Masuk

Tips

Beranda / Tips
Bertekad Membangun Desa Bersama Tukang Bangunan, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Hari Itu Juga
Kisah Inspirasi | 05 Jan 2018

Oleh: Hildatun Najah

Jika kebanyakan orang ingin jadi perangkat desa karena materi, Wahyudi justru berjuang agar bisa turut membangun desa tercintanya bersama kawan seperjuangan --yang juga berprofesi sebagai tukang bangunan. Tak disangka, pada hari yang sama dengan pendaftaran perangkat desa, Wahyudi malah mendapat hadiah paket umroh gratis dari program Arisan Jago Bangunan.

Selama 10 Tahun Menjadi Pembantu Tukang

 (Sumber: dok. Wahyudi)

Sejak kecil, Wahyudi memang sudah akrab dengan material dan tukang bangunan. Bapaknya yang juga bekerja sebagai tukang bangunan sering mengajak Wahyudi ke tempat kerjanya ketika sang ibu berjualan di pasar. Namun, keterlibatan Wahyudi dengan dunia konstruksi baru dimulai selepas dia lulus SMA.

Baca Juga: Wow! Ternyata Ini yang Terjadi pada Seorang Tukang Bangunan Setelah Istrinya Mimpi Kejatuhan Bulan

Di tahun 1997, Wahyudi mencoba jadi pembantu tukang dalam sebuah proyek yang kala itu domandori bapaknya. Berbeda dengan asisten tukang pada umumnya, Wahyudi tidak bekerja membuat adukan ataupun mengangkat bata. Pria yang menikah tahun 2004 lalu ini lebih banyak belajar dengan memperhatikan cara bagaimana tukang bekerja.

Kehidupan sebagai pembantu tukang, Wahyudi jalani hingga 10 tahun. Sedikit demi sedikit ia mulai meningkatkan kemampuan bertukangnya. Hingga di tahun 2007, Wahyudi mulai resmi menjadi tukang bangunan. Perjalanan panjangnya sebagai pembantu tukang membuat pria yang awalnya digaji Rp. 20 ribu itu kaya akan pengalaman. Karir Wahyudi pun terus melonjak, hingga di tahun kelimanya menjadi tukang, ia sudah dipercaya untuk menjadi mandor.

Ingin Jadi Perangkat Desa Agar Bisa Mbangun Desa

(Sumber: dok. Wahyudi)

Di tahun 2017 ini, Wahyudi tengah fokus dengan keinginannya menjadi perangkat desa di tempat ia tinggal --Kedung Pring, Kecamatan Balong Panggang, Kabupaten Gresik. Bahkan demi mewujudkan impiannya, juga bagian dari tradisi di keluarga Wahyudi, ia sempat mengunjungi makan leluhur dan  mengadakan tasyakuran kecil di rumah agar mendapat restu orang tua dan kerabat.

Ia berharap dengan menjadi perangkat desa, ia bisa menerima lebih banyak proyek pembangunan yang kini sedang digalakkan oleh pemerintah. Dengan begitu, pria yang lahir di Gresik, 10 November 1978 itu bisa mengajak teman-teman seprofesinya yang lain untuk bekerja bersama membangun desa.

(Sumber: dok. Wahyudi)

Sebagai seorang tukang yang belajar dari nol, pria yang hobi berolahraga ini mengaku kesuksesan yang ia raih hingga saat ini merupakan hasil dari kerjasama dan kemitraan yang baik dengan tukang lain. Ia berhasil tumbuh dan berkembang bersama berkat bimbingan teman seprofesinya, termasuk memberinya kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi.

Bagi Wahyudi, “Toleransi dan kerjasama antar tukang itu yang utama. Sekecil apapun pekerjaan yang didapat, harus dibagikan pada teman yang lain.”.

Sakadar Ikut Arisan, Malah Dapat Umroh

 (Sumber: dok. Jago Bangunan)

Tak disangka, niat baik Wahyudi ini didengar Tuhan. Pada hari pendaftaran sebagai perangkat desa, 18 Desember lalu, bertepatan dengan Pengundian Arisan Jago Bangunan, Wahyudi terpilih sebagai salah satu dari 10 pemenang hadiah paket umroh dari PT Semen Gresik. Doa restu leluhur serta niat tulusnya untuk bermanfaat bagi orang lain itu dibalas Tuhan melalui program yang memang wujud kepedulian dan penghargaan PT Semen Gresik pada tukang bangunan.

Saat ditanya terkait keikutsertaan Wahyudi dalam program ini, ia bercerita jika sebenarnya hanya ingin berpartisipasi. Sebagaimana ia biasa mengikuti program Komunitas Jago Bangunan yang lain. Terlebih ia juga sedang fokus pada pencalonannya menjadi perangkat desa. Karenanya ia tak terlalu berambisi untuk mengumpulkan guntingan zak semen yang menjadi syarat dalam program Arisan.

(Sumber: dok. Jago Bangunan)

Selama dua bulan, Wahyudi berhasil mengumpulkan 250 guntingan zak saja, sangat jauh tertinggal jumlahnya dibanding peserta lain yang mencapai puluhan ribu. Itulah yang membuatnya sangat tidak menyangka akan memenangkan hadiah umroh.

Jika ditarik benang merah, kisah keanggotaan Wahyudi di Komunitas Jago Bangunan bermula dari saudaranya yang merupakan Duta Terampil Semen Gresik untuk wilayah Gresik. Beberapa kali Wahyudi diajak mengkuti berbagai kegiatan khusus untuk tukang bangunan yang diadakan oleh Semen Gresik. Salah satunya pada 2015 lalu, Wahyudi mengikuti program pelatihan dan sertifikasi tukang atau Edutrain Semen Gresik.

 (Sumber: dok. Jago Bangunan)

Bagi Wahyudi, program pelatihan dan sertifikasi ini membuatnya lebih dipercaya oleh banyak orang. Lantaran tak hanya pengalaman yang ia andalkan untuk menjalani profesi tukang, tapi juga teori yang sudah teruji dan terbukti melalui serangkaian proses sertifikasi. Bahkan beberapa kali ia dipercaya menjadi panitia pembangunan dan cagar teknis di desanya. Tentu berbagai kesempatan pekerjaan lainnya ia dapatkan lantaran ia punya modal sertifikat tukang.

Baca Juga: Tak Disangka, Ini yang Didapat Seorang Mantan Kuli Berkat Ketulusannya Mengajari Pemuda Putus Pekolah

Apa yang dirasakan Wahyudi ini sejalan dengan cita-cita PT Semen Gresik dalam membangun Komunitas Jago Bangunan. Pelatihan dan Sertifikasi yang telah dilakukan sejak 2007, hingga kini berhasil mengumpulkan 18.622 tukang bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Didukung portal digital jagobangunan.com, PT Semen Gresik terus berkomitmen untuk membuat berbagai program yang terintegrasi dan berkesinambungan untuk membantu meningkatkan kualitas tukang agar bisa bersaing di era MEA.

Editor: Damae Wardani