Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cegah Retak Rambut pada Dinding dengan Cara Ini!
Konstruksi Sipil | 10 Dec 2021

Dinding atau tembok menjadi salah satu bagian penting dari sebuah rumah. Selain sebagai penopang atau penyokong atap, dinding juga berfungsi sebagai pembagi ruangan. Tidak hanya kekuatannya, tampilan dinding yang indah juga menjadi sebuah keharusan saat Sahabat Jago membangun rumah.

Tapi karena pengaruh cuaca atau ketelitian yang kurang saat pembangunan, dinding sering mengalami masalah, salah satunya adalah retak rambut. Dinding yang mengalami retak rambut memang cukup membuat resah. Dari segi kekuatan, retak rambut ini tidak begitu berpengaruh. Tapi dari segi tampilan, hal ini tentu mengganggu pandangan mata.

Sebenarnya, apa penyebab dinding bisa mengalami retak rambut? Dan bagaimana cara mencegah agar dikemudian hari tidak terjadi masalah ini? Yuk, simak penjelasan dari Pak Jago berikut ini!

Penyebab Dinding Retak Rambut

Plesteran atau acian yang mengalami retak rambut biasanya karena komposisi adukan yang kurang baik. Penyebab pertama yaitu adukan yang terlalu encer. Saat dinding terkena panas matahari dan seiring berjalannya waktu, air menguap dengan jumlah yang banyak dan terjadi penyusutan pada adukan. Molekul pasir dan semen dalam adukan saling tarik-menarik sehingga menyebabkan retak rambut.

Komposisi semen yang terlalu banyak pada plesteran juga berpotensi menyebabkan retak rambut. Komposisi adukan yang baik pada plesteran adalah 1:6 (semen:pasir).  Dengan catatan, pasir cukup bersih tidak mengandung pengotor seperti tanah.

Cara Mencegah Dinding Retak Rambut

Memang secara kekuatan, retak rambut tidak berpengaruh pada struktur rumah. Tapi rumah ideal tetap harus memperhatikan tampilan dindingnya. Lakukan beberapa cara berikut agar Sahabat Jago bisa mencegah terjadinya retak rambut.

  1. Cari Tukang yang Berpengalaman

Untuk menghasilkan dinding yang kuat dan indah, Sahabat Jago harus mencari tukang yang berpengalaman dan memiliki kemampuan mengerjakan plesteran atau acian dinding yang baik agar kualitas dan kerapihan hasil lebih terjaga.

  1. Dinding harus Mengering Sempurna

Sebelum diplester , pastikan dinding dasarnya sudah mengering sempurna. Tunggu 14-21 hari sampai dinding benar-benar kering.

  1. Kelembapan Dinding harus Terjaga

Pastikan untuk menjaga kelembapan material tetap seimbang antara bahan plester atau aci dan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar menggunakan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan. Hal ini dilakukan agar air yang terkandung dalam adukan tidak diserap oleh bahan penyusun dinding (bata/batako) dan adukan bisa menempel dengan baik.

  1. Beri Jeda Waktu antara Proses Plester dan Aci

Jeda antara proses plester dan mengaci kurang lebih 3 minggu untuk memberikan waktu agar bahan plester mengeras atau mengering secara sempurna.

  1. Material Plester atau Aci Bersifat Plastis

Gunakan material plester dan aci yang memiliki elastisitas baik agar mampu melindungi material dasar dinding dari pengaruh cuaca. Penggunaan Mortar Indonesia untuk plesteran atau acian pada dinding bata ringan sangat dianjurkan karena memiliki racikan khusus agar memiliki elastisitas yang baik.

Sedangkan pada dinding bata merah, Sahabat Jago bisa menggunakan Semen Gresik untuk mendapatkan hasil plesteran atau acian yang kokoh dan tahan lama. Mortar Indonesia dan Semen Gresik adalah produk dari SIG yang memiliki daya rekat terkuat, hasil aplikasi lebih maksimal, dan lebih cepat kering.

Demikian cara mencegah dinding mengalami retak rambut dari Pak Jago. Ikuti terus tips dan informasi seputar konstruksi dan desain bangunan di situs Jago Bangunan dan Facebook Jago Bangunan. Sahabat Jago juga bisa #TanyaPakJago di situs dan Facebook jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan.

Sumber: Frequently Asked Questions (pertanyaan yang sering diajukan) Facebook Jago Bangunan