Masuk

Tips

Beranda / Tips
Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek

Oleh: Redaksi

Di antara material alami, salah satu yang populer adalah batu alam. Ada banyak ragam batu alam yang sudah jamak dimanfaatkan dalam bidang arsitektur sebagai material struktural maupun elemen dekoratif. Misalnya batu kali, granit, marmer, andesit, koral, tempel/templek, andesit, candi, dan sebagainya. Batu templek termasuk yang kini banyak diminati. Apa dan bagaimana karakternya? Di mana dan bagaimana batu templek diaplikasikan? Simak informasi yang telah dikutip dari majalah Rumahku berikut:

Karakter batu templek

pexels.com

Batu templek/tempel sebenarnya berasal dari batu sabak, yaitu batuan metamof yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu panas bumi yang sangat tinggi. Bongkahan batu sabak yang ditambang dari gunung atau bukit memiliki susunan berlapis-lapis sehingga dapat dibelah menjadi lempengan-lempengan pipih. Lempengan itulah yang kemudian disebut sebagai batu templek atau batu lempeng.

Batu templek memiliki pori-pori kecil dengan tekstur sedang sampai halus. Warnanya cukup bervariasi tergantung daerah penambangan. Ada yang berwarna hitam, abu-abu, hijau tua, merah tua, hitam kecoklatan, hitam kemerahan, hitam kekuningan, juga hitam keabu-abuan. Tekstur dan warna-warna khas itulah yang menjadi daya tarik karena menghadirkan kesan alami yang sangat kuat.

Aplikasi batu templek

dma-upd.org

Secara arsitektural, batu templek biasa digunakan sebagai material finishing lantai atau dinding, baik pada bagian eksterior maupun interior. Pada bagian luar dapat diaplikasikan pada pagar, tiang/kolom, lantai dan dinding teras, garasi, carport, kolam, dan sebagainya. Selain menciptakan kesan alami, aplikasi batu templek pada bidang-bidang eksterior membuat bangunan terkesan lebih kokoh.

Untuk ruang dalam, meskipun sebelumnya aplikasi batu templek kurang populer, kini bahkan menjadi tren tersendiri. Aplikasinya sebagai pelapis akhir lantai dan dinding menyebar dari ruang publik/semi publik—seperti foyer, ruang tamu dan ruang duduk—hingga dapur dan kamar mandi.  

Selain untuk finishing lantai dan dinding yang menghadirkan kesan alami, batu templek juga dapat dimanfaatkan sebagai unsur dekoratif atau ornamen pada bidang atau area tertentu. Karakternya yang kuat juga membuatnya tampil mencolok sebagai aksen yang menghalau kesan monoton pada rumah minimalis.

Baca Juga: Tak Lagi Dianggap Kumuh, Tembok Bata Ekspos Bikin Rumah Lebih Estetis

Pertimbangan aplikasi batu templek

dma-upd.org

Sebelum mengaplikasikan batu templek pada permukaan lantai atau dinding rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan dipertimbangkan.
• Pilih bidang eksterior atau interior yang tepat untuk mendapat finishing batu templek. Misalnya terekspos, sehingga kehadirannya dapat menambah nilai estetika hunian.
• Pilihlah batu templek berkualitas baik dengan warna dan tekstur yang menarik, demikian pula dengan kualitas semen sebagai bahan perekatnya.   
• Pertimbangkan berat batu templek jika hendak mengaplikasikan pada bagian rumah yang struktur atau konstruksinya kurang mendukung.
• Pastikan pemasangan batu templek dilakukan oleh tukang yang berpengalaman.   
• Pastikan batu templek mendapat pelapisan coating anti jamur dan lumut, serta lakukan pembersihan secara rutin agar selalu tampak bersih dan berkilau.

Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami untuk Bangunan, Hunian Jadi Hemat Listrik