Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cermati Perhitungan Untuk Menentukan Harga Upah Borongan
Konstruksi Sipil | 26 May 2017

ebagai seorang Tukang, Mandor atau pemborong, tentu Anda sudah terbiasa mendapatkan proyek dengan sistem upah borongan, yaitu pemilik proyek hanya memborongkan upah tenaganya saja. Anda, perlu dicermati beberapa hal dalam menentukan Upah borongan dan bagaimana mengerjakan proyek dengan upah borongan.

Tujuannya adalah pemilik proyek senang, pekerjaan selesai tepat waktu, kualitas bangunan sesuai standar dan Anda mendapatkan keuntungan dari proyek sekaligus keuntungan jangka panjang.

HAL YANG MEMPENGARUHI HARGA UPAH PER M2

  1. Lokasi pembangunan. Lokasi menentukan harga, antar daerah berbeda-beda, antara kota dan pedesaan tentu berbeda.
  2. Tingkat kesulitan pembangunan rumah. Desain rumah yang rumit akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk membangunnya. Beda desain beda jumlah dan jenis item pekerjaan dengan kesulitan yang berbeda-beda
  3. Jenis Item pekerjaan. Jumlah item pekerjaan tergantung dari desain. Masing-masing item pekerjaan berbeda harganya. Bila jumlah item pekerjaan dengan harga mahal banyak, maka akan berpengaruh terhadap harga total.
  4. Tingkat keahlian tukang bangunan. Keahlian akan menentukan kecepatan dan kualitas penyelesaian pekerjaan. Berpengaruh terhadap total jumlah hari dan biaya upah harian (jika menggunakan sistem gaji harian).

MENENTUKAN UPAH BORONGAN

Upah borongan ada 2 macam:

  • Pertama, Upah borongan per M2 (meter persegi) pekerjaan,
  • Kedua, Upah borongan per parameter Pekerjaan

Upah Borongan per M2

Perhitungan upahnya berdasarkan total luas meter persegi suatu bangunan. Misalnya upah pekerjaan Rp 800.000/m2 untuk bangunan rumah tinggal. Rumus sederhana adalah BUB = HB x LB (BBU:Biaya Upah Borongan; HB (Harga Borongan; LB Luas Bangunan)

Contoh:

  • Luas rumah = 6m x 6m = 36 m2.
  • Harga borongan upah per m2 = Rp.800.000,-
  • Biaya Upah borongannya (BUB) yaitu 36m2 x Rp.800.000,- = 28.800.000,-

Item pekerjaan sudah tercakup di dalamnya seperti pekerjaan pondasi, pasangan dinding bata dan plesteran, pekerjaan rangka dan penutup atap, pekerjaan finishing dan semua item pekerjaan yang sudah disepakati.

Cara menentukan Harga Borongan per m2 adalah:

  • Harga Borong = (Waktu Hari Pelaksanaan x Upah Harian ) + Keuntungan Yang Diharapkan”
  • Contoh: (Waktu pelaksanaan 25 hari x upah per hari Rp 600,000) + Keuntungan Rp 15,000,000 = Rp 30,000,000
  • Luas bangunan 36 m2 = Rp 30,000,000 / 36 à 833,333 (dibulatkan Rp 800,000)

Dengan memahami perhitungan ini, Anda bisa melakukan negosiasi dengan pemilik proyek (klien) untuk bisa memberikan harga borongan upah yang terbaik, yang menyenangkan klien sekaligus menguntungkan Anda.

Apabila klien menawar harga borongan upah dari Rp 30 juta menjadi Rp 20 juta, misalkan deal di Angka Rp 25 juta, maka Anda cukup mengurangi keuntungan dari Rp 15 juta menjadi Rp 10 juta tanpa harus mengurangi jumlah hari kerja dan mengurangi jumlah tukang atau biaya harian tukang. Tapi bila tetap ingin mendapatkan keuntungan Rp 15 juta, maka Anda bisa mengurangi jumlah hari dari 25 hari jadi 20 hari dan biaya upah tukang harian dari 600 ribu/hari menjadi 500 ribu/hari

 

Upah borongan per parameter Pekerjaan

Seperti dijelaskan di atas, upah per parameter ini menjadi pertimbangan bagi pemborong untuk menentukan harga per m2. Semakin banyak item pekerjaan dengan harga mahal maka harga total per m2 juga akan semakin mahal. Harga per item ditentukan oleh tingkat kesulitan, yang biasanya sudah ada standarnya di masing-masing daerah berbeda-beda.

Upah borongan per parameter ini digunakan apabila pekerjaan yang dikerjakan hanya berbagian, tidak global. Misalnya hanya borongan pekerjaan pengecatan, atau hanya pekerjaan bongkaran saja, atau pekerjaan pemasangan keramik lantai saja, dan seterusnya.

Berikut ini contoh acuan harga upah per parameter pekerjaan. Tentu saja harga setiap daerah berbeda-beda dan akan selalu berubah setiap waktu.

content image
content image
content image
content image
Sumber table: signalreadymix.co (Jabodetabek - Februari 2017)

Dengan beberapa penjelasan di atas, diharapkan Anda semakin cermat dalam menentukan harga upah borongan dan akhirnya bisa memberikan harga borongan upah yang terbaik, yang menyenangkan klien sekaligus menguntungkan Anda (Donal Saragih)