Masuk

Tips

Beranda / Tips
Cara Gampang Menghitung RAB Borongan Material dan Tenaga Kerja pada Pembangunan Tembok Mentah (Tanpa Plesteran) dan Pondasi Cakar Ayam #TanyaPakJago
Konstruksi Sipil | 14 Sep 2018

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, ada pertanyaan dari salah satu Sahabat yang ingin berlatih memborong tenaga kerja dan material untuk membangun tembok mentah (tanpa diplester), dan pondasi cakar ayam. Berdasar data, disebutkan panjang tembok 76 cm dan tingginya 2,50 meter. Pasir yang digunakan adalah pasir kali, sedang untuk cor digunakan pasir Muntilan, pondasinya hanya pondasi setempat (cakar ayam) berjumlah 26 buah dan dilengkapi kolom, bawah menggunakan sloof dan atasnya dipasang ringbalok.

Bagaimana cara menghitung RAB-nya? Mari kita bahas dalam edisi #TanyaPakJago kategori Konsultasi RAB berikut ini.

Tembok Retak Merusak Keindahan Rumah? Tenang, Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya #TanyaPakJago

Pak Jago ingin memberikan solusi dengan ilmu yang sederhana, bukan dengan analisa RAB yang muluk-muluk agar lebih mudah dipahami. Ada 3 tahap yang harus dilakukan:

- Pertama, menghitung kebutuhan bahan dan harganya
- Berikutnya, memperkirakan berapa lama dan berapa pekerja diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
- Terakhir, menentukan berapa keuntungan yang ingin didapat

Dalam menghitung kebutuhan material maka kita harus bisa menghitung volume, misal pasangan bata, luasnya = 26x2,5 = 190 m2, luas ini dikurangi tebal kolam = 26 x 0,15x2,5 = 9,75 m2 sehingga luas pasangan bata saja = 190-9,75 = 180,25 m2 atau dimudahkan menjadi 180 m2.

Sumber gambar: di sini.

Kebutuhan bata per m2 dengan bata ukuran panjang 23 cm x lebar 11 cm x tebal 5 cm, adukan rata-rata baik mendatar maupun melintang tebanya 1,5 cm, maka luas bata berikut adukan = panjang (23+1,5) x tinggi (5+1,5) = 24,5 x 6,5 = 159,25 cm2.

Kebutuhan bata untuk 1 m2 atau = 10.000 cm2 adalah 10.000: 159,25 = 62,79 buah. Namun dalam pemasangan bata pasti terjadi bata yang rusak atau hilang sehingga harus ditambah 10% atau dikalikan 1,1 kalinya sehingga kebutuhan bata menjadi = 62,79 x 1,1 = 69 buah.

Siap Wujudkan Kota Tanpa Kumuh, Kementrian PUPR Gelar Program KOTAKU di Madiun

Maka kebutuhan bata menjadi = 180 x 69= 12.420 atau dibulatkan menjadi 12.500 buah. Teknik menghitung ini harus dilakukan dengan teliti agar tidak rugi nantinya.

Sedangkan untuk menghitung kebutuhan tenaga, maka kita harus berani memperkirakan berapa jumlah pekerja dan berapa lama pekerjaan bisa diselesaikan.

Bagaimana dengan harga material yang dibutuhkan?

Kita harus menanyakan dahulu ke toko material harga yang berlaku di pasaran pada saat itu dan ditambah/dinaikkan sedikit agar bila ada perubahan harga kita masih aman.

Sumber gambar: di sini.

Kebutuhan bahan-bahan tambahan seperti kayu bekisting, bambu, ijuk, dkk harus diperhitungkan karena bahan penunjang sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

Bila harga bahan dan perkiraan biaya pelaksanaan sudah dihitung, maka kita menambahkan resiko dan keuntungan yang ingin kita dapatkan , namun prosentase juga harus wajar agar bila ada pesaing yang sama-sama menawarkan, harga kita masih kompetitif.

Jika kita tawarkan terlalu murah sangat berisiko rugi, namun bila terlalu mahal maka tawaran kita akan ditolak sehingga tidak mendapat pekerjaan. Resiko dan keuntungan ideal bisa diambil antara 10 hingga 30 %, pada contoh di bawah ini diambil posisi tengah, yakni 20%.

Ingin Punya Banyak Ruang Tapi Lahan Terbatas? Coba Desain Rumah Bergaya Klasik Modern 2 Lantai Ini #TanyaPakJago

Berikut contoh hitungan biaya material untuk pembuatan tembok yang dimaksud:

1. Besi 6 mm untuk beugel = 75 batang@ Rp. 25.000 = Rp. 1.875.000
2. Besi 8 mm untuk sloof+ring = 120 batang@ Rp.40.000 = Rp.4.800.000
3. Besi 10 mm untuk kolom = 60 batang @ Rp.55.000 =Rp.3.300.000

4. Semen cor 55+pasang 35 = 90 zak @ Rp. 40.000 = Rp. 3.600.000
5. Pasir cor = 4 m3 @ Rp. 200.000 = Rp. 800.000
6. Kerikil cor = 6 m3 @ Rp. 230.000 = Rp. 1.380.000

7. Bata merah = 12.500 bh @ Rp. 750 = Rp. 8.750.000
8. Pasir pasang = 7 m3 @ Rp. 180.000 = Rp. 1.260.000
9. Papan sengon = 30 lembar @ Rp.15.000 = Rp. 450.000

10. Usuk 4/6x3 meter = 20 batang @ Rp. 26.000 = Rp. 520.000
11. Bambu untuk andang = 20 batang @ Rp. 17.500 = Rp. 350.000
12. Paku = 10 kg @ Rp. 18.000 = Rp. 180.000

13. Bindrad = 20 kg @ Rp. 18.000 = Rp. 360.000
14. Ember = 20 buah@ Rp.8.000 = Rp. 160.000
15. Tali ijuk = 10 ikat @ Rp. 10.000 = Rp. 100.000

16. Lain-lain tak terduga = 1 LS = Rp. 1.000,000
17. Tukang 2 orgx 5 mgx 6 hr = 60 hari kerja @ 110.000 = Rp.6.600.000
18. Pembantu 3 orgx5 mgx 6 hr = 120 hari kerja @ 80.000 = Rp. 9.600.000+

Sumber gambar: di sini.

Jumlah sementara = Rp.45.085.000
Resiko+keuntungan 20% = Rp. 9.017.000+
Harga borongan = Rp. 54.102.000

Hitungan di atas termasuk resiko+keuntungan adalah Rp. 54.102.000.

Jika pemilik sepakat maka barangkali akan menjadi awal naiknya karier kita dari tukang biasa menjadi pemborong kecil-kecilan, namun bila ditawar Rp. 52.000.000, maka ambil saja sebagai ajang latihan untuk mendapatkan pengalaman.

Tembok Retak Merusak Keindahan Rumah? Tenang, Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya #TanyaPakJago

Demikian penjelasan terkait cara menghitung RAB untuk borongan tenaga kerja dan material pembangunan tembok mentah dan pondasi cakar ayam. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berikutnya.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Silakan kirim pertanyaan Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

 

Editor: Damae Wardani