Masuk

Tips

Beranda / Tips
Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar
Konstruksi Sipil | 08 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Keramik termasuk salah satu material paling populer dan serba guna, tersedia untuk ubin lantai (flooring) maupun dinding. Harganya relatif terjangkau dan memiliki beragam ukuran, warna, motif serta tekstur. Material ini cocok untuk ruang luar maupun ruang dalam, dari teras hingga kamar tidur.

Keramik juga sesuai untuk area kering maupun basah seperti kamar mandi. Khusus untuk lantai kamar mandi, pemasangan keramik perlu memperhatikan kemiringan dan posisi di sekitar perabot kamar mandi, seperti kloset, dan bathtub. Karenanya diperlukan teknik dan ketelitian tersendiri. Lanjutkan membaca artikel ini, karena

Lalu bagaimana teknik pemasangan yang tepat agar lantai kamar mandi terpasang sempurna? Berikut tips dari #PakJago.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

(Sumber: disini)

Kamar mandi adalah area basah dan cenderung licin. Di kamar mandi juga harus dipasang perabot, seperti kloset, bak mandi atau bathtub, dan wastafel. Kondisi tersebut memengaruhi proses pemasangan keramik lantai. Untuk itu harus diperhatikan beberapa hal berikut.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memasang Keramik di Atas Dak Agar Tidak Mudah Meledak dan Bocor?

• Untuk mengantisipasi licin oleh air atau busa sabun, pilihlah jenis keramik yang diproduksi khusus untuk lantai yang biasanya bertekstur kasar (antislip) dan lebih tebal. Jangan keliru dengan keramik dinding yang teksturnya relatif halus dan lebih tipis.

• Idealnya lantai kamar mandi lebih rendah dari ruangan lain. Untuk menghindari terjadinya genangan air, keramik untuk lantai kamar mandi harus dipasang dengan kemiringan minimal 10% ke satu arah tertentu di mana terdapat lubang saluran pembuangan (floor drain).

(Sumber: disini)

• Untuk memotong keramik (jika diperlukan ukuran lebih kecil atau bentuk tertentu) gunakan pemotong keramik agar didapat hasil yang presisi dan rapi. Untuk memudahkan pemotongan keramik bisa dipilih floor drain berbentuk persegi atau kotak.

• Untuk memberi kesan luas pada kamar mandi sempit, pilihlah keramik ukuran besar atau berwarna terang, seperti putih, krem, atau beige, yang senada dengan warna dinding. Kesan lapang juga bisa didapat jika keramik dipasang dengan pola diagonal atau miring.

• Pemasangan keramik idealnya dilakukan pada tahap akhir. Sebelumnya, pastikan instalasi di bawah lantai (jika ada) telah selesai dipasang.

Tahap-Tahap Pemasangan

(Sumber: disini)

Sebelum pemasangan, siapkan lebih dahulu bahan utama berupa keramik dan material untuk spesi atau mortar perekat dan mortar untuk nat siap pakai (instan). Tentukan kebutuhan keramik lewat gambar kerja didukung pengukuran. Selanjutnya, siapkan alat yang diperlukan, seperti meteran, paku, benang, palu, alat potong keramik, selang air, waterpass, trowel biasa dan yang bergerigi, tile spacer (alat bantu pemberi jarak nat), jidar, balok kayu, palu karet, sikat baja, dan kain bersih atau busa.

Tahap-tahap pemasangannya sebagai berikut.

• Pertama-tama, siapkan subfloor yaitu lantai dasar atau penopang ubin keramik, bisa berupa rabat beton atau cor beton (pada lantai dua). Biarkan subfloor kering dengan sempurna. Untuk mencegah keramik terangkat (popping up), di atas subfloor sebaiknya dihamparkan lapisan pasir (±2-3 cm) kemudian lakukan screeding (jika digunakan mortar instan).

• Setelah screed (jika ada) kering dan permukaan bebas debu dan kotoran, lakukan pengukuran untuk menentukan titik acuan dan pola pemasangan ubin keramik (sesuai gambar kerja). Gunakan paku dan tali kenur sebagai alat bantu.

• Siapkan adukan spesi (semen dan pasir) atau adonan mortar perekat siap pakai. Jangan terlalu encer ataupun kekentalan, dan pastikan diperoleh campuran homogen (tidak menggumpal). Jika akan digunakan adukan spesi, sebaiknya keramik direndam terlebih dahulu.

(Sumber: disini)

• Mulai pemasangan ubin keramik dari titik acuan yang telah ditentukan. Buatlah kepalaan sebagai pedoman. Aplikasikan spesi atau mortar dengan ketebalan ±2-4 cm, dan ratakan dengan trowel. Selanjutnya, letakkan ubin keramik di atas spesi atau mortar, lalu tekan dengan sepotong balok kayu dan pukul dengan palu karet untuk memadatkan. Lakukan demikian pada ubin keramik satu per satu. Gunakan tile spacer agar jarak antarubin (nat) teratur.

• Pasang ubin keramik sampai seluruh lantai tertutup. Jika perlu, potong keramik untuk bagian tepi atau bagian lain seperti area sekitar kloset atau floor drain. Selama proses pemasangan lakukan pengecekan kerataan dan/atau kemiringan lantai keramik dengan bantuan waterpass.

Baca Juga: Apa Material yang Cocok untuk Lantai Ruang Luar Agar Tahan Lama? Ini Pilihannya

• Setelah seluruh keramik terpasang, biarkan minimal selama ±24 jam agar spesi atau mortar kering dengan sempurna. Hindarkan dari pijakan.

• Keesokan harinya, periksa kondisi lantai. Pastikan tidak ada keramik yang tergores, retak ataupun pecah; dan juga tidak ada spesi yang kosong (periksa dengan cara diketuk-ketuk). Jika ada, lakukan perbaikan terlebih dahulu.

(Sumber: disini)

• Lepaskan tile spacer dan bersihkan permukaan lantai. Lalu, lakukan grouting atau pengisian nat dengan adonan semen atau mortar nat instan. Sebagai tahap akhir, segera bersihkan sisa-sisa spesi atau mortar pengisi nat sebelum mengering. Gunakan kain bersih atau spons. Bila terlanjur kering, atau jika perlu, bisa digunakan bahan pembersih berkadar asam <5%, lalu bersihkan dengan air.

• Biarkan lantai keramik benar-benar kering, sebelum kamar mandi siap digunakan.

Dalam pekerjaan pemasangan keramik, kenakan perlengkapan K3, terutama kacamata pengaman dan sarung tangan ketika harus memotong keramik. Demikian informasi dan tips dari #PakJago terkait pemasangan keramik untuk lantai kamar mandi.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani