Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga
Konstruksi Sipil | 19 Oct 2019

Oleh: Amin Zainullah

Kolam renang mini merupakan kolam renang yang biasanya dibangun di perumahan pribadi dan hanya digunakan oleh keluarga, dengan kedalaman ideal 1,20 m hingga 2,50 m. Untuk membuat kolam renang yang bagus dan tidak bocor maka lantai dan dindingnya dibuat dari konstruksi beton bertulang dengan ketebalan 20 cm, menggunakan tulangan doubel diameter 12 mm, jarak 15 cm.

Hal yang perlu diperhatikan adalah area paling rawan rembes, yakni sambungan antara lantai dengan dinding. Untuk itu, cara pengerjaannya harus teliti agar hubungannya menyatu, sehingga tidak ada celah untuk merembesnya air. Kualitas beton minimal K-200 dengan menambahkan super plastisier, bahan campuran semen, agar betonnya plastis, tidak keropos, padat, dan tidak ada celah-celah yang menyebabkan bocor.

Konstruksi Kolam Renang Mini

Sumber: di sini.

Pembuatan bekisting untuk dinding cukup besar biayanya karena memerlukan banyak kayu untuk pengaku. Pengaku ini dibutuhkan agar ketika dicor, bekisting dinding tidak jebol. Tekanan dinding beton ketika dicor dengan ketinggian 1,50 m cukup besar, sehingga harus dibuat dari triplek dengan ketebalan 18 mm dan diperkuat balok kayu 6/12 berdiri dengan jarak 40 cm. Pada bagian belakang balok berdiri juga harus disokong oleh balok 6/12 mendatar pada ke dua sisinya, serta dipasang separator untuk menjaga jarak dan menjaga ketebalan dinding agar tidak terjadi lendutan.

Baca Juga: Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak

Setelah lantai dan dinding selesai dicor, langkah selanjutnya adalah memasang keramik yang cukup tebal dan bermutu tinggi karena area ini akan selalu terendam air. Adukan untuk memasang keramik dupayakan menggunakan semen instan yang memiliki daya lekatan lebih tinggi.

Sumber: di sini.

Namun jika dana tak mencukupi, ada solusi lain yang bisa dicoba. Pada lantai dan dinding dipasang tembok 1 bata dengan campuran 1 semen : 4 pasir, agar kuat dan tahan terhadap pengaruh air. Selanjutnya, bagian tersebut diplester 3 cm. Caranya dikamprat dulu memakai adukan 1 semen : 3 pasir, kemudian dipasang kawat ayam guna menahan retakan plesteran. Setelah itu diplester lagi dengan campuran 1 semen : 4 pasir, lalu dipasang keramik. Letak kawat ayam ini berada di tengah-tengah tebal plesteran. Tentu saja jika ada gerakan tanah semisal gempa maka konstruksi ini rawan retak karena tidak sekuat beton bertulang.

Pada bagian bawah/lantainya dibuat miring 1% menuju salah satu sudut guna memudahkan pembersihan ketika sedang dikuras. Pada bagian sudut tersebut dibuat penurunan 30 cm dengan panjang 40 cm x lebar 40 cm, untuk meletakkan pompa submersible agar semua air tersedot. Hal ini perlu dilakukan agar pada saat akhir pengurasan, diharapkan semua air menuju sudut tersebut sehingga memudahkan pembersihannya.

Sumber: di sini.

Baca Juga: Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya

Untuk pemasangan tangga naik/turun yang berbahan stainless steel pada dinding juga perlu diperhatikan. Jangan sampai menyebabkan bocor. Lebih baik menggunakan dynabolt supaya lubangnya tidak terlalu dalam, hanya kisaran 6 cm saja dari permukaan keramik.

Cara Mengisi Air Kolam Renang Mini

Air untuk mengisi kolam renang bisa dari air PDAM atau dari sumber mata air tertentu. Bisa juga diambil dari sumur bor yang debitnya cukup besar, agar ketika diadakan pengisian tidak terlalu lama. Volume air sebanyak 9 m x 3 m x 1,5 m = 40,5 m3, ini terbilang cukup banyak.

Sumber: di sini.

Jika pompa pengisinya berkapasitas 40 liter per menit, maka setiap jam hanya mendapatkan air sebanyak 60 menit x 40 liter = 2.400 liter (2,4 m3). Sehingga untuk mengisi kolam diperlukan waktu = 40,5 : 2,4 = 16,8 jam dan ini terbilang terlalu lama.

Karenanya, pengisian cukup 1 malam (kisaran 10 jam) saja. Jika dipilih pompa dengan kapasitas 70 liter/menit, maka setiap jam mendapatkan air = 60 x 70 = 4.200 liter (4,2 m3). Sehingga diperlukan waktu = 40,5 : 4,2 = 9,6 jam, tidak terlalu lama. Semakin besar kapasitas pompa, maka semakin cepat waktu pengisiannya.

Jika kolam sudah penuh, maka diperlukan pompa sirkulasi guna menjaga kesegaran air serta menambah kandungan 02 (oksigen) agar airnya sehat karena sering bergerak. Pompa sirkulasi ini ada yang dibuat mirip pancuran alam agar seolah-olah air yang datang berasal dari pegunungan. Bisa saja disalurkan dengan pipa buatan yang menyerupai bentuk bambu agar terkesan natural.

Sumber: di sini.

Untuk tumpuan loncatan pada bagian tengah-tengah dari lebar kolam, bisa dipilihkan kayu tebal yang tahan air, seperti kayu kamper, bengkirai, atau kayu merbau, dengan lebar sekitar 50 cm serta ketebalan 6 cm. Caranya dengan menyambung kayu berukuran 6/15 sebanyak 4 batang ke samping. Sistem sambungan lidah dan alur menggunakan lem PVAC yang kadarnya 50%, sehingga sangat lekat. Namun dengan catatan kayu yang akan dilem sudah dalam kondisi kering.

Keuntungan tempat loncatan dari kayu adalah sifat lentur yang cukup nyaman untuk pijakan ketika meloncat ke kolam, dan bisa dibuat garis-garis agar tidak licin ketika diinjak. Untuk tumpuan juga tersedia bahan sintetis dari fiberglass atau PVC yang dijual di toko peralatan renang, tinggal memilih selera serta warna yang cocok.

Baca Juga: Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi #SahabJagoBangunan melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani