Masuk

Tips

Beranda / Tips
Berapa Biaya Pengerjaan Fasad Berbahan Aluminium Composite Panel (ACP)? Begini Cara Menghitungnya
Konstruksi Sipil | 01 Nov 2019

Oleh: Amin Zainullah

Fasad adalah bagian luar suatu bangunan, yang secara arsitektural sangat menentukan keindahan bangunan secara keseluruhan. Bangunan yang kuat secara konstruksi akan sangat disayangkan jika tampilannya kurang menarik. Namun demikian, membuat bangunan yang mementingkan penampilan saja tanpa memperhatikan kekuatan bahan yang digunakan juga tidak baik, akan membuat bangunan cepat lapuk.

Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk fasad kadang harus dibuat sendiri, karena jika mengikuti SNI maka banyak perbedaan atau bahkan tidak ditemukan rincian yang tepat, mengingat spesifikasi untuk fasad sekarang ini sangat bervariasi. Ada model kaca tebal dengan frame aluminium yang terdiri dari beberapa merk dan spesifikasi. Ada bahan dari panel dinding ACP (Aluminium Composite Panel) juga dengan berbagai merk serta ketebalan.

Sumber: di sini.

Demikian pula dengan dinding. Ada yang dari zincalume/galvalum, dinding dari batu alam dengan aneka motif, mulai dari batu alam biasa, batu alam Palimanan, batu Candi, batu Kowal, batu Hias Alor, granit, marmer, granit tiruan (granit berbahan keramik), dan Papan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete). Perkembangan tersebut tidak semua bisa tertampung dalam analisa SNI.

Baca Juga: Cara Membuat Kolam Renang Mini Berukuran 3m x 9m, Cocok Untuk Keluarga

Namun pada prinsipnya, RAB harus dibuat berdasarkan:

1. Harga material pokok yang digunakan, misal akan memasang dinding ACP, maka cari dulu harga ACP yang ditawarkan disertai warna yang dipilih. Material pokok harus ditambah material tambahan, misal berupa frame dari besi hollow dengan ketebalan tertentu.

2. Biaya sewa peralatan yang diperlukan, mulai perancah/scaffolding (ada kalanya pemasangan kaca memerlukan banyak perancah karena gedungnya tinggi), mesin potong, mesin bor, kerekan, dsb.

Warna-warni ACP (Sumber: di sini).

3. Upah Pemasangan hingga pembersihan bekas serpihan, karena setelah kaca dipasang, maka harus dibersihkan hingga cling dan sisa-sisa material juga harus dibereskan.

4. Biaya pengiriman/transportasi, jarak yang jauh tentu memerlukan waktu perjalanan yang lebih lama dan biaya pengiriman yang lebih mahal.

5. Terakhir, harus memperhitungkan resiko dan keuntungan. Seorang pemborong harus menyiapkan mental siap kalah dan siap menang. Tentu kita semua ingin menang, sehingga biaya yang kita tawarkan cukup untuk membiayai kebutuhan no. 1-4 di atas, dan masih ada sisa sebagai keuntungannya. Namun kadang kita melakukan salah hitung atau ada kejadian di luar prediksi, hingga mengalami kerugian.

Proses pemasangan ACP (sumber: di sini).

Berikut contoh membuat analisa harga satuan ACP dalam satuan per m2 dengan ketinggian normal hingga 6 meter.

Aluminum composite 1,100 m2 @Rp500.000 = Rp550.000
Besi hollow 4m x 4m galvanis 0,800 btg @Rp120.000 = Rp96.000
Bracket siku/spigot/stiffener 0,267 btg @Rp65.000 = Rp17.355
Paku sekrup beton 0,190 kg @Rp 24.000 = Rp4.560
Sealant 0,250 tube @Rp28.000 = Rp7.000+
Subtotal Material = Rp674.915.

Peralatan dan alat bantu:

Sewa scaffolding 0,020 set @Rp120.000 = Rp2.400
Penggunaan listrik 1,000 LS @Rp7.500 = Rp7.500
Alat Gerinda, bor, gergaji 1,000 LS @Rp12.000 = Rp12.000
Subtotal Peralatan dan alat bantu = Rp21.900.

Upah kerja:

Pekerja 0,390 OH @Rp110.000 = Rp39.000
Tukang las/besi 0,700 OH @Rp130.000 = Rp91.000
Kepala Tukang besi 0,070 OH @Rp160.000 = Rp11.200
Mandor 0,007 OH @Rp200.000 = Rp1.400
Subtotal Upah kerja = Rp146.500

Baca Juga: Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!

Harga per m2 lengkap = Rp674.915 + Rp21.900 + Rp146.500 = Rp843.315.
Harga tersebut belum termasuk resiko dan keuntungan (overhead proyek) yang biasanya diambil 10% atau 10%x Rp 843.315 = Rp 84.331,5.
Sehingga harga penawaran adalah Rp843.315 + Rp84.331,5 = Rp927.646,50.

Fasad yang menggunakan bahan ACP (sumber: di sini).

Catatan:

Ada kalanya harga keuntungan dan resiko diselipkan pada harga material, sewa peralatan, maupun upahnya, sehingga tidak lagi menambahkan 10% di belakangnya. Tergantung kebiasaan di proyek masing-masing.

Bagaimana dengan perhitungan pemasangan batu alam, granit, kaca, dsb? Kita bisa mereka-reka sendiri berdasarkan pengalaman di lapangan, karena hukum pasar berlaku jika harga kita kompetitif, mengingat dunia usaha sekarang persaingannya sudah sangat ketat.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani