Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cara Mudah dan Contoh Menghitung Rencana Anggaran Pelaksanaan Untuk Jasa Pekerjaan Konstruksi dengan Sistem Komisi
Konstruksi Sipil | 26 Oct 2018

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, dalam artikel sebelumnya Pak Jago telah membahas tentang bagaimana asal mula sistem komisi dan cara membuat RAP untuk pekerjaan konstruksi dengan sistem komisi. Jika Sahabat belum sempat membaca, silakan klik tautan di bawah ini:

Wajib Tahu, Begini Panduan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) Untuk Jasa Pekerjaan Konstruksi dengan Sistem Komisi

Nah, dalam artikel kali ini akan dikupas contoh penerapan penghitungan RAP dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Contoh kasus ini merupakan salah satu hasil Konsultasi Gratis Jago Bangunan kategori RAB. Simak, yuk!

Salah satu Sahabat akan membuat hitungan bongkar pasang pembuatan tembok pagar dengan panjang tembok keliling 57 meter, tinggi pondasi 2,40 m (cukup tinggi pondasinya), tinggi pasangan bata 3,25 m diplester kanan kiri, jarak kolom praktis 3,00 meter, ada sloof dan ring balok. Bagaimana penghitungan RAP-nya?

Pertama, Sahabat harus membongkar dahulu pasangan tembok lama dan pondasinya. Material lama dianggap tak bisa digunakan kecuali batu kalinya saja yang bisa digunakan sebagian.

Mari mulai menghitung. Hitungan ini bersifat asumsi (anggapan) yang memungkinkan bisa terjadi perubahan dalam proses pelaksanaan. Berikut proses penghitungannya:

Sumber: di sini.

- Kualitas bangunan dibuat normal/standar Kementerian SNI/PUPR

- Ukuran pondasi bagian bawah ditentukan 1,00 m, lebar atas 30 cm dan ketinggian pondasi 2,40 m, di bawahnya tidak ada stampengan , langsung menumpang di atas galian lama yang didalamkan 30 cm lagi.

Dalam galian dianggap 1.00 meter, lebar  bawah galian 1,00m , lebar galian atas 130 cm yang merupakan pembongkaran pondasi lama. Campuran menggunakan perbandingan 1 semen : 6 pasir, keperluan batu sebagian menggunakan batu lama (dihitung 40%), kekurangannya beli baru.

- Sloof dan ringbalok ukuran 15 cm x 20 cm menggunakan tulangan  4 buah diamater 10 mm asli, dengan beugel diameter 6 mm dengan ukuran beugel 10 cm x 15 cm jaraknya 15 cm.

- Ukuran kolom menggunakan ukuran 12 cm x 15 cm, menggunakan tulangan 4 buah diameter 10 mm asli, dan beugel diameter 6 mm berukuran 8 cm x 10 cm dengan jarak 15 cm. Jarak kolom dibuat setiap 3,00 meteran.

- Tembok dibuat dari bata merah dengan adukan 1 semen : 5 pasir yang kedua sisinya diplester tebal rata-rata 1,5 cm , kemudian acian menggunakan semen ditambah dolosit atau mill sekedarnya sebagai bahan pelumer.

Sumber: di sini.

Kebutuhan bahan:

Besi beton:

- Besi 10 mm  sloof+ring / atas bawah = 2 x 4 buahx 57 meter = 456 m’

Besi 10 mm untuk kolom, jarak 3 meteran ada 20 kolom = 20 x 4 x 3,5 m = 280 m’

Panjang besi 10 mm = 456+280 = 736 m’, jika panjang rata-rata 1 batang 11 meter maka kebutuhan besi 10 mm = 736:11= 67 batang, dibulatkan 70 batang

- Besi beugel sloof/ring atas 6 mm, panjang sloof+ringbalok = 2x57= 114 m’, jarak beugel 15 cm sehingga jumlah beugel = 114:0,25 = 760 buah . Panjang beugel = 10+10+15+15=50 cm ditambah kait =5+5=10 cm, sehingga potongan besi beugel = 50+10= 60 cm. Panjang besi = 760 buah x 0,60 = 456 meter, jika panjang besi rata-rata 11 meter maka perlu 456:11 = 42 batang.

- Besi beugel kolom 6 mm, panjang kolom = 3,25 x20 = 65 m’, jarak beugel 15 cm, jumlah beugel = 65:0,15= 434 buah, panjang beugel  ukuran 8x10 = 8+8+10+10 =36 cm ditambah kait 10 cm menjadi 36+10=46 cm (=0,46m). Sehingga panjang besi 8 mm = 434 x 0.46 = 200 m’, jika panjang rata-rata 11 m maka jumlah besi = 200:11= 18 batang.

Sempat Merantau dan Ganti Profesi, Pria Ini Malah Sukses Jadi Kepala Tukang Bangunan di Kampung Sendiri

Kebutuhan besi untuk sloof dan kolom

- Besi 10 mm  =70 batang

- Besi 6 mm = 42 + 18 = 60 batang

- Besi pengikat/ Bindrad = 10 kg

Kebutuhan bahan pondasi

- Volume pondasi = (1,00+0,30)/2 x 57 = 88,92 m3, jika menggunakan adukan 1 semen : 6 pasir diperlukan

- Batu = 88,92 x 1,2 = 106,7 m3, dikurangi yang ada 40% , kurang 60%x106,7 = 64,2 m3

- Semen = 88,92 x 117 kg = 10.403 kg, jika pakai semen isi 40 zak diperlukan =10.403:40 = 260 zak

- Pasir pasang = 88,92 x 0,561 m3 =  49,91 m3

Kebutuhan untuk cor sloof+kolom

- Volume kolom = 20x 0,12 x 0,15 x 3,25 = 1,26 m3

- Volume sloof+ring = 57x2x0,15x0,20 = 3,42 m3

- Jumlah cor = 1,26+3,42= 4,68 m3

Jika campurannya 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil, maka diperlukan:

- Semen = 4,68 x 340 kg = 1.591 kg atau 1.591:40 = 40 zak

- Pasir = 4,68 x 0, 544 = 2,55 m3

- Kerikil = 4,68 x 0,817 = 3,83 m

5 Syarat yang Harus Dipenuhi dalam Pembuatan Bekisting Agar Konstruksi Beton Mencapai Hasil Maksimal

Kebutuhan bahan tembok

Luas pasangan bata = 57x3 = 171 m2 ( tebal kolom diabaikan)

Jika ukuran bata 23x11x4,5 cm dan campuran 1 semen : 5 pasir, diperlukan bahan:

Bata merah = 171 x 75 buah = 12.825 buah, dibulatkan 13.000 buah

Semen = 171 x 9,84 kg = 1.683 kg , dijadikan zak = 1683:40 = 42 zak

Pasir pasang = 171 x 0,039 m3= 6,73 m

Kebutuhan bahan plesteran 1 semen : 5 pasir

Luas plesteran = 171 x 2 = 342 m2

Semen = 342 x 4,53 kg = 1.551 kg, atau 1,551:40 = 39 zak

Pasir pasang = 342 x 0,012 m3 =  4,1 m3

Prakiraan kebutuhan bahan:

  1.    Besi 10 mm = 70 batang @ 65.000 = Rp. 4.550.000
  2.    Besi 6 mm = 60 batang  @ 25.000= Rp. 1.500.000
  3.    Kawat ikat/bindrat = 10 kg @ 20.000 = Rp. 200.000
  4.    Semen = 260+ 40 + 42 + 49 = 391 zak @ 50.000 = Rp. 19.550.000
  5.    Pasir cor = 2,55 m3 @  280.000 = Rp. 714.000
  6.    Kerikil = 3,83 @ 270.000 = Rp. 1.034.100
  7.    Pasir pasang = 49,91+6,73 + 4,1 m3 = 60,74 m3 @ 230.00 = Rp.13.970.000
  8.    Batu kali = 64,2 m3 @ 200.000 = Rp. 12.840.000
  9.    Bata merah = 13.000 buah @ Rp.700 = Rp. 9.100.000

Sumber: di sini.

Bahan tambahan/pendukung:

  1.  Papan cor 3/20 x 300 = 30 batang  @ 18.000 = Rp. 540.000
  2.  Usuk 4/6x400 = 20 batang @ 35.000 = Rp. 700.000
  3.  Bambu perancah = 30 batang @ 18.000 = Rp. 540.000
  4.  Ember = 30 buah @ 8.000 = Rp. 240.000
  5.  Benang = 5 rol @ 1.000 = Rp. 5.000
  6.  Paku 5 cm dan 7 cm = 8 kg @ 18.000 = Rp. 144.000
  7.  Tong air = 1 buah @ 300.000 = Rp. 300.000
  8.  Selang air = 30 meter @ 4.000  = Rp. 120.000
  9.  Sekop = 2 buah @ 35.000 = Rp. 70.000
  10.  Cangkul = 2 buah @ 38.000 = Rp. 76.000
  11.  Keranjang cor = 10 buah @ 15.000 = Rp. 150.000
  12.  Lain-lain tak terduga = Rp. 2.000.000

Jumlah bahan = Rp. 68.343.300

Prakiaraan upah pekerja

  1.    Mandor= 1 orang x 50 hari x Rp. 150.000 = Rp.  7.500.000
  2.    Tukang = 2 orang x 50 hari x Rp. 100.000 = Rp. 10.000.000
  3.    Pekerja = 4 orang x 50 hari x Rp. 80.000 = Rp. 16.000.000

Jumlah upah = Rp. 33,500,000

Total bahan + upah = Rp. 68.343.300+ Rp. 33.500.000 = Rp. 101.843.300

Fee pelaksana  = 10% x Rp. 101.843.300 = Rp. 10.184.330

Perkiraan biaya seluruhnya  = Rp. 101.843.300 + Rp. 10.184.330 = Rp. 112.027.630

Sahabat, demikian cara menghitung Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) untuk jasa konstruksi dengan sistem komisi. Cara ini terbilang sangat mudah, namun memerlukan kejujuran dan kesanggupan memegang amanat yang dibebankan kepada Sahabat. Semoga Sahabat Jago Bangunan menjadi praktisi bangunan yang terpercaya dengan hasil kerja yang maksimal sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berikutnya.

Ternyata Gampang, Lho.. Begini Cara Menghitung Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Rumah Secara Global #TanyaPakJago

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani