Masuk

Tips

Beranda / Tips
Berbahan Bambu Atau Plastik Aluminium, Begini Cara Mudah Memasang Plafon Anyaman
Konstruksi Sipil | 30 Jan 2018

Oleh: Dwi Klarasari

Plafon berguna membatasi ruang dan melindunginya dari kotoran dan tempias. Plafon juga mengemban fungsi estetika, yaitu membuat ruangan tampak rapi karena menutupi rangka atap maupun instalasi mekanikal-elektrikal. Tak hanya rapi tetapi juga indah, apalagi jika plafon tersebut memiliki nilai dekorasi yang tinggi. Salah satu jenisnya adalah plafon anyaman. Kali ini #PakJago hendak mengupas seluk beluk plafon anyaman dan cara pemasangannya.

Plafon Anyaman

Anyaman adalah helaian serat yang dirangkai tumpang-tindih dengan pola tertentu sehingga membentuk lembaran kaku. Serat yang digunakan bisa berupa serat alami, seperti bambu dan rotan; atau serat sintetis, seperti kertas dan plastik. Elemen ruang, termasuk plafon dari anyaman bambu sudah dikenal sejak lama. Bahkan di pedesaan masih banyak rumah yang berdinding dan berplafon anyaman bambu. Di perkotaan, plafon anyaman bambu dijumpai pada interior rumah tinggal, restoran, vila dan cottage, bahkan interior hotel yang mengusung gaya etnik.

 (Sumber: disini)

Plafon anyaman bambu dibuat dari daging dan kulit bambu yang telah disayat tipis membentuk helaian seperti pita. Bambu yang digunakan biasanya bambu wulung, karena kuat, tahan lama, dan warnanya indah. Plafon anyaman bambu menampilkan kesan natural dan tradisional seperti suasana pedesaan. Plafon ini memerlukan perawatan khusus, sebelum maupun setelah dipasang.

Baca Juga: 6 Cara Mengelola Risiko Stress Pada Pekerja Bangunan

Sebelum dan setelah dianyam biasanya bambu mendapat perawatan khusus agar awet dan antirayap. Setelah terpasang plafon ini juga harus rutin dibersihkan dari debu dan kotoran atau serangga yang mungkin bersembunyi di celah-celah anyaman. Jika perlu sesekali bisa dilapis ulang dengan bahan khusus untuk mempertahankan warna alami dan kecerlangannya.

Seiring kemajuan industri dan teknologi, kini juga telah dikenal plafon dari anyaman bahan sintetis. Salah satunya adalah plafon anyaman plastik aluminium. Karakteristik aluminium yang berkilau dengan beragam warna cerah—putih, merah, biru, kuning, hijau, menghadirkan tampilan yang lebih atraktif dan juga memberi kesan modern. Anyaman plastik aluminium relatif awet dan tahan lama tanpa diperlukan pelapisan (finishing). Seperti halnya anyaman bambu, plafon anyaman plastik juga harus rutin dibersihkan.

Pemasangan Plafon Anyaman

 (Sumber: disini)

Pemasangan plafon anyaman bambu dan plastik relatif jauh berbeda. Meskipun demikian hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan elevasi (ketinggian) plafon. Berikut garis besar cara pemasangan kedua jenis plafon tersebut.

 Plafon anyaman bambu atau bahan lain

Anyaman bambu bisa dibeli dalam bentuk lembaran dengan harga sekitar 70-75 ribu per meter persegi tergantung motifnya. Untuk mempermudah pemasangan, bisa dipesan dengan modul ukuran dan motif tertentu sesuai keinginan.

Anda juga memerlukan balok kayu 6/12 untuk bingkai plafon; kaso 5/7 untuk balok pembagi dan penggantung; usuk bambu yang telah di-finishing untuk list; dan paku yang sesuai. Peralatan: meteran, pensil, waterpass, palu atau nail gun, dan tangga atau andang serta perlengkapan K3.

Setelah ditentukan elevasi, pasang rangka plafon seperti pada plafon tripleks atau GRC. Jika mau, bisa dibuat variasi elevasi plafon, dimulai dari penentuan elevasi dan pembuatan bingkai plafon. Pembuatan rangka harus cukup untuk mendukung anyaman agar tidak melengkung. Jika mau, sebelum anyaman juga bisa diterapkan tripleks sebagai pendukung.

 (Sumber: disini)

Jika rangka telah siap, angkat lembaran anyaman bambu dan posisikan secara tepat. Karena lembaran anyaman bambu terbilang lebar (apalagi jika sudah dipesan sesuai luas ruangan) maka waktu pemasangan relatif cepat. Gunakan paku yang sesuai untuk pelekatan lembaran pada rangka. Jangan lupa pastikan kesiapan jaringan mekanikal elektrikal.

Baca Juga: Nekad Keluar Sekolah Demi Nguli, Pria Ini Sukses Jadi Tukang Bangunan di Perantauan

Terakhir, pasang list bambu sebagai bingkai agar terlihat rapi sekaligus menguatkan. Jaringan elektrikal bisa dipasang di luar dengan memasang balok atau kaso pada permukaan plafon sebagai dudukan.

Jika ingin mengekspose rangka atap, plafon anyaman bambu dipasang di atas gording. Pada desain demikian, nantinya gording harus mendapat finishing untuk mendukung keindahan anyaman bambu. Anyaman bambu juga dapat digantikan dengan anyaman bahan lain yang sesuai dan ada di pasaran.

 Plafon anyaman plastik aluminium

 (Sumber: disini)

Kreativitas anyaman plastik aluminium sebagai plafon kini juga mulai digemari. Pemasangan plafon anyaman plastik yang dikenal saat ini adalah pengayaman secara langsung pada area yang hendak ditutup plafon. Dengan demikian pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah ahli dalam membuat anyam secara langsung.

Pada plafon jenis ini, tidak diperlukan rangka plafon sebagaimana pada jenis plafon lain. Kalaupun ada mungkin hanya balok untuk rangka tepi pada keempat sisi ruang dan untuk dudukan atau penggantung lampu atau kipas angin. Pengerjaan dimulai dengan melekatkan helaian plastik aluminium satu per satu pada dinding (atau rangka) di kedua sisi ruang yang saling berhadapan. Pelekatan menggunakan paku yang sesuai. Warna disesuaikan pilihan.

Baca Juga: Selain Dibikin Taman, Ini 6 Manfaat Rooftop yang Jarang Diketahui

Selanjutnya, pada salah satu sisi ruang bersilangan, helaian plastik dengan warna sesuai dilekatkan satu per satu. Selanjutnya, satu per satu helaian tersebut dianyam pada helaian-helaian yang pertama dipasang mengikuti pola atau motif tertentu hingga selesai. Pada titik penghabisan plastik dipaku pada dinding. Sisa-sisa plastik pad semua ujung dipotong. Lalu bisa ditutup list—berupa kayu yang telah di-finishing—untuk membingkai agar tampak rapi.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin berkonsultasi atau berdiskusi seputar konstruksi, desain bangunan, maupun anggaran biaya pembangunan, silahkan #TanyaPakJago melalui jagobangunan.com/auth, Fanpage Jago Bangunan, atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak terus artikel Jago Bangunan yang lain, ya.

Editor: Damae Wardani