Masuk

Tips

Beranda / Tips
Bosan dengan Dinding Polos? Coba Cat Dekoratif Ini Untuk Hunian yang Lebih Menawan
Konstruksi Sipil | 27 Jul 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Halo, #SahabatJagoBangunan

Penerapan cat dinding dengan cara standar dan tampilan polos dianggap sudah biasa. Kini banyak orang ingin menerapkan cat dekoratif untuk menampilkan hunian -terutama ruang dalam- dengan kesan personal, berkarakter sekaligus menawan.

Cat dekoratif yang menghasilkan efek unik juga dimanfaatkan untuk menutupi dinding atau bagian ruang yang kurang menarik. Nah, kali ini #PakJago akan berbagi tips bagaimana mengaplikasikan cat dengan sentuhan dekoratif. 

5 Teknik Ini Membuat Cat Dekoratif Makin Unik

Kunci sukses pertama, Anda harus mulai mempelajari berbagai teknik pengecatan dekoratif. Banyak teknik telah dikenal, dan masih akan bertambah karena terus berkembangnya kreativitas. Berikut ini beberapa teknik cat dekoratif yang relatif populer.

  • Sponging, ialah teknik untuk menghasilkan efek bercak-bercak. Caranya dengan menepukkan secara merata ke bidang kerja, segumpal spons (natural atau sintetis) yang telah dicelupkan dalam cat emulsi. Cat tidak perlu diencerkan dan penepukan cukup diterapkan secara tipis namun dapat diulang atau divariasi dengan warna berbeda.

Gambar 1. Teknik sponging dengan spons natural ataupun sintetis (Sumber foto: kiri - diy.sndimg.com; dan kanan - images.meredith.com)

  • Colourwashing, teknik mengaplikasikan cat tipis secara acak dan berulang. Kelebihan cat pada kuas atau spons sintetis diserap terlebih dahulu sebelum menyapukannya ke bidang kerja. Cat emulsi diencerkan dengan air atau sebagai alternatif dapat digunakan campuran wash (campuran cat dan lem wallpaper atau fox (rasio 1:1) ditambah emulsionglaze). Efek yang dihasilkan relatif fleksibel tergantung kekentalan cat dan penerapan warna.

Gambar 2. Teknik colourwashing. (Sumber foto diy.sndimg.com)

  • Dragging, dilakukan untuk menghasilkan efek garis-garis dengan menarik kuas dragging (bisa diganti kuas cat biasa berbulu panjang) tanpa terputus pada permukaan cat yang masih basah. Untuk memperkuat efek, saat menyapukan cat bulu-bulu kuas ditekan dengan tangan.

 Gambar 3. Teknik dragging dengan kuas dragging atau kuas berbulu panjang (Sumber foto: diy.sndimg.com)

  • Combing, merupakan teknik yang menghasilkan efek garis-garis dalam beragam pola dengan cara menggoreskan sisir (comb) karet di atas permukaan cat yang masih basah, baik secara vertikal maupun horizontal. Motif yang diciptakan bisa tegas atau bergelombang. Pada teknik ini, cat emulsi (latex) yang hendak diaplikasikan dicampur dengan lem fox (rasio 1:1).

Gambar 4. Teknik combing dengan sisir karet dan variasinya. (Sumber foto: kiri -mydecorative.com; dan kanan - diy.sndimg.com)

  • Ragging, sama dengan teknik sponging namun spons diganti potongan kain untuk menciptakan bercak menyerupai tekstur kain. Ada dua cara: pertama, mencelupkan gumpalan kain ke dalam cat dan menepuk-nepukkannya pada bidang yang telah dilapis cat dasar; kedua, menepuk-nepukkan gumpalan kain bersih ke atas permukaan cat yang masih basah. Untuk efek lebih tebal, cat emulsi dapat dicampur lem wallpaper (rasio 1:1).

Gambar 5. Teknik ragging dengan memanfaatkan gumpalan kain. (Sumber foto: vdm.bricocdn.be)

Pengecatan dekoratif relatif mudah dan dapat dikembangkan sendiri. Jadi, Anda dapat berkreasi untuk menciptakan teknik-teknik lain yang orisinil dengan berbagai jenis alat. Untuk itu Anda harus sering berlatih atau melakukan uji coba.

3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menerapkan Teknik Cat Dekoratif

Keberhasilan penerapan teknik cat dekoratif sangat ditentukan oleh tiga hal berikut yang harus dipersiapkan sebaik mungkin.

  • Menyediakan peralatan yang tepat sesuai dengan teknik pengecatan yang dipilih.

Peralatan yang perlu disediakan untuk penerapan cat dekoratif, antara lain: kuas cat dan kuas lukis dengan beragam ukuran, beragam jenis roller, berbagai jenis spons, sisir, grainingroller, sikat, kain, atau koran bekas.

Peralatan lain dapat disediakan sesuai ide atau kreativitas Anda dalam mengecat. Jangan lupa siapkan pula peralatan dasar lain yang sangat penting, seperti ember, nampan atau bak cat, pengaduk cat, tangga, plaster, dan plastik.

Gambar 6. Beberapa peralatan yang dapat digunakan untuk teknik cat dekoratif (Sumber foto: www.aliexpress.com)

  • Memyiapkan bidang pengecatan sebaik mungkin.

Permukaan dinding, furnitur, atau bidang lain yang akan dicat harus bersih dari kotoran, debu, dan jamur. Bagian yang berlubang atau retak juga harus ditutup dengan plamur atau dempul, dan diberi lapisan cat dasar lebih dahulu. Untuk material logam, sebelum cat dasar aplikasikan cat antikarat. Bidang yang terlalu licin harus diampelas dan lapisan galvanis harus dibersihkan. Terakhir, pastikan permukaan yang hendak dicat benar-benar kering.

  • Menyiapkan bahan-bahan yang tepat dan berkualitas.

Gunakan jenis dan warna cat sesuai teknik yang dipilih dan bidang yang hendak dicat. Untuk bidang yang berisiko cepat kotor, pilih jenis cat yang mudah dicuci. Selain cat, beberapa bahan campuran yang mungkin diperlukan adalah air, lem wallpaper, lem fox atau kayu, juga emulsionglaze.

Dengan penjelasan ini, #SahabatJagoBangunan bisa semakin yakin dan percaya diri untuk bermain warna dan teknik cat dekoratif. Demikian juga #PakTukang, bisa memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya! Semoga bermanfaat.