Masuk

Tips

Beranda / Tips
Beragam Masalah Rumah Saat Musim Hujan
Konstruksi Sipil | 03 Jul 2017

Selain memberi udara segar, musim hujan juga berpotensi membawa masalah bagi rumah. Agar penghuni tetap merasa nyaman dan aman tinggal di dalam rumahnya selama musim hujan, berbagai masalah yang muncul harus diatasi sedini mungkin. Berikut ini adalah beragam masalah yang berpotensi muncul saat musim hujan dan cara untuk mengantisipasinya. 

 

  1. Rembes pada Dinding/Lantai

Rembes pada dinding/lantai rumah bahkan dapat terjadi meskipun musim hujan belum tiba. Tingginya kandungan air dalam tanah adalah pemicunya, dan rembes terjadi karena mungkin pada saat membangun rumah tidak dipakai material berkualitas dan/atau tidak digunakan komposisi spesi/plesteran kedap air. Rembes sering kali tidak mencolok, secara perlahan dinding atau lantai menjadi basah/lembap, meninggalkan noda, akhirnya rapuh. Rembes juga berpotensi merusak barang-barang yang dipajang di dinding atau diletakkan di lantai, misalnya menjadi lembap dan berjamur. Oleh karena itu, sebelum musim hujan tiba, lakukan antisipasi berikut.

  • Tambal retak atau celah pada dinding/lantai, nat lantai, sambungan siku antara dinding dan lantai, dsb. menggunakan mortar yang telah dicampur bahan Sebagai finishing dapat diaplikasikan bahan pelapis waterproof.
  • Lakukan pengecatan ulang dinding luar dan dalam dengan cat waterproof; aplikasikan juga waterproof coating pada lantai.

 

  1. Tampias dan Bocor

Tampias adalah masuknya percikan air hujan ke dalam rumah melalui jendela, pintu, dan lubang lainnya. Semetara, kebocoran adalah menetesnya air dari atap karena adanya genteng yang retak, pecah atau bergeser; bisa juga karena talang tersumbat atau terjadi rembes pada dak beton. Tampias dapat diantisipasi dengan memperlebar teritisan/lidah atap, memasang kerai pada pintu/jendela atau lubang lain, menanam tanaman merambat, dsb. Sementara antisipasi bocor dapat dipilih di antara tindakan berikut.

  • Periksa kondisi atap sebelum musim hujan tiba. Pastikan konstruksinya kuat menahan angin. Pastikan juga untuk mengganti genteng yang retak atau pecah, dan merapikan susunannya untuk mencegah adanya celah. Gunakan material pengganti yang kualitasnya lebih baik. Alasi genteng dengan material waterproof.
  • Aplikasikan material waterproof berkualitas pada atap datar atau dak beton untuk menutup retakan-retakan yang mungkin memicu rembesan.
  • Bersihkan talang dan perbaiki kerusakan yang mungkin terjadi. Jika diperlukan, Anda dapat melakukan renovasi untuk meniadakan talang air guna meminimalkan kebocoran.
  • Jika perlu rombak kemiringan atap, karena kemiringan yang tidak tepat memicu kebocoran. Sudut kemiringan ideal adalah 30-40 derajat.         

 

  1. Risiko Banjir

Selain di daerah rawan banjir, saat musim hujan risiko banjir dapat terjadi di mana pun. Bahkan banjir skala kecil atau genangan dapat terjadi di lingkungan rumah. Banjir dapat dipicu oleh tersumbatnya saluran air kotor. Di halaman, banjir/genangan dapat merusak taman dan tanaman, sedangkan di ruang dalam berpotensi merusak perabot dan perangkat elektronik. Berikut beberapa tindakan antisipasi yang dapat dilakukan.   

  • Secara rutin bersihkan saluran air kotor di rumah dan lingkungan agar bebas dari tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
  • Jika memungkinkan, sediakan lahan untuk ruang hijau untuk membantu peresapan air hujan.
  • Buatlah sumur resapan dan/atau pasang biopori pada beberapa titik untuk mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah sehingga genangan akan cepat surut.
  • Letakkan perangkat elektronik di tempat yang cukup tinggi.
  • Lapisi perabot dengan waterproof coating atau antikarat sebagai antisipasi kerusakan jika terendam air.
  • Untuk rumah di daerah rawan banjir lakukan renovasi seperti: menaikkan lantai rumah lebih tinggi dari lingkungan; meningkat rumah; atau mengaplikasikan konsep rumah panggung.       

 

  1. Risiko Sambaran Petir

Saat hujan turun mungkin terjadi petir yang berpotensi menyambar bangunan tinggi termasuk rumah tinggal, secara langsung ataupun mengalir lewat antena, kabel listrik dan telepon. Sambaran petir dapat memicu kebakaran, kerusakan peralatan elektronik hingga menyebabkan kematian. Berikut beberapa tindakan antisipasi yang dapat dilakukan.

  • Memasang penangkal petir, terutama jika rumah lebih tinggi dibandingkan rumah/bangunan lain di sekitarnya, karena petir menyambar titik tertinggi pada suatu area.
  • Saat hujan petir penghuni disarankan untuk mematikan dan mencabut kabel perangkat elektronik dari stop kontak, dan juga mencabut kabel telepon.
  • Untuk keselamatan jiwa penghuni di dalam rumah, disarankan untuk menghindari pipa logam serta memakai alas kaki karet.     

 

Dwi Klarasari