Masuk

Tips

Beranda / Tips
Berapa Kebutuhan Material  Batu Kali, Pasir, dan Semen Untuk Pondasi Trapesium?
Konstruksi Sipil | 18 Sep 2017

[#TanyaPakJago]

Oleh: Amin Zainulloh (Tim Ahli Konstruksi Jago Bangunan)

Halo, Pak Jago

Saya akan membangun pondasi batu kali dengan panjang 65 meter, tinggi pondasi 2 meter,  lebar bawah 1 meter dan lebar atas 40 cm, berapa kebutuhan material batu kali, pasir, dan semennya?

Gunawan (Jawa Timur) 

Jawaban:

Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Gunawan atas pertanyaannya, sehingga kami bisa berbagi pengalaman untuk saling meningkatkan pengetahuan dalam bidang konstruksi. Namun, pertanyaan ini masih bersifat umum karena tidak menyebutkan perbandingan campuran atau mutu adukan yang akan digunakan, sehingga jawabannya bisa bervariasi.

(Sumber: disini)

Mutu atau kualitas pondasi sangat tergantung dari kualitas batu itu sendiri, apakah batunya keras atau lunak, apakah pasir yang digunakan bersih tanpa kotoran organik. Jumlah semen yang akan digunakan pada adukan juga sangat memengaruhi mutu pondasi.

Perbandingan 1 semen : 3 pasir tentu saja akan berbeda mutunya dengan perbandingan 1 semen : 8 pasir, untuk itu akan kami berikan tabel untuk  berbagai kemungkinan, agar  Pak Gunawan bisa memilih sendiri mutu yang diinginkan.

Menghitung Volume Pondasi

Pondasi yang akan dibangun berbentuk trapesium karena lebar bawah dan lebar atas tidak sama. Untuk menghitungnya, gunakan rata-rata lebar bawah dan lebar atas. Agar hasilnya sama maka cara menulis satuan juga harus sama, di sini kita akan menghitung dengan satuan meter (disingkat = m ).

(Sumber: disini)

Rumus menghitung volume adalah panjang x lebar x tinggi  (dengan satuan yang sama). Panjang = 60 meter lazimnya  60,00 m  (meskipun angka 00 di belakang koma tidak ada artinya). Lebar bawah = 1 meter  lazimnya ditulis 1,00 m. Lebar atas = 40 cm lazimnya ditulis  0,40 m.

Lebar  bawah dan atas dirata-rata menjadi (1,00 + 0,40) dibagi 2 = 0,70 m. Tinggi = 2 meter, juga lazimnya ditulis 2,00 m.

Sehingga volume trapesiumnya              = panjang 65,00  m x lebar 0,70 m x tinggi 2,00 m

                                                           =  65,00 m x 0,70 m x 2,00 m

Namun dalam perhitungan, satuan tidak dicantumkan untuk menghemat langkah

                                                           =  65,00 x 0,70 x 2,00

                                                           = 91,00 m3, dibaca juga meter kubik  

Menghitung Keperluan Batu Kali atau Batu Belah atau Batu Gunung

Pondasi yang akan dibuat sebanyak 91,00 m3, namun bukan berarti keperluan batunya juga sebesar 91 m3. Ketika membeli batu di atas truk umumnya sudah diatur sedemikian rupa oleh penjualnya agar kelihatan volumenya banyak. Biasanya bagian bawah dikasih batu yang besar-besar sehingga rongganya besar, bahkan kadang kami menyebutnya dengan istilah bisa diterobosi anak kambing.

(Sumber: disini)

Di lapangan pembelian batu dikalikan faktor penyusutan sekitar 1,20 kali bahkan ada yang menghitung hingga 1,30 kali, karena disamping ukurannya mati, setelah batu dipecah dengan palu godam sebelum dipasang, maka bertambah lagi penyusutannya, ukuran menjadi lebih sedikit.

Misal, kita ambil penyusutan yang lazim yakni 1,20; maka keperluan batu = 91,00 x 1,20 = 109,20 m3.

Menentukan Perbandingan Campuran

Campuran yang umum dipakai adalah perbandingan sebagai berikut:

1 semen : 3 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran deras

1 semen : 4 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran sedang dan rumah tinggal kualitas istimewa

1 semen : 5 pasir, untuk pondasi di rawa-rawa atau kolam yang airnya tenang

(Sumber: disini)

1 semen : 6 pasir, untuk pondasi rumah tinggal kualitas baik

1 semen : 7 pasir, untuk pondasi rumah tinggal sedang

1 semen : 8 pasir,  untuk bangunan sederhana

Namun, perbandingan campuran juga melihat kualitas pasir serta mutu semen. Untuk semen jenis PPC (Portland Pozolan Cement) keluaran Semen Gresik sudah sangat terbukti lekatan dan keawetannya. Bahkan semakin lama semakin keras, tahan terhadap sulfat dan air asin. 

Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir

Cara menghitung yang paling sederhana adalah dengan analisa BOW, meskipun sudah tergolong ilmu kuno namun masih relevan dan akurat. Dalam 1 m3 pasangan batu, diasumsikan keperluan adukannya adalah sebesar 0,45 m3 atau 45% karena lubang-lubangnya besar.

Kerperluan semen dan pasir berdasarkan perbandingan campuran sebagai berikut:

Bahan

Perbandingan campuran (semen : pasir)

1 PPC: 3 Psr

1 PPC: 4 Psr

1 PPC: 5 Psr

1 PPC: 6 Psr

1 PPC: 7 Psr

1 PPC: 8 Psr

Semen  (kg)

202

163

136

117

103

91

Pasir  (m3)

0,485

0,520

0,544

0,561

0,574

0,584

Misal, pada contoh di atas Pak Gunawan akan membuat pondasi rumah sederhana, maka bisa memilih campuran 1 semen : 8 pasir. Sehingga keperluannya adalah:

Keperluan Semen        = 91,00 m3 x 91 kg/m3 = 8.281 kg, karena PPC Semen Gresik isinya 40 kg, maka:

Keperluan PPC            =  8.281 / 40  = 207 zak

Keperluan Pasir           =  91,00 x 0,584 = 53,182 m3

Kesimpulan:

Batu     =    109,20 m3

PPC      =    207 zak

Pasir    =    53,182 m3

Apabila pak Gunawan ingin membuat dengan kualitas lebih baik maka tinggal menghitung saja berdasarkan tabel di atas.  Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga melalui tanya jawab ini, ada pembelajaran diantara kita  guna meningkatkan pengetahuan serta skill dalam bidang konstruksi. Kami nantikan konsultasi Anda berikutnya. 

Terima kasih.

#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan dengan berkonsultasi melalui website maupun call center (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.

Editor: Damae Wardani