Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cara Mudah Menghitung Biaya Bangunan Rumah
Konstruksi Sipil | 26 Feb 2017

Kali ini kita secara khusus akan membahas tentang bagaimana menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) secara cermat, hati-hati namun tetap mudah dilakukan.

  1. Penyusunan RAB dimulai dari penghitungan kasar yaitu mengalikan luas tanah dengan harga bangun rumah per meter persegi.
  2. Berikutnya menghitung adalah membuat daftar pekerjaan dan harga pada setiap item pekerjaan pada proyek pembangunan, agar tidak terjadi kesalahan perhitungan bahkan pemborosan biaya. Pada proyek pembangunan terdapat beberapa tahapan pekerjaan pembangunan dan item pekerjaan yang harus dilakukan, seperti :
  3. Pekerjaan Persiapan
  4. Pekerjaan Pondasi
  5. Pekerjaan Beton
  6. Pekerjaan Dinding,
  7. Pekerjaan kusen, Pintu, Jendela
  8. Pekerjaan Atap,
  9. Pekerjaan Plafon,
  10. Pekerjaan Lantai,
  11. Dan seterusnya.
content image

CARA MENGHITUNG RAB:

Ada 2 cara menghitung RAB. Pertama, menghitung RAB bisa dilakukan secara kasar yaitu menghitung per M2 bangunan per lantai yang dikerjakan, Kedua, dilakukan secara detail dihitung berdasarkan gambar kerja (perencanaan) untuk mengetahui ukuran, kuantitas / volume dan harga setiap item pekerjaan.

Masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri:

content image
  1. Menghitung biaya bangun rumah dengan sistem M2 bangunan

Perhitungan kasar ini biasanya dilakukan oleh pelaksana konstruksi bangunan yang sudah lama berkecimpung di proyek pembangunan dan terbiasa dengan perhitungan analisa, misalnya: pembangunan rumah dengan material kelas I, Rp 3.000.000,- / M2, bila luas lantai bangunan rumah yang dibangun 70M2, maka biaya pembangunan rumah Rp 3.000.000,- x 70 M2 = Rp 210.000.000,-

 

  1. Menghitung biaya bangun rumah dengan sistem analisa harga satuan

Urutan langkah menghitung RAB secara teliti adalah sebagai berikut:

  1. Membuat gambar rumah
  2. Menentukan spesifikasi material
  3. Membuat Rincian daftar pekerjaan
  4. Menghitung Volume masing-masing pekerjaan
  5. Analisa harga satuan
  6. Menghitung volume kali harga satuan
  7. Menambahkah total harga dengan PPN 10% nilai keuntungan borongan untuk kontraktor

 

CONTOH PERHITUNGAN DENGAN ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN :

content image
content image

PPN 10% = Rp 4,833,378
BIAYA: 48.333.785 + PPN 10%                 = Rp 53,167,164
Biaya jasa borongan kontraktor: 10%       =  Rp 5.316.716
TOTAL RAB                                             = Rp 58.483.880

 

KESALAHAN MENGHITUNG RAB

content image

 Secara umum kesalahan RAB ada 2 yaitu kesalahan saat pembuatan atau kesalahan saat pelaksanaan. Berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi dalam penyusunan RAB:

  1. Permintaan pihak tertentu yang memaksa perhitungan RAB berbeda dengan kondisi sebenarnya
  2. Salah perkalian dan penjumlahan, salah menggunakan rumus atau salah pencet
  3. Memaksakan diri membuat RAB dalam kondisi letih bisa berakibat kurang teliti dan salah hitung
  4. Harga material di pasaran yang berubah dengan cepat, tidak sesuai dengan pada saat RAB dibuat, atau salah menggunakan daftar harga material yang sudah kadaluarsa

Untuk membuat RAB yang akurat, agar selalu memperhatikan urutan langkah menghitung RAB dengan analisa harga satuan. Diperlukan ketelitian agar tidak ada item pekerjaan yang terlewat dan juga melakukan survey pasar untuk mengetahui harga material (CYJ)