir pembersihan.

Baca Juga: Bahaya Kecelakaan Kerja Konstruksi Tinggi, Begini Penerapan K3 Untuk Mencegahnya

Itu dia penjelasan lengkap tentang batu koral yang bisa jadi “pemanis”rumah Anda. Bagaimana, #SahabatJagoBangunan? Apakah Anda berminat menambahkan batu kerikil untuk memperindah bangunan atau justru untuk membantu menjaga kesehatan?

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu pada artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani